Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

8 Ciri-Ciri GERD yang Sering Tidak Disadari

8 Ciri-Ciri GERD yang Sering Tidak Disadari
Magnific/jcomp
Intinya Sih
  • GERD lebih sering dialami orang dewasa, terutama usia 41–60 tahun, dipengaruhi perubahan fungsi tubuh dan kebiasaan hidup seperti pola makan tidak teratur serta stres berkepanjangan.
  • Perempuan dan individu dengan berat badan berlebih cenderung lebih rentan mengalami GERD karena faktor hormonal, metabolisme, serta tekanan lemak di area perut yang memicu naiknya asam lambung.
  • Gejala GERD bisa muncul di luar area perut seperti batuk, tenggorokan tidak nyaman, gigi sensitif, akibat paparan asam lambung yang terus-menerus dan kebiasaan makan atau gaya hidup kurang sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

GERD atau penyakit asam lambung kronis bukan cuma soal asam lambung yang naik atau rasa perih di dada setelah makan. Kondisi ini punya pola dan ciri tertentu yang cukup khas pada penderitanya.

Bahkan, beberapa tanda kadang muncul tanpa disadari karena terlihat seperti masalah kesehatan biasa, mulai dari berat badan, kebiasaan makan, sampai kondisi pada gigi.

Tidak semua orang dengan GERD juga memiliki gejala yang sama. Karena itu, mengenali ciri-ciri umum penderita GERD bisa membantu seseorang lebih cepat sadar kapan harus mulai memperhatikan kesehatan lambungnya.

Untuk mengetahuinya lebih lanjut, Popmama.com telah merangkum 8 ciri-ciri GERD yang sering tidak disadari. Simak selengkapnya berikut ini.

Table of Content

1. Lebih sering terjadi di usia dewasa

1. Lebih sering terjadi di usia dewasa

Ciri-ciri Gerd 2.jpg
Pexels/Pavel Danilyuk

GERD sebenarnya bisa dialami siapa saja, tetapi kasusnya lebih sering ditemukan pada orang dewasa, terutama usia paruh baya.

Berdasarkan penelitian di RSUP Dr. M. Djamil Padang yang dipublikasikan oleh ResearchGate, kelompok usia 41–60 tahun menjadi salah satu rentang usia yang paling banyak mengalami kondisi ini.

Hal tersebut diduga berkaitan dengan perubahan fungsi tubuh seiring bertambahnya usia, termasuk melemahnya katup lambung dan akumulasi kebiasaan hidup yang sudah berlangsung bertahun-tahun, misalnya pola makan tidak teratur, sering begadang, stres berkepanjangan, atau kebiasaan langsung berbaring setelah makan.

2. Perempuan cenderung lebih banyak mengalami GERD

Ciri-ciri Gerd 3.jpg
Pexels/Isabelle Francesca Santinon

Meski GERD bisa dialami siapa pun, ternyata perempuan tercatat lebih banyak mengalami kondisi ini dibanding laki-laki. Temuan penelitian di Padang menunjukkan adanya kecenderungan tersebut pada kelompok pasien yang diamati.

Para ahli menduga ada kaitannya dengan faktor hormonal, perubahan metabolisme tubuh, hingga sensitivitas tubuh terhadap rasa tidak nyaman di saluran pencernaan. Namun, bukan berarti laki-laki lebih aman, karena pola hidup tetap jadi faktor penting yang memengaruhi risiko GERD.

3. Berat badan berlebih

Ciri-ciri Gerd 4.jpg
Pexels/Towfiqu Barbhuiya

Salah satu ciri yang cukup sering ditemukan pada penderita GERD adalah memiliki berat badan berlebih atau yang lebih dikenal dengan obesitas. Masih dari penelitian yang sama, banyak penderita GERD memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) yang tinggi.

Hal ini dikarenakan lemak berlebih di area perut bisa memberi tekanan tambahan pada lambung. Tekanan ini membuat isi lambung, termasuk asam, lebih mudah terdorong naik ke kerongkongan. 

Itu sebabnya, keluhan GERD sering terasa lebih sering kambuh pada orang dengan berat badan berlebih, terutama setelah makan dalam porsi besar.

4. Katup lambung tidak menutup sempurna

Ciri-ciri Gerd 5.jpg
Pexels/Kindel Media

Salah satu penyebab utama GERD ada pada bagian tubuh bernama Lower Esophageal Sphincter (LES), yaitu katup kecil di antara kerongkongan dan lambung.

Harvard Health menjelaskan katup ini seharusnya menutup rapat setelah makanan masuk ke lambung. Namun pada penderita GERD, katup tersebut cenderung melemah atau tidak menutup sempurna.

Kondisi ini kemudian mengakibatkan asam lambung jadi lebih mudah naik kembali ke kerongkongan dan memicu rasa panas di dada, tenggorokan terasa asam, atau mulut pahit. Kondisi inilah yang membuat gejala GERD sering datang berulang.

5. Punya masalah pada struktur lambung

Ciri-ciri Gerd 6.jpg
Pexels/Tima Miroshnichenko

Pada sebagian orang, GERD juga bisa berkaitan dengan kondisi yang disebut hernia hiatal. Kondisi ini terjadi ketika bagian atas lambung sedikit bergeser ke atas melewati diafragma.

Saat posisi lambung berubah, sistem penahan asam jadi tidak bekerja sebaik biasanya. Kondisi ini mengakibatkan asam lambung lebih mudah naik dan memicu refluks. Meski tidak semua penderita GERD mengalami kondisi ini, pada kasus GERD yang cukup berat, hernia hiatal cukup sering ditemukan.

6. Sering batuk, tenggorokan tidak nyaman, atau gigi lebih sensitif

Ciri-ciri Gerd 7.jpg
Pexels/Gustavo Fring

Ciri GERD ternyata tidak selalu terasa di area perut. Pada beberapa orang, gejalanya justru muncul di bagian mulut dan tenggorokan.

Mengutip dari University of Utah Health, paparan asam lambung yang terjadi terus-menerus dapat mengiritasi tenggorokan hingga membuat suara serak, sering berdehem, atau terasa seperti ada yang mengganjal.

Bukan cuma itu, asam lambung juga bisa perlahan mengikis lapisan pelindung gigi (enamel) yang berujung membuat gigi jadi lebih sensitif, mudah ngilu, atau terlihat lebih tipis. 

7. Kerongkongan lebih sulit menetralisir asam

Ciri-ciri Gerd 8.jpg
Magnific/8photo

Pada orang sehat, asam lambung yang sempat naik biasanya bisa cepat dinetralkan oleh air liur dan gerakan alami kerongkongan. Namun pada penderita GERD, terdapat gangguan pada proses pembersihan alami ini.

Asam lambung bertahan lebih lama di kerongkongan dan menyebabkan iritasi berkepanjangan. Inilah yang membuat sebagian penderita merasa dada panas terus-menerus, tenggorokan terasa tidak nyaman, atau gejala muncul berulang meski sudah makan seperti biasa.

8. Punya kebiasaan yang bisa memicu asam lambung

Ciri-ciri Gerd 9.jpg
Pexels/Pavel Danilyuk

Banyak penderita GERD ternyata memiliki pola hidup tertentu yang tanpa sadar memperparah kondisi mereka.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, kebiasaan seperti merokok, terlalu sering minum alkohol, makan makanan tinggi lemak, pedas, atau minuman berkafein dapat meningkatkan risiko refluks asam.

Selain jenis makanan, pola makan juga berpengaruh. Misalnya sering makan terlalu malam, porsi makan berlebihan, atau langsung rebahan setelah makan. Kebiasaan-kebiasaan kecil seperti ini memang sering dianggap sepele, tapi ternyata bisa membuat GERD lebih gampang kambuh.

Itu tadi 8 ciri-ciri GERD yang sering kali tidak disadari. Yuk, mulai pola hidup sehat untuk menghindari gejalanya!

Share Article
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias

Related Articles

See More