Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Jenis Belut Laut Beracun, Tidak Bisa Dimakan dan Berbahaya bagi Tubuh

5 Jenis Belut Laut Beracun, Tidak Bisa Dimakan dan Berbahaya bagi Tubuh
Wikimedia Commons/Kris Mikael Krister
Intinya Sih
  • Artikel menjelaskan lima jenis belut laut beracun, termasuk giant moray dan green moray, yang mengandung racun ciguatera berbahaya bagi manusia meski sudah dimasak.

  • Beberapa spesies seperti yellow-edged dan mediterranean moray memiliki racun tambahan berupa protein toksik atau lendir iritan yang dapat menyebabkan infeksi, gatal, hingga kerusakan sel darah merah.

  • Artikel menekankan pentingnya mengenali spesies beracun ini agar masyarakat tidak sembarangan menyentuh atau mengonsumsi belut laut demi mencegah risiko keracunan serius.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bermain di pantai atau snorkeling melihat keindahan bawah laut memang sangat menyenangkan. Namun, di balik terumbu karang yang cantik, ada penghuni laut yang perlu kita waspadai agar tidak sembarangan disentuh atau dikonsumsi.

Salah satu yang sering membuat orang terkecoh adalah belut laut atau moray eel. Meski terlihat tenang di celah karang, beberapa jenis belut laut mengandung racun berbahaya yang bisa berakibat fatal jika masuk ke tubuh manusia.

Berikut Popmama.com sajikan 5 jenis belut laut beracun yang tidak bisa dimakan. Yuk, simak sampai habis!

Table of Content

1. Giant moray (Gymnothorax javanicus)

1. Giant moray (Gymnothorax javanicus)

Belut Laut Beracun, Tidak Bisa Dimakan 2.jpg
Pexels/Francesco Ungaro

Jenis pertama ini adalah penguasa di wilayahnya. Belut moray raksasa, atau Giant Moray, dapat mencapai panjang hingga tiga meter.

Makhluk ini sangat dikenal di kalangan penyelam berkat penampilan wajahnya yang khas, tetapi perlu diingat bahwa belut ini berada di puncak rantai makanan.

Mengutip dari abyss.com.au, sebagai predator tertinggi, giant moray kerap menumpuk racun yang disebut ciguatera. Racun tersebut berasal dari dinoflagellata (mikroorganisme laut) yang dimakan oleh ikan‑ikan kecil, kemudian ikan‑ikan kecil itu dimangsa oleh belut tersebut.

Jika mengonsumsi dagingnya, racun ciguatera tidak akan hilang meskipun telah dimasak pada suhu tinggi. Gejala yang muncul dapat meliputi mual berat hingga gangguan saraf kronis.

2. Yellow-edged moray (Gymnothorax flavimarginatus)

Belut Laut Beracun, Tidak Bisa Dimakan 3.jpg
Wikimedia Commons/Bernard DUPONT

Setelah mengenal si raksasa, kita beralih ke saudaranya yang tidak kalah cantik tetapi mematikan, yaitu yellow-edged Moray. Sesuai namanya, belut ini memiliki ciri khas pinggiran sirip berwarna kekuningan. Namun, jangan biarkan kecantikannya menipu Mama, ya.

Belut jenis ini dikenal sangat agresif jika merasa terganggu. Selain gigitannya yang kuat dan bisa menyebabkan infeksi serius karena bakteri di mulutnya, yellow-edged Moray juga merupakan pembawa racun ciguatera yang sangat kuat. 

Mengonsumsi ikan ini sangat dilarang karena tingkat racunnya yang sulit diprediksi. Karena semakin tua usia belutnya, semakin banyak racun yang mengendap di dalam jaringan lemak dan organ dalamnya.

3. Mediterranean moray (Muraena helena)

Belut Laut Beracun, Tidak Bisa Dimakan 4.jpg
Wikimedia Commons/Matthieu Sontag

Bergeser sedikit ke perairan yang lebih jauh, ada mediterranean moray. Tahukah Mama bahwa darah dari belut Mediterranean Moray mengandung protein toksik yang disebut Ichthyotoxin? 

Protein ini dapat merusak sel darah merah manusia jika masuk ke sistem peredaran darah. Meskipun beberapa budaya mencoba mengolahnya dengan teknik khusus untuk menetralkan racun melalui panas, risiko kontaminasi tetaplah tinggi. 

Selain itu, kulitnya tidak bersisik dan dilapisi lendir yang berfungsi sebagai pelindung, tetapi lendir tersebut sering kali mengandung zat iritan yang bisa membuat kulit Mama gatal atau melepuh jika terkena langsung.

4. Spotted moray (Gymnothorax moringa)

Belut Laut Beracun, Tidak Bisa Dimakan 5.jpg
Wikimedia Commons/Betty Wills

Nah, kalau Mama sedang melihat dokumentasi bawah laut di kawasan Atlantik, mungkin Mama akan sering melihat spotted moray

Tubuhnya dipenuhi bintik-bintik kecil yang rapat, membuatnya tampak estetik di dalam air. Namun, di balik keindahan itu, terdapat bahaya yang mengintai para penyelam dan pemburu ikan.

Spotted moray memiliki deretan gigi yang tajam dan melengkung ke belakang. Gigitannya tidak hanya meninggalkan luka robek, tetapi juga bisa mentransfer racun ringan dari lendir kulitnya ke luka tersebut. 

Bicara soal dimakan, belut ini juga termasuk dalam daftar hitam karena potensi keracunan makanan laut yang tinggi. Rasanya mungkin tidak sebanding dengan risiko perawatan di rumah sakit yang harus dijalani akibat racun yang menyerang sistem pencernaan.

5. Green moray (Gymnothorax funebris)

Belut Laut Beracun, Tidak Bisa Dimakan 6.jpg
Wikimedia Commons/LASZLO ILYES

Terakhir, ada si hijau yang tampak mengintimidasi, green moray. Sebenarnya, warna aslinya bukan hijau, melainkan cokelat tua.  Warna hijau itu muncul karena adanya lapisan lendir berwarna kuning yang menutupi kulit birunya. 

Namun, jangan sampai rasa penasaran membuat Mama ingin menyentuhnya. Green moray dikenal memiliki wilayah kekuasaan yang sangat ketat. 

Ia tidak segan-segan menyerang siapa pun yang mendekat. Selain gigitannya yang bisa menyebabkan perdarahan hebat, daging belut hijau ini telah berkali-kali dilaporkan menjadi penyebab kasus keracunan ciguatera.

Mengutip dari floridamuseum.ufl.edu, keracunan ciguatera pada manusia akibat langsung mengonsumsi belut moray hijau berukuran besar telah tercatat.

Penyebabnya adalah dinoflagellata (mikroalga) yang tumbuh pada terumbu karang mati atau makroalga. Ikan herbivora yang memakan karang dan makroalga tersebut menumpuk racun yang dihasilkan dinoflagellata.

Meskipun insiden keracunan ciguatera sangat jarang, pencegahan terutama bergantung pada pengetahuan tentang spesies yang berpotensi beracun dan kehati-hatian dalam mengonsumsi makanan laut.

Mengonsumsi daging belut moray hijau menimbulkan risiko tinggi dengan manfaat yang sangat kecil dibandingkan dengan potensi bahayanya.

Nah, itulah penjelasan mengenai 5 belut laut beracun yang tidak bisa dimakan. Semoga bermanfaat, Ma.

FAQ Seputar Belut Laut Beracun yang Tidak Bisa Dimakan

Bagaimana bentuk belut laut?

Belut laut umumnya memiliki tubuh panjang, ramping, dan menyerupai ular dengan kulit licin tanpa sisik yang terlihat jelas. Salah satu contohnya adalah moray eel yang memiliki kepala besar, rahang kuat, serta sering hidup di celah-celah karang di laut.

Apa bedanya belut sawah dan belut rawa?

Perbedaan utama antara belut sawah dan belut rawa terletak pada habitat dan ukurannya. Monopterus albus atau belut sawah biasanya hidup di area persawahan dan ukurannya cenderung lebih kecil. Sementara belut rawa hidup di perairan rawa yang lebih dalam dan berlumpur, dengan ukuran yang bisa lebih besar serta warna tubuh yang sedikit berbeda.

Apa bedanya belut dan sidat?

Belut dan sidat sering dianggap sama, padahal berbeda. Belut seperti Monopterus albus tidak memiliki sirip dada dan umumnya hidup di air tawar. Sedangkan sidat seperti Anguilla memiliki sirip yang lebih lengkap dan memiliki siklus hidup unik, yaitu bermigrasi dari air tawar ke laut untuk berkembang biak.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Related Articles

See More