Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
5 Cara Merawat Gigi agar Sehat dan Gusi Kuat
Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya
  • Artikel menekankan pentingnya menjaga kesehatan gusi karena infeksi dapat memicu penyakit serius seperti gangguan jantung, diabetes, hingga masalah autoimun.
  • Lima langkah utama perawatan gigi meliputi menyikat dengan teknik lembut, memakai dental floss, rutin ke dokter gigi, mengganti sikat secara berkala, dan menjaga pola makan bergizi.
  • drg. Ines Augustina Sumbayak menegaskan bahwa kebersihan mulut harus didukung imun tubuh yang baik agar peradangan gusi tidak berulang dan kesehatan rongga mulut tetap optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di balik gigi yang kuat, terdapat fondasi sangat penting yang sering kali terlewatkan oleh perhatian kita, yaitu gusi. Tahukah kamu bahwa membiarkan infeksi menumpuk pada gusi bisa menjadi gerbang masuknya bakteri secara terus-menerus ke dalam aliran darah?

Infeksi yang menumpuk ini akan menyebabkan bakteri dapat berjalan dari pembuluh darah dan menyambung hingga ke organ jantung. 

Bahkan, kondisi gusi yang buruk memiliki hubungan dua arah dengan penyakit diabetes serta dapat memicu penyakit kulit hingga masalah autoimun.

Buat kamu yang ingin merawat gigi dan gusi, berikut Popmama.com merangkum 5 cara merawat gigi agar sehat. Yuk, simak sampai habis!

1. Menyikat gigi dengan benar

Pexels/Greta Hoffman

Langkah pertama dan yang paling dasar adalah aktivitas harian kita, yaitu menyikat gigi. Namun, apakah selama ini teknik yang kamu gunakan sudah tepat? Banyak orang merasa sudah menyikat gigi, tetapi masih saja mengalami gusi berdarah karena teknik dan alat yang digunakan justru merusak. 

Menggunakan sikat gigi yang terlalu keras nyatanya dapat melukai gusi. Oleh karena itu, pilihlah sikat gigi dengan bulu yang soft atau lembut agar aman untuk batas gusimu.

Selain itu, hentikan kebiasaan menyikat gigi dengan tekanan kuat. Seorang dokter gigi menjelaskan teknik yang benar, 

"Biasanya saya jelaskannya cukup 8 kali memutar tanpa ditekan,". ungkap drg. Ines Augustina Sumbayak, dokter gigi spesialis periodonsia dari Audy Dental dalam acara konferensi pers Pepsodent GumExpert di Jakarta, pada Jumat (5/6/2026).

Kamu hanya perlu melakukannya secara perlahan tanpa harus menekan sikat secara agresif. Secara teori, posisikan bulu sikat gigi miring sekitar 45 derajat. 

"Jadi, kena sedikit ke batas leher giginya, kita putar ke seluruh permukaan gigi secara perlahan tanpa ditekan," tegas drg. Ines.

2. Menggunakan dental floss

Pexels/Sora Shimazaki

Pernahkah kamu merasa ada sisa makanan daging atau sayur yang tersangkut di sela-sela gigi meskipun sudah disikat dengan bersih? Celah sempit antargigi memang area yang sulit dijangkau oleh bulu sikat biasa. 

Makanan yang gampang terjebak di area gusi ini sering disebut dengan istilah food impaction, dan merupakan lokasi favorit bagi bakteri untuk bersarang. Bakteri yang menumpuk ini akan memicu peradangan pada gusi yang ditandai dengan bau napas tidak sedap serta rasa sakit di celah-celah gusi.

Sangat disarankan untuk rutin menggunakan benang gigi atau dental floss

"Itu (dental floss) akan (membantu) membuang sisa makanan dan kotoran-kotoran yang nyelip di sela-sela giginya," terang dokter gigi Ines. 

Kebersihan sela gigi ini sangat penting, karena jika dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, kotoran yang menumpuk akan menimbulkan peradangan gusi yang tinggi. 

Dengan rutin menggunakan dental floss, kamu dapat memutus siklus peradangan tersebut secara tuntas.

3. Rutin cek ke dokter gigi

Pexels/Cedric Fauntleroy

Seberapa sering kamu menjadwalkan kunjungan ke klinik gigi? Banyak masyarakat awam baru mencari dokter gigi ketika giginya sudah berlubang parah atau gusinya membengkak dan sakit. 

Padahal, pemeriksaan rutin sangat penting untuk membersihkan karang gigi yang mengeras dan mendeteksi masalah lebih dini. Secara umum, pengecekan ke dokter gigi minimal dilakukan setiap 6 bulan pada kondisi rongga mulut yang sehat.

Namun, ada aturan khusus bagi kamu yang memiliki kecenderungan karang gigi cepat menumpuk akibat penurunan gusi atau faktor genetik. 

"Bagi yang memiliki masalah pada gigi, lakukan pengecekan 3-4 bulan sekali, tidak bisa 6 bulan," ungkap drg. Ines. 

Karang gigi yang dibiarkan pada pasien berisiko tinggi ini sangat berbahaya. "Tahap selanjutnya terjadi penurunan gusi, penurunan tulang penyangga giginya, kemudian terjadi gigi mulai terasa sensitif, goyang giginya," tambah drg. Ines.

4. Ganti sikat gigi secara berkala

Pexels/Andrew Patrick Photo

Coba luangkan waktu sejenak untuk mengecek kondisi sikat gigi yang ada di kamar mandimu. Apakah bulunya sudah tampak mekar, kaku, dan berantakan ke segala arah? Jika iya, jangan tunda lagi untuk membuangnya ke tempat sampah! 

Memaksakan diri menyikat gigi dengan alat yang sudah usang tidak hanya membuat proses pembersihan menjadi tidak efektif, tetapi juga sangat berbahaya bagi kesehatan jaringan lunak di dalam mulutmu.

Sikat gigi yang telah rusak, struktur bulunya dapat menimbulkan trauma fisik. 

"Misalnya tadi juga tidak boleh pakai sikat kalau misalnya sikatnya sudah rusak bulu-bulunya,". jelas drg. Ines.

Bulu sikat yang rusak justru dapat merusak gusi yang sebelumnya sudah meradang, memperparah luka, dan memicu perdarahan baru yang seharusnya bisa dihindari dengan mudah.

5. Atur pola makan

Pexels/fauxels

Langkah terakhir yang tidak kalah pentingnya berasal dari dalam tubuhmu sendiri, yaitu mengatur pola makan. 

Rongga mulut yang sehat membutuhkan sistem kekebalan tubuh yang prima untuk terus berperang melawan bakteri penyebab gigi berlubang dan gusi berdarah. Perlu disadari bahwa setiap orang memiliki tingkat imun yang berbeda-beda. 

Ketika tubuh kekurangan nutrisi dan imun sedang menurun, infeksi pada gusi akan jauh lebih mudah terjadi dan menyebar.

Dokter gigi menjelaskan logika sederhananya, bahwa adanya infeksi bakteri di dalam mulut mutlak harus dilawan dengan sistem imun yang baik. Apabila tidak diimbangi dengan pertahanan dari dalam, proses peradangan akan terus menang. 

"Tingkatkan imunnya dengan cara nutrisinya diperbaiki, pola hidup yang sehat seperti itu," pungkas drg. Ines. 

Oleh sebab itu, perbanyaklah konsumsi makanan bergizi yang mendukung daya tahan tubuh, dan seimbangkan rutinitas sikat gigimu dengan gaya hidup yang lebih sehat.

Nah, itulah pembahasan mengenai 5 cara merawat gigi agar sehat. Semoga bermanfaat!

Editorial Team

Related Article