Secara medis, herpes genital tidak dapat disembuhkan secara total karena virus menetap dalam keadaan laten di saraf. Namun pemahaman tentang “bisa sembuh atau tidak” perlu dibahas lebih dalam.
Belum ada terapi yang bisa menghilangkan HSV 100%. Namun penelitian ke arah “functional cure” (virus tidak aktif seumur hidup) terus berkembang.
a. Bagaimana virus herpes bekerja di dalam tubuh?
Setelah seseorang terinfeksi, virus HSV akan:
Menginfeksi kulit atau mukosa.
Masuk ke ujung saraf sensorik.
Bergerak menuju ganglion saraf (misalnya, sacral ganglion untuk infeksi genital).
“Tidur” atau berada dalam fase laten.
Pada fase laten inilah tubuh tidak dapat mengenali virus sebagai ancaman. Itulah alasan mengapa HSV tidak bisa sepenuhnya dihapus oleh sistem imun.
b. Apa yang membuat herpes sering kambuh?
Ketika aktif, virus kembali ke permukaan kulit melalui jalur saraf yang sama dan menyebabkan gejala, mulai dari sensasi kesemutan, panas, nyeri, hingga lepuhan.
Menurut penelitian, virus yang tidur bisa aktif kembali akibat:
stres fisik atau emosional
sistem imun menurun
kurang tidur
infeksi lain
iritasi kulit atau gesekan pada area genital
menstruasi
paparan sinar UV (lebih umum pada HSV-1)
c. Apa kata penelitian global?
Mama mungkin bertanya-tanya bagaimana menurut penelitian global? Frekuensi kambuh cenderung menurun setiap tahun, bahkan beberapa orang tidak mengalami kambuh lagi setelah beberapa tahun.
WHO mencatat bahwa sekitar dua pertiga orang dewasa di dunia membawa HSV (baik HSV-1 atau HSV-2) dan sebagian besar tidak mengalami gejala.
CDC menekankan bahwa herpes tidak merusak organ, tidak menyebabkan kanker, dan tidak membuat tubuh semakin lemah, sehingga banyak pasien bisa hidup normal tanpa keluhan.
Dengan kata lain, virusnya tetap ada, tetapi aktivitasnya bisa sangat minimal hingga nyaris tidak mengganggu. Namun perlu diingat, bahwa virus ini bisa kambuh kapan saja.