Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Itu Plant Forward Diet yang Lagi Tren? Ini Penjelasannya

Apa Itu Plant Forward Diet yang Lagi Tren? Ini Penjelasannya
Pexels/Towfiqu barbhuiya
Intinya Sih
  • Plant-forward diet menekankan konsumsi bahan pangan nabati seperti sayur, buah, dan biji-bijian, namun tetap memperbolehkan produk hewani dalam porsi kecil sebagai pelengkap rasa.

  • Penerapan diet ini dilakukan bertahap dengan memperbanyak porsi makanan nabati di piring, mencoba hari tanpa daging, serta bereksperimen dengan sumber protein nabati seperti tahu dan kacang-kacangan.

  • Manfaatnya mencakup peningkatan kesehatan melalui penurunan risiko penyakit kronis serta kontribusi positif terhadap lingkungan dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dari industri peternakan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Akhir-akhir ini, linimasa media sosial sering kali dipenuhi dengan berbagai tren gaya hidup sehat yang sangat menarik perhatian. 

Salah satu yang belakangan cukup ramai diperbincangkan oleh banyak orang adalah plant-forward diet

Tren pola makan yang satu ini seolah menjadi angin segar bagi siapa saja yang ingin mulai hidup lebih sehat, tetapi masih belum sanggup meninggalkan kelezatan olahan daging sepenuhnya.

Mengubah kebiasaan makan keluarga di rumah memang bukan perkara yang mudah, ya. Terkadang, bayangan akan diet ketat justru membuat kita stres duluan sebelum mencobanya. 

Lalu, bagaimana cara melakukan diet ini agar efektif? Berikut Popmama.com rangkum mengenai apa itu plant forward diet yang lagi tren? Simak sampai habis, ya!

Table of Content

Definisi Plant Forward Diet

Definisi Plant Forward Diet

Apa itu Plant Forward Diet yang lagi tren_  2.jpg
Pexel/cottonbro studio

Mungkin kamu langsung bertanya-tanya saat mendengar istilah ini. Bukannya sama saja dengan menjadi seorang vegan atau vegetarian? 

Mengutip dari laman sustainability.yale.edu, plant-forward diet adalah sebuah pola makan yang mengutamakan atau menekankan pada konsumsi bahan pangan nabati, tetapi tidak secara mutlak menolak konsumsi produk hewani.

Dalam pola makan ini, sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh (whole grains), kacang-kacangan, dan polong-polongan mengambil peran sebagai porsi utama di atas piring makan. 

Sementara itu, daging merah, unggas, atau makanan laut (seafood) tidak lagi disajikan sebagai hidangan utama, melainkan hanya sebagai hidangan pendamping atau bahkan sekadar pelengkap cita rasa (garnish). 

Jadi, kamu tidak perlu merasa bersalah kalau sesekali masih ingin menyantap sate ayam atau sup daging sapi hangat di akhir pekan. 

Fleksibilitas inilah yang membuat diet plant-forward terasa sangat membumi, mudah diadaptasi, dan pastinya tidak menyiksa lidah.

Cara Melakukan Plant Forward Diet

Apa itu Plant Forward Diet yang lagi tren_  3.jpg
Pexel/Gustavo Fring

Memulai sesuatu yang baru sering kali terasa berat jika dilakukan secara drastis. Oleh sebab itu, cara terbaik untuk menerapkan plant-forward diet adalah melalui langkah-langkah kecil yang konsisten setiap harinya.

Pertama, kamu bisa mulai dengan mengubah proporsi isi piring. Jika biasanya sepotong steak atau ayam goreng berukuran besar mendominasi setengah bagian piring, kini cobalah untuk menukarnya. 

Jadikan tumis sayur-sayuran, tahu, tempe, atau salad segar sebagai komponen terbesar yang mengisi piring, lalu tambahkan sedikit irisan daging hanya untuk memberikan rasa gurih.

Kedua, kamu bisa mencoba mengadopsi gerakan Meatless Monday atau memilih satu hari khusus dalam seminggu di mana keluarga sama sekali tidak mengonsumsi daging. 

Di hari tersebut, kamu bisa berkreasi dengan resep-resep berbahan dasar nabati yang kaya rempah.

Ketiga, mulailah berani bereksplorasi dengan sumber protein nabati. Kacang merah, kacang hijau, edamame, jamur, dan oatmeal adalah bahan-bahan yang bisa diolah menjadi sajian yang lezat.

Manfaat Melakukan Plant Forward Diet

Apa itu Plant Forward Diet yang lagi tren_  4.jpg
Pexel/Gustavo Fring

Berbicara soal manfaat, plant-forward diet menawarkan kebaikan ganda yang sangat luar biasa, tidak hanya bagi kesehatan, tetapi juga bagi kelestarian lingkungan tempat kita tinggal.

Dari segi kesehatan medis, pola makan yang kaya akan serat nabati, vitamin, dan antioksidan ini terbukti secara ilmiah mampu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis. 

Mengurangi porsi daging merah yang berlemak dan menggantinya dengan sayuran akan membantu menurunkan kadar kolesterol jahat, menjaga kestabilan gula darah, serta meminimalkan risiko penyakit jantung koroner dan diabetes tipe 2. 

Selain itu, asupan serat yang tinggi juga sangat bagus untuk melancarkan pencernaan dan menjaga berat badan tetap ideal.

Sementara itu, dari kacamata lingkungan hidup, mengurangi konsumsi daging berarti kita turut berkontribusi dalam menekan emisi gas rumah kaca global. 

Seperti yang kita tahu, industri peternakan skala besar membutuhkan jutaan liter air bersih, lahan yang sangat luas, dan menghasilkan jejak karbon yang tinggi. 

Itulah penjelasan mengenai itu plant forward diet yang lagi tren? Semoga bermanfaat dan bisa jadi opsi untuk gaya hidup sehat.

FAQ Seputar Plant Forward Diet

Apakah diet berbasis tumbuhan lebih sehat?

Diet berbasis tumbuhan (plant-based diet) umumnya dianggap lebih sehat karena kaya serat, vitamin, dan antioksidan dari sayur, buah, kacang-kacangan, serta biji-bijian. Pola makan ini juga dapat membantu menurunkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Namun, tetap perlu memperhatikan keseimbangan nutrisi seperti protein, zat besi, dan vitamin B12 agar kebutuhan tubuh terpenuhi.

Apa tanda diet berhasil?

Tanda diet berhasil tidak hanya dilihat dari penurunan berat badan, tetapi juga dari perubahan positif seperti tubuh terasa lebih bugar, energi meningkat, kualitas tidur membaik, dan lingkar tubuh mengecil. Selain itu, hasil pemeriksaan kesehatan seperti tekanan darah atau kadar gula darah yang lebih stabil juga bisa menjadi indikator keberhasilan.

Ciri-ciri tubuh sedang membakar kalori?

Saat tubuh sedang membakar kalori, beberapa tanda yang bisa dirasakan antara lain meningkatnya suhu tubuh, berkeringat, detak jantung yang lebih cepat, serta napas yang sedikit lebih berat terutama saat beraktivitas fisik. Proses ini dikenal sebagai metabolisme, yaitu cara tubuh mengubah energi dari makanan menjadi tenaga.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Related Articles

See More