5 Contoh Eksim Basah beserta Ciri-Cirinya, Waspadai Gejalanya!

- Kulit tampak merah, lembap, dan bengkak akibat peradangan
- Timbul lepuh kecil berisi cairan bening atau nanah di area lipatan kulit
- Kulit terasa gatal hebat, sering muncul rasa panas atau nyeri ringan
Eksim basah adalah salah satu kondisi kulit yang umum terjadi, terutama pada anak-anak dan orang dengan kulit sensitif. Ditandai dengan kulit yang merah, lembap, dan mudah berair atau bernanah, eksim basah berbeda dengan eksim kering yang biasanya hanya bersisik dan gatal.
Kondisi ini sering membuat penderitanya merasa tidak nyaman karena rasa gatal hebat, panas, dan kadang nyeri ringan. Banyak orang masih bingung membedakan eksim basah dengan infeksi kulit lain atau alergi biasa, sehingga penanganan yang tepat sering terlambat.
Berikut, Popmama.com akan memberikan 5 contoh eksim basah beserta ciri-cirinya. Yuk, simak dibawah ini.
Table of Content
1. Kulit tampak merah, lembap, dan bengkak

Kulit yang terkena eksim basah biasanya tampak merah menyala akibat peradangan pada lapisan kulit atas. Warna merah ini disebabkan pembuluh darah di kulit melebar sebagai respons terhadap iritasi atau reaksi alergi.
Kulit juga terasa lembap karena cairan dari jaringan yang meradang menumpuk di permukaan kulit. Pembengkakan ringan biasanya menyertai kulit merah, membuat area kulit tampak lebih tegang dan mengkilap. Anak-anak dengan kulit sensitif cenderung menunjukkan gejala ini lebih jelas.
Kondisi ini tidak hanya membuat kulit terlihat tidak sehat, tetapi juga menimbulkan rasa tidak nyaman. Gesekan dari pakaian atau sepatu bisa memperburuk pembengkakan dan kemerahan. Penting untuk mengenali ciri ini sejak awal agar bisa dilakukan pengawasan dan perawatan yang tepat.
Contoh nyata: Anak yang sering mencuci tangan dengan sabun keras mengalami kulit tangan merah, lembap, dan sedikit bengkak, terutama di bagian telapak dan jari-jari.
2. Timbul lepuh kecil berisi cairan bening atau nanah

Lepuh kecil berisi cairan merupakan tanda khas eksim basah. Cairan di dalam lepuh bisa berupa cairan bening pada tahap awal, atau berubah menjadi nanah jika ada infeksi sekunder akibat digaruk.
Lepuh terbentuk karena cairan dari lapisan kulit yang meradang terperangkap di bawah permukaan kulit. Biasanya muncul di area lipatan seperti siku, lutut, leher, atau di belakang telinga. Lepuh ini menimbulkan rasa tidak nyaman dan sering membuat penderitanya ingin menggaruk.
Pecahnya lepuh secara tidak sengaja bisa memperparah kondisi kulit. Lingkungan lembap dan panas juga memperbesar risiko munculnya lepuh. Mengetahui tanda ini membantu orang tua dan pasien mengenali eksim basah sejak awal.
Contoh nyata: Lipatan siku atau lutut anak dengan eksim atopik sering muncul lepuh kecil yang mudah pecah saat digesek atau digaruk, meningkatkan risiko infeksi.
3. Kulit terasa gatal hebat, dan sering muncul rasa panas atau nyeri ringan

Gatal merupakan gejala utama eksim basah, dan seringkali sulit ditahan oleh anak-anak maupun orang dewasa. Sensasi gatal ini biasanya disertai dengan rasa panas atau nyeri ringan pada kulit yang terkena. Lepuh dan area lembap membuat kulit semakin sensitif dan mudah teriritasi.
Penggarukan yang sering dilakukan untuk mengurangi rasa gatal justru dapat menyebabkan pecahnya lepuh. Pecahnya lepuh membuka jalan bagi bakteri masuk, sehingga risiko infeksi meningkat.
Gatal yang tidak ditangani dapat mengganggu tidur, aktivitas sehari-hari, dan kualitas hidup pasien. Memahami gejala gatal dan sensasi panas ini membantu pencegahan komplikasi lebih lanjut.
Contoh nyata: Wajah orang dewasa yang alergi kosmetik dapat mengalami gatal hebat dan panas, disertai munculnya bercak lembap yang mengganggu aktivitas harian.
4. Bisa muncul di tangan, kaki, wajah, atau area lipatan kulit

Eksim basah dapat menyerang berbagai bagian tubuh, terutama area yang lembap atau sering bergesekan. Kulit yang terkena biasanya merah, lembap, dan lebih sensitif dibanding kulit sehat. Area yang sering terkena air, pakaian ketat, atau gesekan lebih rentan mengalami eksim basah.
Lipatan kulit seperti leher, siku, lutut, dan belakang telinga menjadi lokasi yang paling umum. Penampilan kulit yang lembap dan kemerahan di area ini menjadi indikasi awal adanya eksim basah.
Anak-anak dan bayi lebih mudah terkena karena kulit mereka lebih tipis dan sensitif. Mengamati lokasi yang sering terkena eksim basah membantu pengawasan dan perawatan lebih efektif.
Contoh nyata: Tangan anak akibat sering cuci tangan, kaki karena kaus kaki basah, wajah akibat kosmetik, dan lipatan siku atau lutut menjadi area yang sering terkena eksim basah.
5. Bila digaruk, cairan bisa keluar, meningkatkan risiko infeksi

Lepuh atau kulit basah yang digaruk dapat pecah dan mengeluarkan cairan. Cairan ini menciptakan lingkungan lembap yang mudah ditempati bakteri, sehingga risiko infeksi sekunder meningkat. Infeksi sekunder dapat menimbulkan nanah, kerak kuning, dan peradangan lebih luas di kulit.
Penggarukan terus-menerus juga memperburuk kondisi eksim basah dan memperlambat proses penyembuhan. Mengetahui risiko ini penting agar orang tua atau pasien bisa mengawasi dan membatasi tindakan yang memperparah kondisi.
Lingkungan yang bersih dan perawatan lembut dapat membantu mengurangi infeksi. Edukasi mengenai risiko pecahnya lepuh sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang.
Contoh nyata: Anak yang menggaruk lepuh di lipatan lutut atau siku menyebabkan cairan keluar, membuat kulit menjadi rawan infeksi dan lebih sulit sembuh jika tidak dirawat dengan benar.
Eksim basah adalah kondisi kulit yang memerlukan perhatian khusus karena sifatnya yang lembap, mudah bernanah, dan berisiko infeksi. Dengan mengenali 5 contoh eksim basah dan ciri-cirinya, pasien dapat lebih cepat mendeteksi tanda awal dan memantau kondisi kulit secara rutin.
Edukasi tentang eksim basah menjadi kunci agar pasien dan keluarga dapat menjaga kesehatan kulit dengan benar, mengurangi rasa tidak nyaman, dan meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.
Kesadaran akan contoh eksim basah dan ciri-ciri sejak awal juga membantu orang tua membuat keputusan lebih tepat terkait perawatan dan konsultasi medis. Semoga bermanfaat.





-WPjq5Yg4U4cqGOJLCg5FTmeQMmZlQs5Q.png)












