Masakan Indonesia rasanya memang sulit dipisahkan dari bawang merah. Mulai dari ditumis di awal masak, dijadikan bumbu halus, sampai ditaburkan sebagai bawang goreng di atas makanan, bahan satu ini sering jadi kunci yang membuat masakan terasa lebih wangi, gurih, dan sedap.
Mitos atau Fakta, Benarkah Makan Bawang Merah Menyebabkan Bau Badan?

- Bawang merah dapat memicu bau badan karena kandungan senyawa sulfur yang dilepaskan saat dikonsumsi, terutama pada orang yang banyak berkeringat atau memiliki bakteri kulit aktif.
- Senyawa sulfur dari bawang merah diserap ke aliran darah dan dikeluarkan melalui keringat serta napas, sehingga aroma khasnya bisa bertahan beberapa jam setelah makan.
- Efek bau bawang bisa dikurangi dengan minum air putih, konsumsi buah segar seperti apel, menggunakan daun mint, dan menjaga kebersihan tubuh secara rutin.
Tidak heran kalau bawang merah hampir selalu ada di dapur banyak orang Indonesia.
Namun di balik perannya yang membuat makanan semakin nikmat, ada juga orang yang sengaja mengurangi konsumsi bawang merah karena khawatir bisa memicu bau badan atau bau mulut. Kira-kira hal ini cuma mitos atau memang ada penjelasan medisnya ya?
Untuk menjawab rasa penasaranmu, yuk ikut popmama.com membahas benarkah makan bawang merah menyebabkan bau badan berikut ini!
Table of Content
Bawang Merah Memang Bisa Memicu Bau Badan

Secara singkat, bawang merah memang bisa menyebabkan bau badan. Namun, efeknya biasanya bergantung pada jumlah yang dikonsumsi, kondisi tubuh masing-masing, dan seberapa aktif seseorang berkeringat.
Melansir dari India Today, bawang merah mengandung senyawa sulfur atau belerang alami dalam jumlah cukup tinggi. Saat bawang dipotong, ditumbuk, atau dikunyah, senyawa ini akan terlepas dan menghasilkan aroma tajam khas bawang.
Senyawa sulfur inilah yang kemudian ikut berperan dalam mengubah aroma tubuh setelah dikonsumsi.
Senyawa Bawang Masuk ke Aliran Darah

Banyak orang mengira aroma bawang hanya tertinggal di mulut. Padahal, prosesnya justru terjadi dari dalam tubuh.
Ohio State University Health menjelaskan bahwa setelah bawang merah dicerna, beberapa senyawa sulfur tidak langsung hancur sepenuhnya di lambung. Sebagian akan diserap ke aliran darah lalu beredar ke berbagai bagian tubuh.
Karena sifatnya mudah menguap, senyawa ini bisa bertahan selama beberapa jam sebelum akhirnya dikeluarkan tubuh. Itulah kenapa kadang seseorang masih tercium aroma bawang meskipun sudah beberapa waktu setelah makan.
Bisa Keluar Lewat Keringat

Setelah masuk ke aliran darah, tubuh akan mencoba membuang sisa senyawa tersebut lewat berbagai jalur, salah satunya melalui keringat.
Dikutip dari Medical News Today, saat tubuh berkeringat, senyawa sulfur dari bawang bisa ikut keluar melalui pori-pori kulit. Aroma ini biasanya lebih terasa di area tertentu seperti ketiak, sela paha, atau bagian tubuh yang cenderung lebih lembap.
Hal ini juga berkaitan dengan adanya kelenjar keringat apokrin, yaitu jenis kelenjar yang menghasilkan cairan lebih kental di area lipatan tubuh. Karena bercampur dengan protein dan lemak alami kulit, aroma yang muncul bisa terasa lebih kuat dibanding keringat biasa di tangan atau dahi.
Bakteri Kulit Bisa Membuat Aromanya Lebih Kuat

Menariknya, keringat sebenarnya tidak langsung berbau menyengat saat baru keluar dari tubuh.
Menurut jurnal ilmiah dari American Society for Microbiology, bau badan muncul ketika bakteri alami di kulit mulai memecah kandungan pada keringat, termasuk protein, lemak, dan senyawa sulfur. Proses ini kemudian menghasilkan zat tertentu yang aromanya lebih tajam.
Jadi, pada orang yang memang mudah berkeringat atau punya bakteri kulit lebih aktif, efek bau badan setelah makan bawang merah bisa terasa lebih kuat dibanding orang lain.
Tidak Hanya Bau Badan, Napas Juga Bisa Ikut Berubah

Efek bawang merah ternyata tidak berhenti di kulit saja. Kalau kamu pernah merasa napas masih berbau bawang meski sudah sikat gigi, ternyata hal ini ada penjelasan medisnya, lho!
Senyawa sulfur yang sudah masuk ke aliran darah ternyata juga bisa mencapai paru-paru. Saat seseorang bernapas, sebagian senyawa tersebut ikut keluar bersama udara yang diembuskan. Itulah sebabnya aroma bawang kadang masih terasa cukup lama, bahkan setelah makan selesai.
Cara Mengurangi Bau Bawang Setelah Makan Bawang Merah

Meski bisa memicu bau badan, bukan berarti kamu harus menghindari bawang merah sepenuhnya karena bahan dapur ini juga punya manfaat kesehatan dan jadi bagian penting dari banyak masakan.
Menurut Ohio State University Health, ada beberapa cara sederhana yang bisa membantu mengurangi aroma bawang pada tubuh:
Perbanyak minum air putih supaya tubuh lebih cepat membuang sisa senyawa sulfur melalui urine.
Konsumsi buah segar tertentu, seperti apel, karena kandungan polifenolnya dinilai dapat membantu mengurangi aroma menyengat dari bawang.
Daun mint atau herbal segar juga sering disarankan untuk membantu menyegarkan napas.
Jaga kebersihan tubuh, terutama area yang mudah berkeringat seperti ketiak dan lipatan kulit.
Meski bisa memengaruhi aroma tubuh, efek bawang merah biasanya tidak permanen dan masih bisa diminimalkan.
Selama dikonsumsi dalam jumlah wajar dan diimbangi kebersihan tubuh yang baik, kamu tetap bisa menikmati masakan berbumbu bawang tanpa perlu terlalu khawatir soal bau badan.
Itu tadi jawaban lengkap mengenai benarkah makan bawang merah menyebabkan bau badan. Semoga menjawab rasa penasaranmu ya!


















