"Di konser ini aku akan melihat kembali yang sudah aku mulai 18 tahun lalu," katanya saat press conference di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Buat Afganisme, Ini 5 Alasan Konser Retrospektif Afgan Wajib Ditonton

Afgan akan menggelar konser 'Retrospektif The Concert' pada 18 Juli 2026 di Jakarta sebagai perayaan 18 tahun perjalanan kariernya di industri musik Indonesia.
Konser ini menghadirkan lagu-lagu hits Afgan dengan aransemen orkestra oleh Erwin Gutawa Orchestra, sehingga menciptakan nuansa megah dan emosional sepanjang pertunjukan.
Tiga musisi seperti Kris Dayanti, Mahalini, dan Petra Sihombing akan tampil untuk ikut meriahkan konser Retrospektif.
Setelah hampir 2 dekade berkarier di industri musik Indonesia, Afgan siap menyapa para penggemarnya lewat konser yang bertajuk 'Retrospektif The Concert' yang akan digelar pada 18 Juli 2026 di Jakarta Convention Center. Konser Retrospektif menjadi salah satu proyek terbesar Afgan tahun ini sekaligus perayaan atas perjalanan panjangnya sebagai seorang musisi.
Bukan sekadar konser biasa, Afgan menjanjikan sebuah pertunjukan yang akan membawa penonton bernostalgia melalui berbagai cerita di balik perjalanan kariernya. Sejumlah kejutan pun telah disiapkan untuk membuat konser ini terasa lebih istimewa. Lantas, apa saja yang membuat konser Retrospektif Afgan layak masuk daftar tontonan?
Popmama.com telah merangkum beberapa alasan kenapa konser Afgan layak masuk daftar tontonan tahun 2026 ini.
Yuk, disimak!
Deretan Alasan Konser Retrospektif Afgan Wajib Ditonton
1. Menjadi perayaan perjalanan karier Afgan selama 18 tahun

Konser ini bukan sekadar ajang untuk menyanyikan lagu-lagu populer Afgan. Sesuai dengan konsepnya, konser Retrospektif akan membawa penonton menelusuri perjalanan karier Afgan sejak pertama kali debut hingga menjadi salah satu solois laki-laki Indonesia dengan perjalanan musik yang konsisten.
Melalui konser ini, setiap penampilan dirancang untuk merepresentasikan berbagai fase yang telah dilalui Afgan selama hampir dua dekade berkarya. Penonton pun akan diajak bernostalgia bersama lagu-lagu yang menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.
2. Lagu-lagu hits Afgan akan kembali dibawakan

Bagi para penggemar, konser ini menjadi kesempatan untuk kembali menikmati deretan lagu yang telah menemani berbagai momen kehidupan.
Mulai dari 'Terima Kasih Cinta', 'Sadis', 'Bukan Cinta Biasa', 'Jodoh Pasti Bertemu', hingga lagu-lagu terbaru dari album Retrospektif, seperti ' Kacamata', 'Sampai Jumpa' dan lainnya. Afgan memastikan lagu-lagu yang paling melekat di hati pendengar akan kembali dibawakan di atas panggung.
Dengan konsep Retrospektif, setiap lagu tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi pengingat akan perjalanan panjang yang telah dilalui Afgan bersama para penggemarnya.
3. Sebagian besar lagu akan dibawakan dengan aransemen orkestra

Salah satu hal yang membedakan konser Retrospektif dengan penampilan Afgan sebelumnya, yakni penggunaan aransemen orkestra yang mendominasi sepanjang konser.
Afgan menggandeng Erwin Gutawa Orchestra untuk menghadirkan nuansa musikal yang lebih megah. Sekitar 80 persen lagu akan dibawakan dengan sentuhan orkestra, sehingga memberikan pengalaman mendengarkan yang berbeda dari versi aslinya.
"Sekitar 80 persen lagu di konser ini akan dibawakan secara orkestra," ujarnya.
Aransemen khas Erwin Gutawa dipadukan dengan karakter vokal Afgan diyakini akan menghadirkan suasana yang lebih emosional dan dramatis di setiap penampilannya.
4. Menghadirkan tiga guest star dengan cerita spesial

Konser Retrospektif Afgan juga akan dimeriahkan oleh tiga guest star yang memiliki keterkaitan dalam perjalanan musiknya. Musisi yang akan ikut meriahkan konser Restrospektif ada Kris Dayanti, Mahalini, hingga Petra Sihombing.
Kris Dayanti hadir sebagai sosok yang telah lama diidolakan Afgan. Sementara itu, Mahalini kembali berkolaborasi setelah sebelumnya tampil bersama dalam live session album Retrospektif. Di sisi lain, Petra Sihombing menjadi sosok yang berperan besar dalam proses kreatif album Retrospektif.
Dengan latar belakang yang berbeda, ketiganya diharapkan mampu menghadirkan warna baru sekaligus melengkapi cerita perjalanan Afgan yang ingin disampaikan melalui konser ini.
5. Afgan ingin mengulang kesuksesan konser tunggalnya pada 2015

Konser Retrospektif juga menjadi momen bagi Afgan untuk kembali menghadirkan pengalaman yang pernah ia rasakan lewat konser tunggalnya pada 2015. Saat konferensi pers, Afgan mengaku ingin menciptakan kembali pengalaman konser yang membekas di hati penonton, namun dengan konsep yang lebih matang dan relevan dengan perjalanan kariernya saat ini.
"Konser tunggal tahun 2015 menjadi salah satu momen yang sangat berkesan buat saya. Lewat konser Retrospektif ini, saya ingin mengulang kembali menghadirkan pengalaman yang spesial untuk para penonton," katanya.
Bagi Afgan, konser ini bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi juga bentuk apresiasi kepada para penggemar yang telah mendukungnya selama 18 tahun terakhir.
Lebih dari sekadar konser, konser Retrospektif menjadi perayaan atas perjalanan 18 tahun Afgan di industri musik Indonesia. Melalui lagu-lagu hits, aransemen orkestra, hingga kolaborasi dengan para musisi, konser ini menawarkan pengalaman yang tak hanya menghibur, tetapi juga penuh nostalgia.


















