Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Itu Kolostomi? Operasi Besar untuk Menangani Masalah Pencernaan

Apa Itu Kolostomi? Operasi Besar untuk Menangani Masalah Pencernaan
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Kolostomi adalah operasi membuat lubang di dinding perut untuk mengeluarkan feses saat jalur normal tidak bisa digunakan, biasanya karena gangguan pada usus besar atau rektum.
  • Tindakan ini bisa bersifat sementara atau permanen tergantung kondisi medis, seperti kanker usus, penyakit radang usus, cedera berat, atau penyumbatan saluran pencernaan.
  • Pasien perlu merawat stoma dengan menjaga kebersihan dan mengganti kantung kolostomi secara rutin agar tetap nyaman serta dapat beraktivitas normal setelah masa pemulihan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Siapa yang tidak khawatir ketika harus menjalani operasi besar? baik bagi pasien maupun keluarga, operasi merupakan bentuk penanganan penyakit yang cukup riskan. Apalagi kalau harus melakukan operasi pada organ vital, seperti sistem pencernaan.

Kolostomi contohnya. Namanya memang masih terdengar asing bagi orang awam.

Karena itu, penting untuk memahami tujuan dan cara kerjanya agar pasien maupun keluarga bisa lebih siap dalam persiapan, proses operasi, maupun saat menjalani proses pemulihan setelahnya.

Berikut pembahasan lengkap seputar apa itu kolostomi yang telah Popmama.com rangkum. Simak sampai habis ya!

Table of Content

Apa Itu Kolostomi?

Apa Itu Kolostomi?

Apa Itu Kolostomi 2
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Kolostomi adalah prosedur operasi yang dilakukan untuk membuat lubang baru pada dinding perut sebagai jalan keluarnya feses dari usus besar.

Menurut National Health Service UK, tindakan ini dilakukan ketika jalur normal pembuangan feses melalui anus tidak bisa digunakan untuk sementara atau bahkan secara permanen.

Selama operasi, dokter akan mengeluarkan bagian usus besar yang masih sehat melalui sayatan di perut, lalu menjahitnya ke permukaan kulit.

Nah, bagian usus yang terlihat dari luar ini disebut stoma. Bentuknya biasanya bulat, berwarna merah muda kemerahan, dan terlihat lembap. Karena stoma tidak memiliki otot pengontrol seperti anus, feses dan gas akan keluar secara otomatis tanpa bisa ditahan.

Oleh sebab itu, United Ostomy Associations of America menjelaskan bahwa pasien perlu menggunakan kantung kolostomi yang ditempel di sekitar stoma untuk menampung kotoran dan gas yang keluar.

Kondisi yang Membuat Seseorang Perlu Menjalani Kolostomi

Apa Itu Kolostomi 3
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Kolostomi bukan prosedur yang dilakukan tanpa alasan. Tindakan ini biasanya menjadi pilihan ketika usus besar bagian bawah atau rektum mengalami masalah serius sehingga tidak dapat bekerja dengan normal.

Mengutip dari Cancer Research UK, salah satu penyebab paling umum adalah kanker usus besar atau kanker rektum. Pada kondisi ini, bagian usus yang terkena kanker terkadang harus diangkat melalui operasi sehingga diperlukan jalur baru untuk membuang feses.

Selain kanker, penyakit radang usus seperti penyakit Crohn, kolitis ulseratif, dan divertikulitis yang sudah parah juga bisa menjadi alasan dilakukannya kolostomi.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan peradangan, infeksi, atau kerusakan pada usus sehingga perlu diberi waktu untuk pulih.

Dalam keadaan darurat, kolostomi juga bisa dilakukan pada pasien yang mengalami cedera berat di area perut atau penyumbatan usus yang membuat saluran pencernaan tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Kolostomi Bisa Bersifat Sementara atau Permanen

Apa Itu Kolostomi 4
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Tidak semua pasien yang menjalani kolostomi akan menggunakannya seumur hidup. Lama penggunaan kolostomi tergantung pada kondisi medis yang mendasarinya.

Kolostomi sementara biasanya dilakukan ketika usus bagian bawah membutuhkan waktu untuk sembuh setelah operasi, infeksi, atau peradangan.

Setelah kondisi usus membaik, dokter dapat melakukan operasi lanjutan untuk menyambungkan kembali usus ke jalur normal sehingga pasien bisa kembali buang air besar melalui anus.

Sementara menurut Healthdirect Australia, kolostomi permanen dilakukan jika bagian rektum atau anus harus diangkat sepenuhnya, misalnya akibat kanker yang sudah cukup luas atau kerusakan saraf yang tidak dapat diperbaiki. 

Dalam kondisi seperti ini, stoma akan menjadi jalur utama pembuangan feses untuk jangka panjang.

Perawatan Stoma Perlu Dilakukan dengan Benar

Apa Itu Kolostomi 5
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Setelah operasi, pasien perlu belajar merawat stoma agar tetap bersih dan sehat. Meski awalnya mungkin terasa sulit, banyak orang dapat beradaptasi dengan baik setelah mendapatkan edukasi yang tepat.

United Ostomy Associations of America menekankan pentingnya menjaga kebersihan kulit di sekitar stoma karena area tersebut rentan mengalami iritasi jika sering terkena feses.

Kantung kolostomi juga perlu diganti secara rutin agar tetap nyaman digunakan dan mengurangi risiko kebocoran.

Selain itu, pasien sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi mengenai pola makan setelah operasi. Pasalnya, beberapa jenis makanan dapat memicu gas berlebih atau membuat feses menjadi lebih cair sehingga memengaruhi kenyamanan saat menggunakan kantung kolostomi.

Pasien Kolostomi Tetap Bisa Beraktivitas Normal

Apa Itu Kolostomi 6
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Meski terlihat ribet, pasien pasca operasi kolostomi masih tetap bisa beraktivitas normal asal didukung perawatan yang tepat dan dukungan dari tenaga kesehatan. 

Dilansir dari National Health Service, penderita kolostomi umumnya tetap bisa bekerja, berolahraga, bepergian, hingga bersosialisasi dengan orang lain.

Seiring waktu, banyak pasien yang berhasil beradaptasi dan kembali menjalani kehidupan secara aktif serta percaya diri meski menggunakan stoma.

Itu tadi jawaban rinci mengenai apa itu kolostomi. Kalau kamu atau orang sekitar harus menjalani atau telah melakukan operasi ini, usahakan untuk mengikuti semua anjuran perawatan dari tenaga ahli agar lebih mudah beradaptasi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias

Related Articles

See More