"Keputihan kecoklatan ini bukan bagian dari periode. Keputihan kecoklatan yang didapat wanita setelah akhir periode bukanlah hal penting. Ummu 'Atiyyah RA berkata: Kami dulu tidak menganggap cairan kekuningan atau kecoklatan setelah mandi wajib sebagai sesuatu yang penting."
Sudah Mandi Wajib tapi Keluar Flek Cokelat Apakah Boleh Puasa?

Flek cokelat dianggap suci setelah muncul tanda-tanda kebersihan seperti cairan bening atau putih
Flek cokelat setelah suci tidak membatalkan puasa menurut Mazhab Syafi'i dan Hanbali
Cara mencegah flek cokelat: kenali pola haid, jaga kebersihan, gunakan pakaian nyaman, kelola stres, perhatikan pola makan dan hidrasi
Menjelang bulan Ramadan atau saat menjalani puasa sunnah, tak sedikit Mama yang merasa ragu ketika mendapati flek cokelat keluar meski sudah mandi wajib. Kondisi ini kerap menimbulkan pertanyaan, apakah puasa tetap sah atau harus dibatalkan?
Mama tidak perlu langsung bingung atau khawatir. Ada beberapa hal penting yang perlu diketahui sebelum memutuskan apakah puasa boleh dilanjutkan atau perlu menunggu kondisi suci sepenuhnya.
Berikut Popmama.com rangkum jawabannya agar Mama bisa lebih tenang menjalani ibadah puasa.
Table of Content
Apa Itu Flek Cokelat dan Kapan Dianggap Suci?

Flek cokelat merupakan cairan berwarna kecokelatan hingga kehitaman yang keluar dari area kewanitaan. Dalam Islam, flek cokelat dapat dihukum sebagai darah haid apabila muncul pada masa haid dan memiliki ciri-ciri darah haid.
Namun, jika flek cokelat keluar setelah terlihat tanda-tanda suci seperti cairan bening atau putih yang dikenal sebagai Al-Qashash al-Baidha maka flek tersebut tidak lagi dihukum sebagai haid, melainkan dianggap sebagai keputihan biasa. Dengan demikian, Mama sudah berada dalam keadaan suci.
Kapan Puasa Tidak Boleh Dilanjutkan?

Dalam Fataawa al-Siyaam, Syekh Ibnu Utsaimin Rahimahullah ditanya terkait flek coklat yang muncul setelah seorang perempuan mandi wajib dan melakukan ibadah puasa. Dia pun menjawab pertanyaan tersebut :
Dalilnya, dalam Mazhab Syafi'i dan Hanbali, flek cokelat setelah suci (berhenti haid) tidak dianggap haid, sehingga ibadah seperti puasa dan salat tetap sah. Namun, jika flek coklat tersebut keluar sebelum yakin benar-benar suci, maka itu masih dianggap haid, dan puasa belum sah.
Cara Mencegah Munculnya Flek Cokelat setelah Haid saat Puasa

Agar Mama lebih tenang menjalani puasa, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan munculnya flek cokelat setelah haid:
- Kenali pola haid pribadi
Catat lama haid dan tanda-tanda akhir menstruasi supaya Mama bisa lebih yakin kapan saatnya mandi wajib dan memulai puasa.
- Jaga kebersihan area kewanitaan
Membersihkan area intim secara lembut dan rutin membantu mencegah iritasi yang bisa memicu flek cokelat.
- Gunakan pakaian dan pembalut yang nyaman
Memilih bahan yang menyerap dan nyaman dapat mengurangi gesekan yang terkadang memicu flek.
- Kelola stres dengan baik
Stres dapat memengaruhi hormon dan siklus menstruasi. Cobalah teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, meditasi, atau berjalan santai agar tubuh tetap seimbang.
- Perhatikan pola makan dan hidrasi
Konsumsi makanan bergizi dan cukup minum air saat sahur dan berbuka membantu tubuh tetap seimbang dan mendukung hormon agar siklus menstruasi lebih stabil.
Nah, itulah penjelasan tentang sudah mandi wajib tapi keluar flek cokelat apakah boleh puasa.
Selama Mama yakin haid sudah selesai dan mandi wajib telah dilakukan, puasa tetap sah. Semoga Mama bisa beribadah dengan tenang dan khusyuk.
FAQ Seputar Sudah Mandi Wajib tapi Keluar Flek Cokelat
| Apakah puasa sunnah juga tetap sah jika keluar flek cokelat? | Puasa sunnah tetap sah selama flek cokelat tersebut bukan darah haid atau nifas. |
| Apakah warna flek menentukan sah atau tidaknya puasa? | Tidak hanya warna, tetapi juga waktu kemunculannya. Flek cokelat sebelum suci termasuk haid, sedangkan setelah suci tidak. |
| Apa yang sebaiknya dilakukan jika masih ragu? | Jika masih ragu, sebaiknya menunggu hingga benar-benar yakin suci. |


















