Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
10 Ciri-Ciri GERD Kambuh agar Bisa Ditangani dengan Tepat
Pexels/Tima Miroshnichenko
  • Artikel menjelaskan bahwa GERD terjadi ketika otot katup antara kerongkongan dan lambung melemah, menyebabkan asam lambung naik dan menimbulkan rasa tidak nyaman di dada hingga tenggorokan.
  • Dipaparkan sepuluh gejala umum GERD kambuh, seperti heartburn, regurgitasi, nyeri dada, sesak napas, perut kembung, mual, sulit menelan, sakit tenggorokan, suara serak, hingga batuk kering berkepanjangan.
  • Setiap gejala dijelaskan penyebab medisnya agar pembaca lebih waspada terhadap tanda-tanda kambuhnya GERD dan dapat segera mengambil langkah penanganan yang tepat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sering kali saat kita merasa aktivitas harian berjalan lancar, tiba-tiba muncul rasa tidak nyaman di area perut hingga merambat ke dada. 

Rasa tidak nyaman tersebut adalah tanda peringatan dari tubuh bahwa penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) yang kamu miliki sedang kembali kumat dan butuh perhatian ekstra.

GERD sendiri terjadi ketika otot katup pembatas antara kerongkongan dan lambung melemah, sehingga cairan asam yang seharusnya fokus mencerna makanan di perut justru berbalik naik. 

Nah, supaya kamu bisa lebih waspada dan tidak salah langkah dalam menanganinya, berikut Popmama.com membahas 10 ciri-ciri GERD kambuh. Yuk, simak sampai habis!

1. Heartburn

Pexels/freestocks.org

Gejala pertama yang paling klasik dan paling sering dikeluhkan oleh para penderita asam lambung adalah heartburn

Mengutip dari laman kesehatan WebMD, heartburn adalah sensasi panas atau perih seperti terbakar yang terasa di area tengah dada, tepat di belakang tulang dada. 

Rasa tidak nyaman ini biasanya mulai muncul setelah kamu menyantap makanan dalam porsi besar atau ketika langsung berbaring setelah makan. 

Sensasi terbakar ini terjadi karena asam yang sifatnya korosif bersentuhan langsung dengan lapisan saluran kerongkongan.

2. Regurgitasi

Pexels/cottonbro studio

Selain dada yang terasa panas, ciri-ciri GERD kambuh lainnya yang tak kalah membuat tidak nyaman adalah regurgitasi.

Dilansir Cleveland Clinic, regurgitasi merupakan sebuah kondisi di mana cairan asam lambung atau bahkan sisa makanan yang belum tercerna dengan sempurna berbalik naik hingga mencapai pangkal tenggorokan atau mulut. 

Hal ini kerap kali meninggalkan sensasi rasa pahit atau asam yang sangat tajam di lidah, membuat mulut terasa tidak enak dan selera makan pun seketika menurun.

3. Nyeri dada

Pexels/Ivan S

Nah, kalau cairan asam dari lambung sudah naik cukup tinggi dan mengiritasi secara intens, efeknya bisa memicu timbulnya nyeri dada. Gejala ini sering kali membuat banyak orang panik karena rasanya yang sangat mirip dengan indikasi awal serangan jantung. 

Mengutip laman Northwestern Medicine, nyeri dada akibat GERD biasanya terasa tajam, namun jarang menyebar hingga ke lengan kiri atau rahang seperti pada penyakit jantung. 

Meski begitu, jika kamu merasakan sakit dada yang luar biasa hebat, sangat disarankan untuk tetap memeriksakannya ke dokter agar tidak ada diagnosis yang terlewat.

4. Sesak napas

Pexels/Anastasia Shuraeva

Rasa nyeri di dada rupanya kerap datang bergandengan dengan gangguan pernapasan, yaitu sesak napas. 

Melansir dari situs GERDHelp, ketika asam lambung naik secara terus-menerus ke kerongkongan, partikel kecil asam tersebut bisa tanpa sengaja terhirup, masuk, atau mengiritasi saluran pernapasan. 

Iritasi inilah yang membuat saluran napas bereaksi, menyempit, dan akhirnya membuatmu merasa kesulitan untuk mengambil udara dalam-dalam. Bagi kamu yang memang memiliki riwayat asma, kambuhnya GERD bisa menjadi pemicu asmamu ikut kumat berbarengan.

5. Perut kembung dan begah

Pexels/Towfiqu barbhuiya Pexels/Towfiqu barbhuiya

Beralih dari keluhan di area dada dan pernapasan, mari kita perhatikan bagian perut. Saat asam lambung sedang berulah dan sistem pencernaan tidak bekerja optimal, perut sering kali terasa penuh, begah, dan keras. 

Perut kembung ini umumnya terjadi karena adanya penumpukan gas berlebih di dalam saluran cerna yang tidak bisa keluar dengan lancar. 

Sensasi begah ini biasanya membuat kamu merasa sangat kenyang padahal baru menyantap sedikit makanan, atau justru membuatmu sering bersendawa tanpa henti.

6. Rasa mual

Pexels/Andrea Piacquadio

Perut yang kembung dan penuh gas tadi sangat erat kaitannya dengan kemunculan rasa mual. Ya, mual adalah sinyal kuat dari tubuh yang menandakan bahwa ada kondisi yang tidak beres di area lambungmu. 

Cairan asam yang bergejolak dan menekan dinding lambung akan membuat perut terasa seperti diaduk-aduk. 

Biasanya, rasa mual akibat GERD ini paling sering menyerang di pagi hari saat perut masih dalam keadaan kosong, atau bisa juga beberapa saat setelah kamu selesai menyantap makanan yang memicu naiknya asam lambung.

7. Susah menelan makanan

Pexels/Towfiqu barbhuiya

Seiring berjalannya waktu, paparan asam lambung yang terjadi terus-menerus bisa melukai dinding saluran kerongkongan. 

Mengutip Mount Elizabeth, kondisi luka ini bisa memicu peradangan kronis dan pembentukan jaringan parut yang pada akhirnya membuat saluran kerongkongan menjadi menyempit. 

Akibatnya, kamu akan mengalami kesusahan untuk menelan, yang dalam istilah medis sering disebut disfagia. 

Rasanya seolah ada makanan yang tersangkut atau mengganjal di area dada bagian atas setiap kali kamu mencoba menelan, baik itu saat makan besar maupun sekadar minum air.

8. Sakit tenggorokan tanpa sebab

Pexels/www.kaboompics.com

Luka akibat paparan cairan lambung ternyata tidak hanya berhenti di saluran kerongkongan bagian bawah, tetapi juga bisa merambat naik terus hingga memicu masalah sakit tenggorokan. 

Melansir University of Mississippi Medical Center (UMC), asam lambung yang berhasil mencapai area laring dan faring akan langsung mengiritasi lapisan mukosa sensitif di sana. 

Berbeda dengan radang tenggorokan akibat infeksi virus flu, sakit tenggorokan karena GERD biasanya tidak disertai dengan demam, namun tenggorokan akan terasa sangat perih, kering, dan gatal secara konsisten.

9. Suara serak di pagi hari

Pexels/Anna Pou

Tahukah kamu kalau asam lambung sangat sering naik secara diam-diam saat kita sedang tidur terlelap di malam hari? 

Karena posisi tubuh mendatar tanpa bantuan gravitasi, cairan asam jadi jauh lebih mudah mengalir ke atas dan akhirnya merendam area pita suara sepanjang malam. 

Melansir dari WebMD, iritasi akibat asam pada pita suara inilah yang menjadi biang kerok utama mengapa suaramu sering kali terdengar parau, serak, atau bahkan hilang sama sekali saat baru bangun dari tidur di pagi hari.

10. Batuk kering yang tak kunjung sembuh

Pexels/Towfiqu barbhuiya

Sebagai bentuk pertahanan alami, tubuh yang saluran tenggorokannya terus-menerus teriritasi oleh zat asam akan merespons gangguan tersebut dengan batuk. 

Mengutip dari Harvard Health, batuk kronis atau batuk kering yang tak kunjung sembuh merupakan salah satu gejala di luar kerongkongan dari GERD yang paling sering disepelekan. 

Biasanya, intensitas batuk kering ini akan terasa semakin parah saat kamu mulai berbaring di malam hari atau beberapa saat setelah selesai makan.

Nah, itulah pembahasan mengenai 10 ciri-ciri GERD kambuh. Semoga bermanfaat!

Editorial Team

Related Article