10 Dampak Bahaya Bakteri Streptococcus

Tersiar kabar bahwa sampel salah satu susu UHT terkontaminasi oleh bakteri streptocccus

18 September 2018

10 Dampak Bahaya Bakteri Streptococcus
Pexels/Tookapic

Tahukah Mama apa itu streptococcus? Streptococcus itu adalah jenis bakteri gram positif yang terdapat di berbagai permukaan lingkungan.

Bakteri ini sangat mudah menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Streptococcus dapat menginfeksi pada manusia melalui sentuhan, luka terbuka, udara, hingga pada ibu yang sedang proses melahirkan.

Apalagi beberapa waktu lalu tersiar kabar bahwa sampel salah satu susu UHT (UltraHighTemperature) yang positif mengandung bakteri streptococcus.

Dari bakteri tersebut sudah terkontaminasi dengan susu UHT. Hal ini di kalangan orangtua menjadi banyak pertanyaan dan keraguan pada kemurnian susu yang sudah tercemar bahaya infeksi dari bakteri streptococcus.

Sedangkan streptococcus sendiri ada beberapa bagian, yaitu A, B, C, dan G yang bisa menyebabkan infeksi pada kulit, tenggorokan, rongga telinga, hingga kelamin.

Nah, Mama harus tahu beberapa infeksi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus A. Diantaranya sebagai berikut:

1. Radang amandel

1. Radang amandel
Pexels/Kristina Paukshtite

Bahaya dari bakteri streptococcus yaitu dapat menyebabkan radang amandel. Awalnya mulai merasa sakit saat menelan makanan atau minuman.

Lama-kelamaan bisa terjadi pembengkakan kelenjar.

2. Infeksi kulit impetigo

2. Infeksi kulit impetigo
Pexels/Dhyamis Kleber

Seseorang yang terserang bakteri streptococcus bisa mengalami infeksi kulit impetigo, yang ditandai dengan rasa perih dan benjolan berisi cairan (blister) pada bagian luar kulit. 

3. Selulitis

3. Selulitis
Pexels/Tatiana

Selulitis adalah infeksi kulit bagian dalam. Penyakit tersebut ditandai dengan adanya pembengkakan kulit berwarna merah dan disertai sakit hingga terasa panas.

Selulitis itu sendiri dapat menyebar dan berpindah ke kulit bagian atas.

4. Necrotising fascoitis

4. Necrotising fascoitis
Pexels/Rawpixel

Dari infeksi kulit tadi, necrotisingfascoitis juga bisa terkena siapa saja. Yakni infeksi pada kulit bagian dalam dan area yang berdekatan dengan otot manusia.

Penyebabnya menimbulkan rasa nyeri, bengkak serta kemerahan. Bahkan infeksi ini bisa menyebar dengan sangat cepat. 

Editors' Picks

5. Scarlet fever

5. Scarlet fever
Pexels/Ricardo Garcia

Bahaya lain dari bakteri streptococcus ialah juga bisa terjadi infeksi bakteri yang menimbulkan ruam dan kasar pada bagian permukaan kulit. 

6. Sinusitus

6. Sinusitus
Pexels/Jenna Hamra

Tak hanya penyakit kulit, bakteri streptococcus juga bisa terjadi infeksi pada rongga kecil di sekitar dahi dan tulang pipi. Sehingga orang tersebut menyebabkan hidung tersumbat serta rasa nyeri pada bagian wajah.

7. Penyakit Pneumonia

7. Penyakit Pneumonia
Pexels/Pixabay

Tak hanya sinusitis, ada pula penyakit pneumonia yang disebabkan bakteri streptococcus. Pneumonia adalah infeksi paru yang ditandai batuk yang tak kunjung sembuh serta sesak napas hingga nyeri pada dada. 

8. Hati-hati meningitis

8. Hati-hati meningitis
Pexels/Pixabay

Meningitis pun juga terjadi pada orang yang terkena bakteri streptococcus. Dimana terjadi infeksi bakteri yang telah mencapai selaput  otak. Ditandai dengan sakit kepala, muntah-muntah, leher kaku, dan ruam.

9. Sepsis

9. Sepsis
Pexels/Pixabay

Infeksi sepsis juga bisa menyerang siapa saja yang terkena bakteri streptococcus. Yaitu infeksi pada peredaran darah yang dapat menyebabkan gangguan kerja jantung, demam, dan napas yang memburu.

10. Toxic Shock Syndrome (TSS)

10. Toxic Shock Syndrome (TSS)
Pexels/Burst

Dari ToxicShockSyndrome (TSS) yang terjadi ialah munculnya gejala syok pada seseorang. Selain itu penderitanya mengalami pusing, mual, diare, dan menyebabkan pingsan akibat bakteri streptococcus A hingga mengeluarkan racun dalam aliran darah.

Setelah Mama tahu bahaya bakteri streptococcus, ada baiknya untuk melakukan pencegahan. Mama selalu membiasakan si Kecil dan anggota keluarga lainnya untuk lebih sering mencuci tangan, menjaga luka yang terbuka dengan menutupnya menggunakan perban steril, dan tidak memakai handuk maupun alat cukur secara bersamaan. Semoga bermanfaat.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.