Apa Itu COVID ‘Cicada’? Turunan Omicron yang Terdeteksi di 25 Negara

- Varian turunan Omicron bernama BA.3.2 atau ‘Cicada’ telah terdeteksi di sedikitnya 25 negara sejak kemunculannya kembali pada 2025 dan masih berstatus variant under monitoring.
- BA.3.2 memiliki sekitar 70–75 mutasi pada spike protein, menjadikannya varian dengan perubahan genetik signifikan yang sedang diteliti dampaknya terhadap kekebalan dan penularan.
- Gejala infeksi varian ‘Cicada’ mirip COVID-19 sebelumnya seperti batuk, demam, kelelahan, pilek, dan sakit tenggorokan tanpa indikasi peningkatan tingkat keparahan penyakit.
Kemunculan varian baru COVID-19 kembali menjadi perhatian di berbagai negara. Varian turunan Omicron yang dikenal sebagai BA.3.2 atau dijuluki “Cicada” dilaporkan telah terdeteksi di setidaknya 25 negara.
Sejauh ini, para ahli masih mengamati karakteristik dan pola penyebarannya, termasuk gejala yang muncul pada pasien. Informasi awal mulai memberi gambaran umum, tetapi pemantauan lebih lanjut tetap diperlukan.
Berikut Popmama.com sajikan informasi lengkap tentang COVID ‘Cicada’ turunan Omicron terdeteksi di 25 negara. Simak di bawah!
1. Apa Itu COVID ‘Cicada’?

COVID Cicada adalah Varian BA.3.2 bagian dari turunan Omicron yang pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan pada November 2024. Setelah sempat hilang, varian ini kembali muncul dan mulai menyebar lebih luas sepanjang 2025.
Berdasarkan laporan terbaru dari CDC dan dikutip dari Business Standard, varian ini kini telah terdeteksi di sedikitnya 25 negara di berbagai kawasan, mulai dari Afrika, Eropa, Amerika Utara, Asia, hingga Oseania.
Penyebarannya teridentifikasi melalui sampel klinis, pemeriksaan pelaku perjalanan, hingga pemantauan lingkungan. Meski telah menyebar lintas negara, BA.3.2 masih dikategorikan sebagai variant under monitoring atau dalam tahap pemantauan.
2. Varian ini punya banyak mutasi

Analisis yang dipublikasikan di The Lancet Infectious Diseases menyebut BA.3.2 sebagai “varian saltasi potensial”, yaitu varian yang mengalami lonjakan mutasi dalam waktu singkat.
Tercatat, varian ini memiliki sekitar 70–75 mutasi pada spike protein, jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan varian sebelumnya.
Mengacu pada laporan CDC dan studi tersebut, tingginya jumlah mutasi pada varian ini diduga dapat mempermudah virus menghindari perlindungan yang terbentuk dari infeksi sebelumnya maupun vaksinasi.
Namun, temuan laboratorium juga menunjukkan kemampuan BA.3.2 untuk menempel pada reseptor ACE2 di paru-paru tidak sekuat varian lain sehingga dampaknya masih terus diteliti lebih lanjut.
3. Gejala Varian Cicada, masih mirip COVID sebelumnya

Dari sisi gejala, varian BA.3.2 atau “Cicada” tidak menunjukkan perbedaan mencolok dibandingkan varian COVID-19 sebelumnya. Keluhan yang umum dilaporkan masih seputar batuk, demam, kelelahan, pilek, hingga sakit tenggorokan.
Meski memiliki banyak mutasi yang berpotensi memengaruhi penularan atau respons imun, hingga kini belum ada bukti kuat bahwa varian ini menyebabkan penyakit yang lebih berat.
Itu dia informasi tentang COVID ‘Cicada’ turunan Omicron terdeteksi di 25 negara. Langkah pencegahan seperti vaksinasi, menjaga kebersihan, dan tetap waspada tetap dianjurkan, tanpa perlu menimbulkan kepanikan berlebihan.
FAQ Tentang Covid
| 1. Bagaimana cara menghilangkan virus COVID dengan cepat? | Obat antivirus paling efektif jika dimulai dalam 48 jam pertama setelah munculnya gejala. Jika digunakan dengan tepat, obat ini dapat mempersingkat durasi penyakit dan mengurangi risiko komplikasi. |
| 2. Bisakah Covid sembuh sendiri? | Ya, COVID umumnya bisa sembuh sendiri melalui sistem imunitas tubuh yang kuat, terutama pada kasus ringan atau tanpa gejala. |
| 3. Covid bisa menular lewat apa saja? | COVID-19 tak hanya menular melalui kontak langsung atau kontak dekat dengan penderita COVID-19, tetapi juga bisa terjadi via udara. |
















-yqiw83mtJ0caz9pWJ6QPJm4gJ0FromqF.jpg)

