Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Apakah Herpes Zoster Menular? Ini Fakta Sebenarnya!

Apakah Herpes Zoster Menular? Ini Fakta Sebenarnya!
istockphoto/TanyaLovus
Intinya sih...
  • Herpes zoster tidak menular lewat udara seperti flu atau campak.
  • Penularan terjadi hanya jika cairan dari lepuhan menyentuh kulit orang lain.
  • Risiko menular hampir nol ketika ruam sudah kering dan berkeropeng.
  • Penularan virus varicella-zoster dari pasien herpes zoster hanya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan lepuhan.
  • Virus tidak menyebar di udara, sehingga berada satu ruangan dengan penderita tidak otomatis membuat Mama tertular.
  • Penularan bisa terjadi jika seseorang: Menyentuh cairan lepuhan yang pecah, menyentuh handuk
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Herpes zoster atau shingles adalah infeksi kulit akibat reaktivasi virus varicella-zoster, virus yang sama yang menyebabkan cacar air.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus ini dapat “bangun” kembali ketika daya tahan tubuh melemah, stres meningkat, atau seseorang bertambah usia.

Banyak Mama yang masih bingung apakah herpes zoster menular, bagaimana penularannya, dan siapa yang paling berisiko terkena.

Berikut, Popmama.com akan menjelaskan apakah herpes zoster menular hingga fakta sebenarnya. Yuk simak penjelasannya dibawah ini.

Apakah Herpes Zoster Menular?

Apakah Herpes Zoster Menular? Ini Fakta Sebenarnya!
istockphoto/PonyWang

Menurut Mayo Clinic, herpes zoster bisa menular, tetapi penularannya tidak membuat orang lain langsung terkena herpes zoster. Ini adalah salah satu fakta terpenting yang sering salah dipahami.

Jika Mama terkena herpes zoster, Mama tidak akan menularkan herpes zoster kepada orang lain. Yang tertular adalah cacar air, bukan shingles, jika orang tersebut belum pernah cacar air atau belum divaksin.

Menurut Harvard Health Publishing, hal ini terjadi karena virus varicella-zoster hanya dapat menyebabkan herpes zoster ketika virusnya telah “tidur” lama di dalam saraf seseorang sejak episode cacar air pertama.

Jadi orang yang baru pertama kali terpapar tidak mungkin langsung shingles. Beberapa fakta dasar yang perlu Mama pahami :

  • Herpes zoster tidak menular lewat udara seperti flu atau campak.
  • Penularan terjadi hanya jika cairan dari lepuhan menyentuh kulit orang lain.
  • Risiko menular hampir nol ketika ruam sudah kering dan berkeropeng.
  • Herpes zoster lebih sering menyerang lansia karena sistem imun mulai menurun.

Jadi, jawabannya adalah "ya, herpes zoster bisa menular", tapi bukan seperti yang sering dibahas orang awam, dan risikonya sebenarnya lebih kecil dibanding penyakit lain.

Cara Penularan Herpes Zoster

Istockphoto/Olegmalyshev
Apakah Herpes Zoster Menular? Ini Fakta Sebenarnya!

Menurut World Health Organization (WHO), penularan virus varicella-zoster dari pasien herpes zoster hanya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan lepuhan.

Virus tidak menyebar di udara, sehingga berada satu ruangan dengan penderita tidak otomatis membuat Mama tertular. Penularan bisa terjadi jika seseorang:

  • Menyentuh cairan lepuhan yang pecah
  • Menyentuh handuk, bantal, pakaian, atau sprei yang terkontaminasi cairan ruam
  • Memiliki luka terbuka atau kulit sensitif yang bersentuhan langsung dengan area ruam pasien

Menurut Johns Hopkins Medicine, virus sangat mudah berpindah ketika lepuhan masih baru, basah, dan belum mengering. Karena itu dokter menyarankan penderita agar:

  • Menutup ruam dengan kain atau perban bersih
  • Tidak memecahkan lepuhan
  • Rajin mencuci tangan
  • Menghindari kontak erat dengan bayi, ibu hamil, dan orang dengan imun rendah

Sementara Mayo Clinic menegaskan bahwa batuk, bersin, dan berbicara tidak menularkan herpes zoster, sehingga interaksi jarak jauh sebenarnya aman. Namun, tetap harus berjaga jarak ya, Ma dan lebih baik mengisolasikan diri.

Bagaimana Bentuk Herpes Zoster dan Siapa yang Rentan Terkena?

Apakah Herpes Zoster Menular? Ini Fakta Sebenarnya!
istockphoto/Mumemories

Ruam shingles sering terlihat seperti “sabuk” atau garis panjang di pinggang, punggung, atau dada. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), herpes zoster biasanya muncul sebagai:

  • Ruam kemerahan yang memanjang mengikuti jalur saraf
  • Lepuhan kecil berisi cairan bening
  • Sensasi panas, kesemutan, atau nyeri seperti terbakar
  • Hanya muncul di satu sisi tubuh, tidak simetris

Menurut Mayo Clinic, ruam ini biasanya diawali rasa nyeri bertahan 2–3 hari sebelum bintil muncul, sehingga banyak pasien awalnya mengira sedang mengalami nyeri otot atau masalah saraf.

Kemudian, siapa yang rentan terkena? Menurut CDC:

  • Lansia usia 50 tahun ke atas
  • Orang dengan daya tahan tubuh rendah
  • Pasien diabetes, kanker, HIV, atau yang sedang kemoterapi
  • Orang yang mengalami stres berat dan kurang tidur
  • Individu yang pernah terkena cacar air

Sementara Harvard Health menyebutkan bahwa stres kronis dapat memicu reaktivasi virus karena menaikkan hormon kortisol, yang menekan sistem imun Mama.

Jadi Mama, herpes zoster memang menular, tapi penularannya terjadi secara spesifik, tidak lewat udara, dan tingkat resikonya jauh lebih rendah dibanding penyakit lainnya.

Dengan memahami bagaimana virus ini bekerja, apa bentuknya, dan siapa yang rentan, Mama bisa lebih tenang dan tahu langkah pencegahan yang tepat.

Informasi tentang apakah herpes zoster menular hingga fakta sebenarnya juga penting untuk melindungi bayi, ibu hamil, dan orang di sekitar yang memiliki imun rendah. Semoga bermanfaat, ya, Ma!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

Film Avatar: Fire and Ash Berhasil Raih Rp 12,7 Triliun dalam Dua Pekan

02 Jan 2026, 10:33 WIBLife