Tagihan listrik yang terus naik tiap bulan memang bisa jadi sumber stres tersendiri, apalagi saat konsumsi daya rumah tangga makin tinggi.
5 Fakta Panel Surya yang Bisa Digunakan di Rumah, Wajib Diketahui

Panel surya dapat mengubah sinar matahari menjadi listrik yang langsung digunakan di rumah.
Penggunaan panel surya bisa memangkas tagihan listrik secara signifikan dalam jangka panjang.
Ada beberapa jenis dan sistem panel surya yang perlu dipahami sebelum memutuskan memasangnya di rumah.
Panel surya kini hadir sebagai solusi energi yang semakin banyak dilirik para pemilik rumah, bukan hanya karena ramah lingkungan, tetapi juga karena potensinya menekan pengeluaran bulanan.
Sebelum memutuskan untuk memasangnya, ada baiknya memahami dulu fakta-fakta dasarnya. Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa fakta panel surya yang bisa digunakan di rumah.
Yuk, disimak!
Deretan Fakta Panel Surya yang Bisa Digunakan di Rumah
1. Panel surya bekerja dengan mengubah cahaya matahari menjadi listrik

Panel surya menggunakan sel photovoltaic atau sel PV untuk menangkap energi dari sinar matahari dan mengubahnya menjadi arus listrik searah (direct current/DC).
Arus tersebut kemudian diubah oleh alat bernama inverter menjadi arus bolak-balik (alternating current/AC) yang bisa langsung dipakai perangkat listrik di rumah. Proses ini berlangsung selama ada cahaya matahari, bahkan pada hari mendung sekalipun, meskipun daya yang dihasilkan tidak semaksimal hari cerah.
Oleh karena itulah, panel surya sangat cocok digunakan di negara tropis seperti Indonesia yang mendapat paparan matahari hampir sepanjang tahun.
2. Ada dua jenis sistem panel surya yang umum digunakan di rumah

Sistem panel surya untuk hunian umumnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu sistem on-grid dan off-grid. Sistem on-grid terhubung langsung ke jaringan listrik PLN, sehingga kelebihan daya yang dihasilkan bisa diekspor ke jaringan dan mengurangi tagihan melalui mekanisme net metering.
Sementara itu, sistem off-grid bekerja secara mandiri dengan bantuan baterai penyimpan energi dan tidak bergantung pada jaringan listrik umum. Pilihan sistem ini biasanya disesuaikan dengan kebutuhan, anggaran, serta kondisi lokasi rumah.
3. Pemasangan panel surya berpotensi memangkas tagihan listrik secara signifikan

Salah satu alasan utama banyak orang beralih ke panel surya adalah kemampuannya mengurangi tagihan listrik bulanan. Dengan sistem yang tepat dan kapasitas yang sesuai, penghematan energi bisa dirasakan sejak bulan pertama setelah pemasangan.
Besarnya penghematan tentu bergantung pada jumlah panel yang dipasang, konsumsi listrik harian, serta seberapa optimal paparan sinar matahari di lokasi rumah.
Dalam jangka panjang, investasi awal pemasangan panel surya umumnya bisa kembali modal dalam rentang tujuh hingga dua belas tahun.
4. Panel surya memiliki masa pakai yang cukup panjang

Panel surya dirancang untuk bertahan dalam jangka waktu yang lama, dengan rata-rata masa pakai sekitar 25 hingga 30 tahun. Sebagian besar produsen panel surya bahkan memberikan garansi performa hingga dua puluh tahun untuk memastikan efisiensinya tetap terjaga.
Meskipun efisiensi panel akan sedikit menurun seiring waktu, penurunannya cukup lambat, sehingga tidak terlalu memengaruhi performa secara keseluruhan.
Perawatan yang dibutuhkan pun tergolong minimal, cukup dengan membersihkan permukaan panel secara berkala agar bebas dari debu dan kotoran.
5. Tidak semua atap rumah cocok untuk pemasangan panel surya

Sebelum memasang panel surya, kondisi atap rumah perlu dievaluasi terlebih dahulu. Atap yang ideal adalah yang menghadap ke arah utara atau barat daya dengan kemiringan tertentu agar bisa menangkap sinar matahari secara maksimal.
Selain arah hadap, kekuatan struktur atap juga harus dipastikan mampu menopang bobot panel. Ada baiknya berkonsultasi dengan teknisi atau installer berpengalaman sebelum memulai proses pemasangan agar hasilnya optimal dan aman.
Itulah beberapa fakta panel surya yang penting diketahui sebelum memutuskan memasangnya di rumah.


















