Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Itu Mata Heterochromia? Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Apa Itu Mata Heterochromia? Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya
Pexels/DUONG QUÁCH
Intinya Sih
  • Heterochromia adalah kondisi langka ketika seseorang memiliki warna mata berbeda akibat distribusi melanin yang tidak merata pada iris.
  • Kondisi ini terbagi menjadi tiga jenis utama: lengkap, parsial, dan sentral, masing-masing menampilkan pola warna unik pada mata.
  • Heterochromia bisa bersifat bawaan karena mutasi genetik atau muncul kemudian akibat cedera, penyakit, atau obat; pengobatan tergantung penyebab dasarnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Mata merupakan indra pelihat yang penting bagi manusia. Di Indonesia sendiri, mayoritas dari kita terlahir dengan warna bola mata gelap, seperti cokelat pekat atau hitam. 

Namun, pernahkah kamu berpapasan dengan seseorang yang memiliki warna mata berbeda antara sebelah kiri dan kanannya? Atau mungkin, di dalam satu bola mata terdapat campuran warna yang sangat kontras seperti biru dan cokelat?

Bagi sebagian orang, fenomena ini mungkin terlihat seperti hasil dari lensa kontak atau filter kamera. Padahal, kondisi mata dengan warna yang berbeda ini adalah fenomena medis nyata yang dikenal dengan sebutan heterochromia.

Nah, untuk lebih jelasnya, berikut Popmama.com membahas mengenai apa itu mata heterochromia. Yuk, simak sampai habis!

Table of Content

Pengertian Mata Heterochromia

Pengertian Mata Heterochromia

Apa Itu Mata Heterochromia_ 2.jpg
Pexels/cottonbro studio

Buat kamu yang masih asing dengan istilah ini, mari kita mulai dari dasar. Secara sederhana, heterochromia adalah suatu kondisi di mana seseorang memiliki warna mata yang berbeda, baik antara mata kanan dan kiri, maupun variasi warna di dalam satu mata yang sama. 

Mengutip dari American Academy of Ophthalmology (AAO), warna mata kita sejatinya sangat bergantung pada jumlah dan distribusi melanin (pigmen warna) yang ada di bagian iris, yaitu bagian mata yang berwarna.

Pada mata yang berwarna cokelat gelap, terdapat jumlah melanin yang sangat melimpah. Sebaliknya, mata yang berwarna biru, hijau, atau abu-abu memiliki jumlah melanin yang jauh lebih sedikit. 

Nah, pada kasus heterochromia, konsentrasi dan distribusi melanin ini tidak merata. Hal inilah yang kemudian menciptakan gradasi atau perbedaan warna yang sangat mencolok pada pandangan seseorang. 

Kondisi ini terbilang cukup langka pada manusia, meski kamu mungkin lebih sering melihatnya pada hewan peliharaan seperti kucing atau anjing ras tertentu.

Mengenal Jenis-Jenis Mata Heterochromia

Apa Itu Mata Heterochromia_ 3.jpg
Pexels/Tabitha Favo

Setelah memahami pengertian dasarnya, kamu juga perlu tahu bahwa kondisi ini tidak selalu tampil dalam bentuk yang sama pada setiap orang. 

Berdasarkan polanya, heterochromia terbagi menjadi tiga jenis utama yang memiliki keunikan visual masing-masing:

  • Heterochromia lengkap (Complete heterochromia): Ini adalah jenis yang paling ikonik dan sering dibayangkan oleh banyak orang. Pada kondisi ini, satu mata memiliki warna yang sepenuhnya berbeda dengan mata sebelahnya. Misalnya, mata kiri berwarna cokelat gelap, sedangkan mata kanan berwarna biru terang.
  • Heterochromia parsial atau sektoral (Sectoral heterochromia): Alih-alih berbeda secara utuh di kedua mata, jenis parsial ini terjadi ketika hanya ada satu bagian atau "bercak" pada iris mata yang warnanya berbeda dari bagian iris lainnya. Bentuknya sering kali terlihat seperti irisan pizza yang berbeda warna di dalam satu lingkaran mata.
  • Heterochromia sentral (Central heterochromia): Jenis yang satu ini ditandai dengan adanya cincin warna yang berbeda di sekitar batas pupil (bagian tengah mata). Sebagai contoh, bagian pinggir iris matanya berwarna hijau, namun terdapat warna emas atau cokelat yang melingkar tepat di area tengah dekat pupil.

Apa Saja Penyebab Mata Heterochromia

Apa Itu Mata Heterochromia_ 4.jpg
Pexels/Jimmy Elizarraras

Melansir dari Cleveland Clinic, penyebab heterochromia secara garis besar bisa dibagi menjadi dua kategori berdasarkan waktu kemunculannya: bawaan lahir (congenital) atau didapat pada kemudian hari (acquired).

1. Faktor Bawaan Lahir (Congenital Heterochromia)

Sebagian besar orang yang memiliki kondisi ini sudah membawanya sejak mereka dilahirkan. Penyebab utamanya adalah mutasi genetik yang terjadi selama perkembangan janin. 

Mutasi ini memengaruhi bagaimana pigmen melanin didistribusikan ke dalam mata. Menariknya, mutasi genetik ini umumnya bersifat jinak, alias tidak memengaruhi kesehatan mata maupun ketajaman penglihatan sama sekali. 

Namun, dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, heterochromia bawaan bisa jadi merupakan tanda dari sindrom bawaan tertentu, seperti sindrom Horner atau neurofibromatosis.

2. Kondisi yang Didapat (Acquired Heterochromia)

Berbeda dengan kondisi bawaan, warna mata ternyata juga bisa berubah ketika seseorang sudah dewasa! 

Jika seseorang yang awalnya memiliki warna mata seragam tiba-tiba mengalami perubahan warna, hal ini biasanya dipicu oleh faktor eksternal atau penyakit. Beberapa penyebab paling umum meliputi:

  • Cedera pada mata: Benturan keras atau trauma fisik pada mata bisa menyebabkan perdarahan dan merusak sel-sel melanosit di iris, sehingga warna mata berubah.
  • Glaukoma dan obat-obatannya: Penyakit glaukoma, serta penggunaan obat tetes mata glaukoma dalam jangka panjang, diketahui dapat merangsang penambahan pigmen cokelat pada mata.
  • Peradangan: Kondisi medis seperti uveitis (peradangan pada lapisan tengah mata) bisa menyebabkan hilangnya pigmen warna seiring berjalannya waktu.
  • Tumor: Tumor, baik jinak maupun ganas, yang tumbuh di area mata juga bisa memengaruhi warna iris.

Cara Menyembuhkan Mata Heterochromia

Apa Itu Mata Heterochromia_ 5.jpg
Pexels/Michał Robak

Lalu, masuk ke pertanyaan yang tak kalah penting: apakah kondisi ini berbahaya dan bagaimana cara menyembuhkan heterochromia?

Jawabannya sangat bergantung pada penyebab dasarnya. Mengutip dari American Academy of Ophthalmology (AAO), jika heterochromia tersebut sudah ada sejak lahir dan tidak disertai keluhan atau penyakit penyerta lainnya, maka kondisi ini tidak memerlukan pengobatan atau penyembuhan sama sekali. 

Ini hanyalah variasi genetik yang cantik dan membuat penampilan seseorang menjadi lebih spesial. Kalaupun seseorang merasa kurang percaya diri, dokter biasanya hanya akan menyarankan penggunaan lensa kontak berwarna untuk menyamakan warna kedua matanya.

Namun, ceritanya akan berbeda jika perubahan warna mata terjadi secara tiba-tiba di masa dewasa (acquired heterochromia). Dalam kasus ini, pengobatannya tidak difokuskan pada mengubah warna matanya kembali, melainkan pada menyembuhkan penyakit yang mendasarinya. 

Misalnya, jika perubahan warna disebabkan oleh peradangan atau uveitis, dokter akan meresepkan obat anti-inflamasi atau kortikosteroid. 

Jika dipicu oleh glaukoma, terapi akan difokuskan untuk mengontrol tekanan bola mata. Begitu pula jika ada cedera, penanganan trauma matanya akan diprioritaskan.

Nah, itulah tadi pembahasan mengenai apa itu mata heterochromia. Suatu kondisi langka pada mata. Semoga bermanfaat!

Share Article
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias

Related Articles

See More