Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

7 Cara Mengetahui Kanker Serviks di Rumah sebagai Deteksi Dini

7 Cara Mengetahui Kanker Serviks di Rumah sebagai Deteksi Dini
Freepik/Freepik
Intinya sih...
  • Perubahan siklus menstruasi dan pendarahan abnormal
  • Mengamati tekstur dan aroma keputihan
  • Nyeri panggul yang tidak biasa
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mama pernah nggak sih merasa tubuh rasanya sakit, pegal linu dan tidak merasa nyaman dibagian kewanitaan? Menjaga kesehatan rahim itu sebenarnya bisa dimulai dengan cara paling simpel, yaitu menjadi 'detektif' bagi tubuh sendiri di rumah.

Kanker serviks memang sering dijuluki pencuri diam-diam karena gejalanya jarang terlihat di awal, tapi tubuh kita sebenarnya sangat pintar kasih kode lewat perubahan-perubahan kecil yang bisa Mama amati sendiri.

Cancer Research UK menyatakan bahwa cara mengetahui risiko kanker serviks dari rumah bukan berarti kita mendiagnosa secara mandiri, melainkan belajar lebih peka mengenali sinyal fisik yang muncul agar Mama bisa bertindak lebih cepat sebelum semuanya terlambat.

Nah, supaya Mama nggak bingung lagi, Popmama.com akan membahas 7 cara mengetahui kanker serviks di rumah sebagai deteksi dini. Simak pembahasannya berikut ini.

Table of Content

1. Perubahan siklus menstruasi dan pendarahan abnormal

1. Perubahan siklus menstruasi dan pendarahan abnormal

7 Cara Mengetahui Kanker Serviks di Rumah sebagai Deteksi Dini
Freepik/Freepik

Memantau siklus menstruasi adalah langkah dasar. Perhatikan jika terjadi pendarahan di luar jadwal menstruasi normal, atau jika pendarahan menstruasi menjadi lebih banyak atau berlangsung lebih lama dari biasanya.

Pendarahan setelah berhubungan seksual juga merupakan tanda yang memerlukan perhatian medis segera, karena bisa mengindikasikan adanya luka atau pertumbuhan abnormal pada leher rahim.

Bagi Mama yang sudah memasuki masa menopause, munculnya kembali flek atau pendarahan setelah lama berhenti menstruasi adalah "lampu merah" yang tidak boleh diabaikan. Pendarahan pasca menopause merupakan salah satu tanda yang perlu ditelusuri lebih lanjut oleh dokter.

2. Mengamati tekstur dan aroma keputihan

7 Cara Mengetahui Kanker Serviks di Rumah sebagai Deteksi Dini
Freepik/gpointstudio

Mungkin Mama suka ngga sadar dengan adanya keputihan pada area kewanitaan. Itu bisa jadi salah satu tanda kanker serviks. Perhatikan jika keputihan Mama mengalami perubahan drastis dari kondisi normal sehari-hari.

Keputihan yang berpotensi terkait dengan risiko kanker serviks seringkali memiliki volume yang banyak, tekstur yang lebih encer atau berair, dan warna yang tidak biasa seperti kecoklatan, kehijauan, atau kemerahan karena bercampur darah.

Perubahan ini bisa terjadi akibat jaringan abnormal yang mengeluarkan cairan. Cairan inilah sebagai tanda-tanda yang harus dicurigai, terutama bila bertekstur. Selain tekstur, aroma keputihan juga penting untuk diamati.

Jika keputihan memiliki bau yang sangat tajam, amis, atau busuk yang menetap meskipun sudah dibersihkan, ini bisa menjadi indikasi adanya aktivitas sel yang tidak normal atau infeksi sekunder.

3. Nyeri panggul yang tidak biasa

7 Cara Mengetahui Kanker Serviks di Rumah sebagai Deteksi Dini
Freepik/user18526052

Nyeri panggul yang terkait dengan risiko kanker serviks mungkin terasa berbeda dari nyeri menstruasi biasa. Rasa nyeri ini bisa berupa tekanan yang terasa "dalam" di perut bagian bawah atau punggung bawah secara terus-menerus dan tidak disebabkan oleh aktivitas fisik.

Nyeri ini dapat muncul ketika ada massa yang mulai menekan jaringan atau saraf di sekitarnya. Perhatikan juga jika rasa nyeri muncul secara spesifik saat atau setelah berhubungan seksual (dispareunia).

Jika nyeri terasa menusuk atau panas dan terjadi berulang kali, ini bisa menandakan adanya iritasi atau peradangan pada leher rahim.

4. Gejala saat buang air

7 Cara Mengetahui Kanker Serviks di Rumah sebagai Deteksi Dini
Freepik/jcomp

Perhatikan sensasi saat buang air kecil dan buang air besar. Jika sering merasakan nyeri, perih, atau sensasi terbakar saat buang air kecil tanpa adanya infeksi saluran kemih (ISK) biasa, ini bisa menandakan adanya penekanan massa pada kandung kemih.

Adanya bercak darah dalam urin juga merupakan tanda yang memerlukan pemeriksaan medis. Perhatikan juga pola buang air besar yang mungkin berubah tanpa sebab yang jelas.

Sembelit yang menetap atau perasaan buang air besar tidak tuntas bisa mengindikasikan bahwa massa tumor mungkin sudah cukup besar untuk menekan area rektum.

5. Memantau berat badan dan nafsu makan

7 Cara Mengetahui Kanker Serviks di Rumah sebagai Deteksi Dini
Freepik/Freepik

Penurunan berat badan yang signifikan dan tidak direncanakan dapat menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang mendasar. Sel-sel abnormal dapat menggunakan banyak energi, menyebabkan penyusutan massa tubuh.

Jika berat badan menurun tanpa upaya diet, sebaiknya pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter. Penurunan berat badan ini seringkali disertai dengan hilangnya nafsu makan atau rasa cepat kenyang meskipun hanya makan dalam porsi kecil.

6. Mengecek pembengkakan di kaki dan area lipat paha

7 Cara Mengetahui Kanker Serviks di Rumah sebagai Deteksi Dini
Freepik/Freepik

Perhatikan jika salah satu kaki terlihat membengkak tanpa alasan cedera. Pembengkakan ini bisa terjadi akibat sumbatan pada saluran limfatik di area panggul yang dipengaruhi oleh massa abnormal, menyebabkan penumpukan cairan.

Jika area yang bengkak ditekan dan bekas tekanannya lama menghilang (limfedema), ini perlu ditindaklanjuti secara medis. Raba juga area lipat paha dan sekitar tulang panggul untuk merasakan apakah ada benjolan yang terasa keras.

Pembesaran kelenjar getah bening yang terkait dengan masalah kesehatan bisa teraba dari permukaan kulit. Maka, jangan sepelekan apabila Mama sudah mengetahui ada yang tidak beres pada tubuh.

7. Memanfaatkan alat swab test HPV Mandiri (Self-Sampling)

7 Cara Mengetahui Kanker Serviks di Rumah sebagai Deteksi Dini
Freepik/Freepik

Salah satu inovasi yang semakin berkembang adalah alat HPV DNA Self-Sampling. Alat ini memungkinkan seseorang untuk mengambil sampel cairan vagina sendiri di rumah menggunakan kapas swab khusus.

Sampel ini kemudian dikirim ke laboratorium untuk mendeteksi keberadaan virus HPV tipe risiko tinggi (terutama tipe 16 dan 18), yang merupakan penyebab utama kanker serviks.

Metode ini dapat menjadi alternatif bagi mereka yang merasa tidak nyaman untuk melakukan pemeriksaan Pap Smear di fasilitas kesehatan. Hasil tes mandiri ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan dapat membantu mendeteksi risiko kanker serviks sejak dini.

Mengenali potensi tanda dan gejala di rumah adalah langkah awal yang baik, namun bukan pengganti diagnosis medis profesional. Hal ini dapat menjadi acuan Mama untuk tetap memperhatikan perubahan kecil pada tubuh.

Jika Mama menemukan satu atau lebih gejala yang disebutkan di atas, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan.

Nah, sekarang Mama sudah tahu nih pembahasan tentang 7 cara mengetahui kanker serviks di rumah. Diagnosis dini meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan. Semoga bermanfaat ya, Ma!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

7 Hari yang Dilarang untuk Mengganti Puasa Ramadan Menurut Hukum Islam

19 Feb 2026, 10:13 WIBLife