Menurut The Guardian, pemerintah Denmark sudah mengalokasikan dana untuk memperkuat kerja sama antara perpustakaan umum dan sekolah.
Harapannya, lebih banyak anak bisa mengenal bacaan berkualitas sejak dini lewat perpustakaan dan sekolah yang kini bekerja lebih erat.
Menteri Kebudayaan Engel-Schmidt juga berjanji memantau perkembangan harga buku agar manfaatnya benar-benar sampai ke tangan pembaca.
Jika penghapusan pajak hanya membuat laba penerbit naik tanpa menurunkan harga, ia siap mempertimbangkan ulang apakah kebijakan ini tepat.
Melansir Sweden Herald, dari sisi industri, para penerbit Denmark dalam laporan pada Mei 2025 meminta pemerintah menjamin akses buku fisik bagi semua warga, anak-anak maupun orang dewasa. Jadi, urusan membaca ini memang butuh kerja sama banyak pihak.
Jadi, keputusan Denmark untuk menghapus pajak buku bukan semata soal harga, melainkan upaya menumbuhkan lagi kebiasaan membaca generasi muda.
Meski masih perlu restu parlemen, rencana ini menunjukkan bahwa krisis membaca dianggap serius oleh pemerintahnya.
Nah, itulah pembahasan mengenai atasi krisis membaca Denmark hapus pajak buku hingga 25%. Semoga informatif dan bermanfaat!