- Faktor genetik dan riwayat keluarga
Apa Itu Diabetes Melitus Tipe 2? Jangan Sepelekan Gejala Ringannya

- Diabetes Melitus Tipe 2 adalah kondisi kronis di mana tubuh tidak menggunakan insulin dengan efektif, menyebabkan gula menumpuk di dalam darah.
- Faktor penyebab diabetes tipe 2 meliputi genetik, obesitas, gaya hidup tidak sehat, usia, dan faktor hormonal yang memengaruhi metabolisme tubuh.
- Gejala diabetes tipe 2 termasuk sering buang air kecil, rasa haus berlebihan, nafsu makan meningkat, penurunan berat badan yang tidak jelas, kelelahan berlebihan, luka sulit sembuh, gangguan penglihatan, dan kesemutan pada tangan dan kaki.
Diabetes Melitus Tipe 2 bisa terjadi tanpa Mama sadari, namun dampaknya bisa serius bagi kesehatan tubuh. Banyak orang baru menyadari ketika gejalanya mulai muncul.
Penyakit ini semakin banyak menyerang orang dewasa, bahkan kini tak jarang dialami anak muda dan remaja. Apa yang sebenarnya memicu kondisi ini?
Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut Popmama.com rangkum penjelasannya. Yuk, simak!
Table of Content
Apa itu Diabetes Melitus Tipe 2?

Melansir dari Mayo Clinic, diabetes melitus tipe 2 adalah kondisi kronis di mana tubuh Mama tidak menggunakan insulin dengan efektif , atau pankreas memproduksi insulin terlalu sedikit.
Ketika insulin tidak bekerja dengan baik, gula menumpuk di dalam darah dan tidak bisa masuk ke sel tubuh. Hal ini membuat tubuh kekurangan energi dan bisa berdampak pada kesehatan jangka panjang.
Diabetes tipe 2 adalah jenis diabetes yang paling umum dan biasanya berkembang perlahan. Kondisi ini lebih sering muncul seiring bertambahnya usia, berat badan berlebih, atau pola makan dan gaya hidup yang kurang sehat.
Penyebab Diabetes Melitus Tipe 2?

Menurut Kemenkes.go.id, diabetes melitus tipe 2 dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling terkait. Berikut beberapa penyebab yang perlu diperhatikan:
Jika Mama atau anggota keluarga dekat memiliki diabetes tipe 2, risiko orang lain dalam keluarga untuk mengalaminya juga meningkat.
- Obesitas atau kelebihan berat badan
Lemak tubuh yang berlebih, terutama di area perut, dapat mengganggu kerja insulin sehingga gula darah sulit diolah menjadi energi.
- Gaya hidup tidak sehat
Pola makan tinggi gula dan lemak, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2
- Usia dan faktor hormonal
Seiring bertambahnya usia, risiko diabetes tipe 2 meningkat, terutama pada orang dengan perubahan hormon yang memengaruhi metabolisme tubuh.
Gejala Diabetes Melitus Tipe 2

Diabetes tipe 2 sering berkembang perlahan, sehingga gejalanya bisa ringan dan kadang tidak disadari. Namun, ada beberapa tanda yang perlu Mama perhatikan:
- Sering buang air kecil (Poliuria): Tubuh memproduksi urin berlebihan sebagai cara menyingkirkan gula yang menumpuk di darah.
- Rasa haus berlebihan (Polidipsia): Karena kehilangan banyak cairan melalui urin, Mama akan merasa sering haus dan minum lebih banyak dari biasanya.
- Nafsu makan meningkat (Polifagi): Meskipun makan lebih banyak, tubuh tetap kekurangan energi karena gula tidak masuk ke sel dengan baik.
- Penurunan berat badan yang tidak jelas: Tubuh membakar lemak dan otot sebagai sumber energi karena gula tidak terserap secara optimal.
- Kelelahan dan kelemahan berlebihan: Energi berkurang membuat Mama mudah merasa lelah dan kurang bertenaga.
- Luka sulit sembuh & infeksi sering muncul: Kadar gula tinggi bisa memperlambat proses penyembuhan luka dan meningkatkan risiko infeksi.
- Gangguan penglihatan: Mata bisa terasa kabur karena kadar gula memengaruhi lensa mata.
- Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki: Hal ini bisa terjadi akibat kerusakan saraf yang disebabkan gula darah tinggi dalam jangka panjang.
Pengobatan Diabetes Melitus Tipe 2

Kemenkes.go.id juga menyebutkan tujuan pengobatan diabetes tipe 2 adalah mengontrol kadar gula darah dan mencegah komplikasi serius yang bisa muncul jika penyakit ini tidak dikelola dengan baik. Beberapa cara yang biasa dilakukan antara lain:
- Perubahan gaya hidup: Mengatur pola makan sehat, rutin beraktivitas fisik, dan menjaga berat badan ideal adalah langkah pertama yang sangat penting. Kebiasaan sehat ini membantu tubuh menggunakan insulin lebih efektif.
- Obat-obatan oral: Jika diperlukan, dokter dapat meresepkan obat seperti metformin, sulfonilurea, atau inhibitor DPP-4. Obat ini membantu menurunkan kadar gula darah dan bekerja bersama gaya hidup sehat yang Mama lakukan.
- Terapi insulin: Jika pengobatan dengan obat oral belum cukup, dokter bisa merekomendasikan terapi insulin. Insulin tambahan ini membantu tubuh mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil.
Nah, itulah penjelasan seputar Diabetes Melitus Tipe 2 yang perlu Mama pahami sejak dini.
FAQ tentang Diabetes Melitus Tipe 2
| Berapa gula darah diabetes tipe 2? | 126 mg/dL atau lebih tinggi. |
| Lebih parah diabetes tipe 1 atau tipe 2? | Diabetes tipe 2 lebih sulit untuk didiagnosis dan baru disadari setelah jangka panjang, atau bahkan setelah muncul komplikasi. Sementara itu, tipe 1 dapat didiagnosis dengan cepat. |
| Diabetes tipe 2 tidak boleh makan apa? | Hindari makanan manis (minuman bersoda, kue, permen), karbohidrat olahan (nasi putih, roti putih, sereal manis), makanan tinggi lemak jenuh (gorengan, daging berlemak, santan), dan makanan olahan tinggi garam/natrium (daging olahan, makanan kaleng, fast food). |


















