Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apa Itu Inner Child? Kenali Tanda dan Cara Penyembuhannya
Pexels/Weewe Tan
  • Inner child adalah bagian alam bawah sadar yang menyimpan emosi, kenangan, dan luka masa kecil yang memengaruhi cara berpikir serta berhubungan di masa dewasa.
  • Penyebab inner child terluka meliputi pengabaian emosional, pola asuh otoriter, trauma masa kecil, kehilangan sosok penting, hingga kondisi keluarga tidak stabil.
  • Penyembuhan dilakukan dengan menyadari luka batin, melakukan journaling dan self-care, re-parenting diri sendiri, serta mencari bantuan profesional bila diperlukan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu bereaksi sangat meledak-ledak terhadap sebuah masalah kecil, atau tiba-tiba merasa sangat cemas karena takut mengecewakan orang lain? 

Kadang, reaksi emosional yang terasa berlebihan tersebut bukanlah ulah dirimu yang sekarang sudah dewasa, melainkan respons dari sosok "anak kecil" yang masih hidup di dalam batinmu.

Kita semua memiliki masa lalu yang membentuk cara kita berpikir, bertindak, dan menjalin hubungan di masa kini. Dalam dunia psikologi, sosok kecil di dalam diri kita ini dikenal dengan istilah inner child

Lalu, sebenarnya apa itu inner child? Berikut Popmama.com rangkum apa itu inner child? Yuk, simak sampai habis!

Memahami Apa Itu Inner Child

Pexels/Hoàng Bầu

Bayangkan di dalam pikiran alam bawah sadarmu, ada versi dirimu saat masih kanak-kanak yang ikut tumbuh bersamamu hingga hari ini. Mengutip dari Harley Therapy, konsep ini pertama kali diusulkan oleh tokoh psikologi Carl Jung yang menyebutnya sebagai divine child

Secara sederhana, inner child adalah bagian dari alam bawah sadar kita yang menyimpan memori, emosi, keyakinan, serta pengalaman masa kecil.

Dilansir dari Cleveland Clinic, inner child bukanlah anak kecil sungguhan yang ada di dalam tubuh, melainkan representasi dari kepolosan, rasa ingin tahu, kebahagiaan, sekaligus luka dan trauma yang pernah kamu rasakan saat proses tumbuh kembang. 

Saat kamu memiliki masa kecil yang penuh kasih, inner child akan membentukmu menjadi orang dewasa yang percaya diri. Sebaliknya, jika ada kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi, sosok ini akan terluka dan terus meminta perhatian di usia dewasamu.

Penyebab Inner Child

Pexels/Muhammad Erdiyansyah Putra

Dilansir dari situs Verywell Mind, masa lalu dan lingkungan sangat membentuk diri kita hari ini. Berikut adalah beberapa penyebab utamanya:

  1. Pengabaian emosional (emotional neglect): Saat kamu masih kecil, orang tua mungkin hadir secara fisik, namun tidak pernah memvalidasi perasaanmu saat kamu sedih atau takut.

  2. Pola asuh yang kaku atau otoriter: Hidup di bawah tuntutan orang tua yang selalu menuntut kesempurnaan tanpa memberikan ruang bagimu untuk berekspresi.

  3. Trauma masa kecil: Segala bentuk pelecehan fisik, verbal, maupun emosional yang terjadi di lingkungan rumah atau sekolah.

  4. Kehilangan sosok penting: Perceraian orang tua atau kehilangan anggota keluarga yang menjadi tempat berlindung di masa kecil.

  5. Kondisi keluarga yang tidak stabil: Tumbuh di lingkungan keluarga yang penuh konflik atau memiliki orang tua dengan gangguan kecanduan, membuat kamu harus "menjadi dewasa" terlalu cepat.

Tanda-Tanda Inner Child

Pexels/Nguyễn Tiến Thịnh

Dikutip dari Cleveland Clinic, berikut adalah tanda-tanda yang sering muncul jika sosok kecil di dalam dirimu sedang terluka:

  1. Kecenderungan people-pleasing: Kamu merasa sangat sulit untuk berkata "tidak" karena ada ketakutan mendalam akan penolakan.

  2. Sering melakukan self-sabotage: Saat hidupmu mulai tenang dan bahagia, kamu secara tidak sadar sering merusaknya karena merasa tidak pantas menerima kebahagiaan tersebut.

  3. Ketakutan akan ditinggalkan (abandonment issues): Kamu sering merasa cemas dan insecure berlebihan dalam hubungan asmara karena takut pasanganmu akan pergi.

  4. Emosi yang meledak-ledak: Kamu mudah tersinggung, menangis, atau marah besar hanya karena masalah sepele yang sebenarnya bisa dibicarakan baik-baik.

  5. Kesulitan menetapkan batasan (boundaries): Sering membiarkan orang lain melewati batas dan menyakitimu karena sejak kecil kamu terbiasa tidak punya suara.

Cara Mengatasi Inner Child

Pexels/cottonbro studio

Dikutip dari Recovery Ways, berikut adalah cara mengatasinya:

  1. Menyadari kehadirannya: Akui bahwa ada bagian dari dirimu yang masih terluka. Jangan ditolak atau diabaikan, tapi terima kenyataan bahwa rasa sakit itu ada.

  2. Mendengarkan apa yang dibutuhkan: Saat kamu merasa marah atau sedih, tanyakan pada dirimu, "Apa yang sebenarnya sedang ditakutkan oleh versi kecil diriku saat ini?"

  3. Lakukan journaling: Cobalah menulis surat dengan penuh kasih sayang untuk dirimu di masa kecil. Katakan padanya bahwa kamu sekarang sudah aman dan akan melindunginya.

  4. Bermain dan bersenang-senang: Lakukan kembali hobi masa kecil yang dulu tidak sempat atau dilarang untuk kamu lakukan, seperti menggambar, mewarnai, atau bermain di taman.

Proses Penyembuhan

Pexels/Thirdman

Dikutip dari Recovery Ways, menyembuhkan inner child adalah kunci utama untuk menemukan kedamaian batin. Berikut adalah proses penyembuhan yang harus dijalani:

  1. Re-parenting (Mengasuh kembali diri sendiri): Jadilah figur orang tua yang penuh kasih untuk dirimu sendiri. Berikan afirmasi positif, cinta, dan perlindungan yang dulu gagal kamu dapatkan.

  2. Menerima emosi tanpa menghakimi: Izinkan dirimu merasa sedih, marah, atau kecewa tanpa menyebut dirimu cengeng atau lemah.

  3. Membangun rutinitas self-care: Mulailah memprioritaskan kesejahteraan fisik dan mentalmu. Perawatan diri yang konsisten membuktikan kepada alam bawah sadarmu bahwa kamu berharga.

  4. Terapi Psikodinamik: Terapi psikodinamik adalah pendekatan terapi yang sangat membantu dalam penyembuhan inner child.Terapi ini berpendapat bahwa masa lalu kita membentuk masa kini kita, dan fokusnya adalah membantu menyembuhkan trauma masa lalu.

  5. Berkonsultasi dengan profesional: Jika trauma masa lalu terasa terlalu berat untuk ditanggung sendiri, mencari bantuan psikolog atau terapis adalah langkah paling berani dalam proses penyembuhan ini.

Nah, itulah pembahasan mengenai apa itu inner child? Semoga bermanfaat!

Editorial Team

Related Article