Meski sering dianggap bagian dari gaya hidup sehat, diet ini sebenarnya wajib dilakukan oleh orang yang punya kondisi medis tertentu, seperti:
1. Penyakit celiac (celiac disease)
Melansir dari Celiac Disease Foundation, penyakit celiac adalah kondisi autoimun ketika tubuh bereaksi terhadap gluten dan menyerang usus halus. Jika kondisi ini terus berlanjut, dinding usus akan rusak sehingga tubuh kesulitan menyerap nutrisi penting.
Akibatnya, penderita bisa mengalami berbagai gejala seperti diare, kembung, anemia, kelelahan, hingga penurunan berat badan. Karena sifatnya kronis, penderita celiac wajib menjalani diet gluten free seumur hidup untuk menjaga kesehatan usus dan mencegah komplikasi.
2. Non-celiac gluten sensitivity (NCGS)
Tidak semua orang yang bereaksi terhadap gluten punya penyakit celiac. Ada juga kondisi yang disebut sensitivitas gluten non-celiac. Menurut Harvard Health Publishing gejalanya mirip celiac, tapi hasil tes medis tidak menunjukkan kerusakan usus.
Orang dengan NCGS bisa merasakan kembung, sakit perut, pusing, nyeri sendi, bahkan mudah lelah setelah mengonsumsi gluten. Bedanya, kondisi ini belum dikategorikan sebagai penyakit autoimun.
Walau begitu, cara mengatasinya tetap sama yaitu dengan menghindari makanan mengandung gluten supaya tubuh terasa lebih nyaman dan tidak mudah mengalami reaksi negatif.
3. Alergi Gandum (Wheat Allergy)
Melansir dari American College of Allergy, Asthma & Immunology, alergi gandum terjadi ketika sistem imun tubuh bereaksi terhadap protein dalam gandum, bukan hanya gluten. Reaksinya bisa ringan seperti gatal-gatal, tapi juga bisa berat hingga menyebabkan anafilaksis.
Kondisi ini sering dialami anak-anak, tapi bisa juga terjadi pada orang dewasa. Bedanya dengan celiac, alergi gandum bisa muncul langsung setelah makan makanan tertentu.
Penderita alergi gandum umumnya harus menghindari semua produk berbahan gandum, bukan cuma gluten, tapi diet gluten free sering jadi langkah awal untuk mencegah reaksi alergi.
4. Masalah Pencernaan Tertentu
Beberapa orang yang mengalami irritable bowel syndrome (IBS) atau gangguan pencernaan kronis lainnya juga melaporkan tubuhnya lebih nyaman setelah mengurangi gluten. Cleveland Clinic mencatat, diet gluten free kadang direkomendasikan dokter untuk membantu meredakan gejala seperti perut kembung dan nyeri.
Walaupun tidak semua kasus IBS terkait gluten, banyak pasien merasakan perbedaan setelah mengurangi makanan berbahan tepung. Hal ini karena sebagian besar makanan yang mengandung gluten juga tinggi karbohidrat fermentasi yang sulit dicerna.
Artinya, diet gluten free bisa jadi opsi pendukung, bukan terapi utama. Tetap perlu konsultasi dokter dulu, ya, Ma!