Buah Potong vs Buah Utuh, Lebih Sehat Mana

Kalau praktis sudah tentu yang potong, tapi...

10 Juni 2019

Buah Potong vs Buah Utuh, Lebih Sehat Mana
Pexels/Daria Shevtsova

Buah merupakan asupan penting yang harusnya dikonsumsi setiap hari. Baik anak-anak maupun orang dewasa, membutuhkan nutrisi dari buah-buahan. 

Kadang, jika ingin mengonsumsi sedikit saja, atau sedang tidak ingin repot, membeli buah potong pun jadi pilihan.

Namun apakah itu sudah pilihan yang tepat? Atau malah tidak tepat?

Untuk lebih jelasnya, Popmama.com telah mengumpulkan keuntungan dan kerugian dari mengkonsumsi buah potong serta buah utuh:

1. Buah potong lebih praktis

1. Buah potong lebih praktis
Freepik/lifeforstock

Tak hanya bisa ditemui di pedagang buah, buah potong juga mudah ditemui di supermarket. Biasanya, buah potong akan jadi alternatif jika hanya ingin mengonsumsi sedikit atau ingin memakannya langsung.

Kebanyakan berpikir, lebih baik membeli buah potong dibanding membeli 1 buah utuh yang belum tentu sanggup dihabiskan semuanya. 

2. Namun ada efek sampingnya

2. Namun ada efek sampingnya
Pexels/Rawpixel.com

Sayangnya, kepraktisannya tidak seimbang dengan efek buruknya. Karena buah yang sudah dipotong terlalu lama kemungkinan besar sudah kehilangan nutrisinya. 

Sedangkan kita mengonsumsi buah karena ingin mendapat aneka nutrisi dari buah tersebut. 

3. Jika terlalu lama, akan teroksidasi

3. Jika terlalu lama, akan teroksidasi
Pexels/Picmamba.com

Musuh dari buah potong adalah oksigen, panas, dan cahaya. Dikutip dari situs Verywellfit.com, nutrisi yang mungkin hilang paling besar saat buah sudah dipotong adalah vitamin C, vitamin A, dan vitamin E. 

Ketiga vitamin itu merupakan antioksidan, yang bereaksi saat terpapar oksigen. Oksigen secara alami mengikis vitamin-vitamin tersebut atau teroksidasi.

Cahaya juga bisa menghilangkan antioksidan sehingga seperti sia-sia saja memakan buah padahal banyak zat penting yang sudah hilang.

Editors' Picks

4. Vitamin C paling banyak hilang

4. Vitamin C paling banyak hilang
Freepik/Freepic.diller

Saat buah dikupas atau dipotong, tentu ada air yang keluar dari buah tersebut. Air itu bukan sekadar air biasa karena vitamin C berada di dalam air. Saat air di buah terbuang, begitu juga dengan vitamin C.

Beda halnya jika mengonsumsi buah utuh, di mana airnya bisa terbuang lebih sedikit dibanding buah potong. Tentu asupan vitamin C bisa lebih banyak kan?

5. Lebih mudah busuk

5. Lebih mudah busuk
Freepik

Buah yang dipotong mempercepat pembusukan. Ini dikarenakan, gula yang ada di dalam buah bereaksi terhadap udara sehingga mengeluarkan karbon dioksida. Hal ini menyebabkan perubahan warna dan rasa dari buah potong. 

Oleh karena itu, jika ingin membeli buah potong, pastikan itu baru dipotong dan langsung disimpan di tempat dingin. Waktu terbaik mengonsumsi buah potong adalah yang dipotong di bawah 1 jam.

6. Buah utuh lebih aman dari bakteri

6. Buah utuh lebih aman dari bakteri
Pexels/Tookapic

Beda halnya jika mengonsumsi buah utuh, kemungkinan terpapar bakteri akan jauh lebih kecil dibanding buah potong. Karena Kamu tahu bagaimana proses pemotongannya dan kebersihannya. 

Sedangkan buah potong bisa saja tidak dibersihkan secara sempurna sehingga bisa mendatangkan penyakit. Terlebih jika terkena termperatur tinggi yang memudahkan bakteri berkembang biak.

7. Kandungan nutrisi buah utuh sempurna

7. Kandungan nutrisi buah utuh sempurna
Pixabay/romanov

Kulit buah melindungi daging buah dari aneka kerusakan dan kehilangan nutrisi. Dengan adanya kulit inilah segala nutrisi masih utuh sempurna sampai dikupas dan langsung dimakan. 

Jadi meski agak repot karena harus mengupas dan memotongnya sendiri, namun kamu tidak akan kerugian kehilangan nutrisi alami buah tersebut. 

Di antara buah potong dan buah utuh, sudah tahu kan siapa pemenangnya?

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;