Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Cara Mandi yang Benar Menurut Dokter untuk Kulit Sehat dan Bersih

5 Cara Mandi yang Benar Menurut Dokter untuk Kulit Sehat dan Bersih
Freepik/gpointstudio
Intinya Sih
  • Dokter kulit Elizabeth Jones menekankan pentingnya memilih sabun sesuai tipe kulit, hindari pewangi dan pewarna buatan agar kelembapan alami kulit tetap terjaga.
  • Mandi sebaiknya dilakukan dengan lembut tanpa alat gosok kasar, gunakan air bersuhu suam-suam kuku untuk mencegah kulit kering dan iritasi.
  • Perawatan pascamandi penting dilakukan segera dengan pelembap saat kulit masih lembap, serta hindari produk berbahan alkohol agar kulit tetap sehat dan tidak sensitif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menjadi seorang ibu dengan jadwal harian yang padat sering kali membuat kehabisan waktu untuk merawat diri sendiri. 

Bagi sebagian besar perempuan, waktu berada di kamar mandi mungkin adalah satu-satunya me time berharga yang bisa dinikmati tanpa gangguan tangisan si kecil atau rentetan urusan rumah tangga lainnya. 

Mandi setelah seharian beraktivitas rasanya benar-benar ampuh untuk melepas penat sekaligus menyegarkan kembali tubuh kita. 

Namun, di balik rutinitas harian yang menenangkan ini, tahukah Mama bahwa cara kita membersihkan diri selama ini mungkin belum sepenuhnya tepat? 

Daripada penasaran cara yang benar seperti apa, berikut Popmama.com sajikan cara mandi yang benar menurut ahli. Yuk, simak sampai habis!

Table of Content

1. Memilih sabun yang tepat untuk kulit

1. Memilih sabun yang tepat untuk kulit

Cara Mandi yang Benar Menurut Dokter 2.jpg
freepik/freepik

Banyak dari kita mungkin sering tergiur dengan sabun berbusa melimpah dan beraroma wangi semerbak saat sedang berbelanja kebutuhan bulanan di swalayan. 

Wanginya memang enak saat dihirup, tetapi tahukah Mama, mengutip dari Jefferson Health.org, cara mandi yang benar menurut Dokter Kulit Elizabeth Jones ialah memilih sabun yang sesuai dengan tipe kulit. 

Bagi Mama atau anggota keluarga yang memiliki tipe kulit kering dan sensitif, sangat penting untuk memilih produk yang bisa meminimalkan iritasi.

Alih-alih tergiur dengan wangi bunga atau buah yang terlalu tajam, dr. Jones menyarankan agar kita mulai beralih ke sabun yang diformulasikan lembut, baik itu dalam bentuk cair maupun sabun batangan. 

Usahakan untuk sebisa mungkin menghindari sabun yang mengandung pewangi buatan (fragrance) atau pewarna tambahan, Ma. Pasalnya, bahan-bahan kimia sintetik tersebut justru dapat memicu kemerahan dan memperparah sensitivitas kulit. 

Saat berbelanja, rajin-rajinlah mengecek label kemasan bagian belakang dan pilihlah sabun yang memiliki keterangan hypoallergenic atau mengandung pelembap ekstra agar minyak alami kulit tetap terjaga utuh setelah dibilas.

2. Bersihkan tubuh dengan lembut

Cara Mandi yang Benar Menurut Dokter 3.jpg
Freepik/lifeforstock

Beralih ke tahap selanjutnya, siapa nih yang merasa ritual mandinya kurang afdal kalau tidak menggunakan alat gosok seperti shower puff

Sensasi menggosok tubuh hingga menghasilkan busa yang melimpah ruah memang terasa memuaskan. Namun faktanya, dr. Jones justru tidak merekomendasikan penggunaan alat gosok tersebut secara rutin sebagai pelengkap mandi harian.

Berdasarkan penjelasan medis, alat gosok berbentuk jaring rentan menjadi sarang bakteri dan jamur jika tidak dibilas serta dikeringkan dengan benar setelah dipakai. 

Selain itu, teksturnya yang lumayan kasar juga berisiko tinggi mengiritasi kulit dan merusak skin barrier. Sebagai gantinya, cukup gunakan usapan tangan yang bersih saat membasuh dengan sabun ke seluruh area tubuh. 

Usapan lembut dari telapak tangan sudah efektif untuk mengangkat kotoran tanpa membuat kulit menjadi rusak. 

Tubuh kita secara alami rutin mengelupas sel-sel kulit mati setiap saat. Jadi, jika Mama memang ingin melakukan eksfoliasi mendalam atau body scrubbing, cukup lakukan rutinitas tersebut satu hingga maksimal dua kali saja dalam seminggu agar kelembapan alami kulit tidak ikut tergerus habis.

3. Perhatikan suhu air, hindari mandi dengan suhu panas

Cara Mandi yang Benar Menurut Dokter 4.jpg
freepik/freepik

Setelah seharian penuh beraktivitas di luar ruangan, mengurus anak-anak, atau duduk berjam-jam di depan laptop, mengguyur tubuh dengan air panas memang terasa seperti surga dunia, ya, Ma. 

Rasa pegal di otot seolah luntur begitu saja bersama aliran air. Sayangnya, memanjakan diri dengan air panas yang terlalu lama justru menjadi kebiasaan yang harus segera dihentikan.

Suhu air memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan kondisi pertahanan pelindung kulit kita.

Mandi dengan air yang terlalu panas dapat meluruhkan dan menghilangkan minyak alami kulit. Dampaknya, kulit akan mengalami kekeringan. 

Tidak heran jika banyak orang yang tiba-tiba sering mengalami keluhan kulit gatal-gatal, pecah-pecah, hingga bersisik, terutama pada saat cuaca sedang dingin-dinginnya. 

Oleh karena itu, cara mandi yang benar menurut dokter adalah dengan mengatur suhu air menjadi suam-suam kuku saja. Jika Mama tetap ingin merasakan sedikit sensasi segar dan menenangkan, dr. Jones juga membocorkan sebuah trik jitu, yakni menurunkan suhu air menjadi lebih sejuk sesaat sebelum Mama melangkah keluar dari bilik kamar mandi.

4. Cukur bulu dengan cara yang aman

Cara Mandi yang Benar Menurut Dokter 5.jpg
Freepik/lifeforstock

Di sela-sela waktu mandi, tidak sedikit perempuan yang menyempatkan diri untuk mencukur bulu halus di area tubuh tertentu, seperti ketiak atau kaki. 

Mengingat Mama sering kali dikejar oleh keterbatasan waktu, proses bercukur kerap dilakukan secara terburu-buru tanpa persiapan kulit yang matang. 

Padahal, perlindungan kulit sebelum, selama, dan sesudah mencukur wajib diperhatikan dengan saksama agar tidak terjadi luka gores.

Agar rutinitas ini tidak berujung pada rasa perih atau timbulnya kemerahan (razor bumps), dr. Jones memberikan tips khusus:

  • Sebelum mulai mengayunkan pisau cukur, sangat disarankan untuk mengaplikasikan lotion yang bebas pewangi, tanpa alkohol, dan tanpa air sebagai pelindung awal. 
  • Selanjutnya, pastikan Mama menggunakan krim cukur yang berbahan dasar bebas minyak (oil-free) agar pisau bisa meluncur mulus. 

Satu hal yang juga jangan disepelekan ialah selalu perhatikan selalu kondisi alat cukur yang Mama simpan di kamar mandi. 

Jika pisau cukur sekali pakai milik Mama sudah mulai terlihat tidak tajam, atau bahkan menampakkan bintik karat, segeralah buang dan ganti dengan yang baru, ya! 

Penggunaan pisau cukur yang steril adalah kunci utama untuk mencegah terjadinya infeksi folikel rambut. 

Bila kulit Mama termasuk dalam kategori kulit sensitif, mengoleskan krim hidrokortison 1% sebanyak dua kali sehari pascabercukur bisa membantu meredakan benjolan yang membuat tidak nyaman.

5. Lakukan perawatan setelah mandi

Cara Mandi yang Benar Menurut Dokter 6.jpg
freepik/freepik

Langkah terakhir dalam rangkaian perawatan kebersihan tubuh ternyata tidak berhenti saat Mama mematikan keran air.

Menurut anjuran dokter Jones, sangat disarankan agar Mama tidak menunggu sampai kulit benar-benar kering kerontang untuk mulai memakai body lotion

Segera setelah keluar dari kamar mandi, cukup tepuk-tepuk tubuh dengan handuk bersih secara perlahan dan biarkan kondisi kulit tetap dalam keadaan setengah lembap. 

Dalam keadaan pori-pori yang masih sedikit terbuka dan basah inilah Mama harus langsung mengaplikasikan pelembap ke seluruh area tubuh. Formulasi pelembap akan terserap jauh lebih cepat dan bekerja optimal untuk mengunci kadar air di dalam lapisan jaringan kulit. 

dr. Jones juga mengingatkan agar Mama selalu menjauhkan diri dari produk lotion yang banyak mengandung alkohol atau berbahan dasar air secara dominan, karena bahan tersebut rentan membuat kulit sensitif terasa perih. 

Selain itu, batasi frekuensi mandi harian secukupnya saja, ya. Meskipun hawa di luar sedang panas terik, terlalu sering mandi justru akan membuat lapisan lemak pelindung alami kulit hilang sepenuhnya dan membuat permukaannya semakin kering bersisik.

Nah, itulah pembahasan mengenai cara mandi yang benar menurut dokter. Semoga bermanfaat, Ma.

FAQ Seputar Cara Mandi yang Benar Menurut Dokter

Apakah sakit flu boleh mandi?

Saat mengalami flu, mandi tetap diperbolehkan selama kondisi tubuh memungkinkan. Bahkan, mandi air hangat dapat membantu meredakan gejala seperti hidung tersumbat dan pegal-pegal. Namun, jika tubuh terasa sangat lemas atau demam tinggi, sebaiknya istirahat terlebih dahulu.

Apakah mandi bisa menurunkan tensi?

Mandi, terutama dengan air hangat, dapat membantu tubuh lebih relaks sehingga berpotensi menurunkan tekanan darah secara sementara. Namun, efeknya tidak bersifat permanen dan bukan pengganti pengobatan untuk hipertensi. Tetap diperlukan pola hidup sehat dan penanganan medis jika diperlukan.

Flu bagusnya mandi jam berapa?

Saat flu, waktu mandi yang disarankan adalah pagi atau sore hari dengan air hangat. Hindari mandi terlalu malam karena dapat membuat tubuh semakin tidak nyaman. Yang terpenting, sesuaikan dengan kondisi tubuh agar tidak memperparah gejala influenza.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Related Articles

See More