Jawabannya iya. Mengutip Dairy Australia, sapi yang bahagia cenderung menghasilkan susu yang lebih sehat, sehingga kesejahteraan mereka selalu dipantau ketat oleh peternak dan dokter hewan. Setiap hari, susu yang diperah juga diuji, salah satunya lewat pengecekan kadar sel somatik yang bisa menandakan ada infeksi pada ambing sapi.
Penelitian dari University of Wisconsin-Madison turut memperkuat kaitan ini. Tim yang dipimpin Dr. Laura Hernandez menemukan bahwa infus serotonin, senyawa kimia yang sering dikaitkan dengan rasa bahagia, mampu meningkatkan kadar kalsium dalam darah sapi Holstein dan susu sapi Jersey yang baru melahirkan.
Temuan ini penting karena sekitar 5-10 persen populasi sapi perah di Amerika Utara mengalami hipokalsemia, kondisi kekurangan kalsium yang bisa memicu masalah imun, pencernaan, hingga menurunkan tingkat kehamilan sapi.
Mengutip penelitian dalam Jurnal Sains Ternak Tropis, sapi yang mengalami stres akan memproduksi hormon kortisol lebih tinggi, yang bisa mengganggu produksi susu, bahkan menurunkan jumlahnya. Belum lagi risiko mastitis atau radang kelenjar susu yang bisa muncul akibat kondisi kandang yang tidak nyaman.