- Sunnah Rasulullah SAW:
Bacaan Niat Mandi Umroh dan Haji Beserta Hukum Sunnahnya

- Mandi sunnah ihram adalah amalan pembuka yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebelum seseorang mengenakan pakaian ihram dan melafalkan niat di Miqat.
- Niat mandi umroh dan haji dilakukan di dalam hati saat air pertama kali menyentuh tubuh, dengan bacaan tertentu.
- Agar mendapatkan pahala sempurna, lakukanlah urutan berikut: mencuci tangan, istinja, wudhu, menyela rambut, guyuran kepala, meratakan air. Perempuan yang sedang berhalangan tetap diperintahkan untuk mandi ihram.
Melaksanakan ibadah Haji dan Umroh diawali dengan proses penyucian diri yang disebut ihram.
Salah satu amalan pembuka yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebelum seseorang mengenakan pakaian ihram dan melafalkan niat di Miqat adalah mandi sunnah ihram.
Mandi ini bukan sekadar urusan kebersihan fisik, melainkan simbol kesiapan batin seorang hamba untuk bertamu ke rumah Allah (Baitullah) dalam keadaan yang paling suci dan bersih.
Berikut Popmama.com akan menuliskan bacaan niat mandi umroh dan haji beserta hukum sunnahnya. Yuk, simak bacaannya di bawah ini.
Table of Content
1. Dasar hukum dan keutamaan mandi Sunnah Ihram

Mandi ihram memiliki landasan syariat yang kuat dan bukan sekadar tradisi. Berikut penjelasan mendalamnya:
Dasar utama amalan ini adalah perbuatan Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadits dari Zaid bin Tsabit r.a., ia melihat Rasulullah SAW menanggalkan pakaiannya kemudian mandi untuk berihram (HR. Tirmidzi).
- Hukum Syarak:
Mayoritas ulama (Jumhur Ulama) menyepakati bahwa hukum mandi sebelum ihram adalah Sunnah Muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan).
Jika dikerjakan, jamaah mendapat pahala kesempurnaan ibadah; jika ditinggalkan, ihramnya tetap sah dan tidak dikenakan denda (Dam), namun ia kehilangan keutamaan besar.
- Tujuan Spiritual dan Sosial:
Secara spiritual, ini adalah bentuk penghormatan kepada Allah SWT. Secara sosial, mandi ini memastikan jamaah dalam kondisi segar dan wangi, sehingga tidak mengganggu jamaah lain saat berdesak-desakan di Miqat atau di dalam kendaraan.
2. Bacaan niat mandi umroh dan haji

Niat dilakukan di dalam hati saat air pertama kali menyentuh tubuh. Niat bagi laki-laki dan perempuan adalah sama.
Berikut bacaan niat mandi umroh dan haji:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِلإِحْرَامِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla lil ihraami sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya:
"Aku niat mandi untuk ihram sunnah karena Allah Ta’ala."
3. Tata cara mandi sesuai ajaran sunnah

Agar mendapatkan pahala sempurna, lakukanlah urutan berikut:
- Mencuci Tangan: Basuh kedua telapak tangan hingga pergelangan 3 kali.
- Istinja: Bersihkan area kemaluan dan najis yang menempel di tubuh.
- Wudhu: Lakukan wudhu secara sempurna sebagaimana wudhu untuk shalat.
- Menyela Rambut: Basahi pangkal rambut dengan jari-jari yang basah.
- Guyuran Kepala: Siram air ke kepala sebanyak 3 kali.
- Meratakan Air: Siram seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan, lalu kiri. Pastikan air menjangkau area lipatan (ketiak, pusar, belakang lutut).
4. Ketentuan bagi perempuan (haid dan nifas)

Perempuan yang sedang berhalangan tetap diperintahkan untuk mandi ihram.
- Perintah Rasulullah: Saat Asma' binti Umais melahirkan (nifas), Rasulullah tetap memerintahkannya: "Mandilah, lalu pakailah pembalut, kemudian berihramlah" (HR. Muslim).
- Tujuan: Mandi ini bersifat an-nazhafah (kebersihan fisik), bukan untuk mengangkat hadats besar shalat.
- Konsekuensi: Setelah mandi, jamaah haid tetap berihram di Miqat namun dilarang shalat sunnah ihram dan dilarang Thawaf sampai ia suci.
5. Adab sebelum dan sesudah mandi Ihram

- Sebelum Mandi: Disunnahkan memotong kuku, mencukur bulu ketiak/kemaluan, dan merapikan kumis.
- Sesudah Mandi: Boleh memakai wewangian di tubuh (bukan di kain ihram).
- Peringatan: Segala aktivitas memotong kuku dan rambut harus selesai sebelum melafalkan niat ihram (Haji/Umroh). Setelah niat ihram diucapkan, hal-hal tersebut menjadi larangan yang berakibat denda.
Mandi sunnah ihram adalah jembatan menuju kesucian ibadah. Dengan menjaga kebersihan lahiriah, diharapkan batin kita pun menjadi lebih siap dan khusyuk dalam menjalankan rangkaian rukun Haji atau Umroh.
Itulah bacaan niat mandi umroh dan haji beserta hukum sunnahnya. Semoga Allah menerima amal ibadah Anda dan menjadikannya Haji/Umroh yang mabrur.


















