8 Cara Menghindari Kanker Payudara Secara Alami

Hindari alkohol, menyusui setelah melahirkan, dan kurangi stres

16 Oktober 2020

8 Cara Menghindari Kanker Payudara Secara Alami
Freepik

Ada banyak penyebab yang bisa jadi pemicu kanker payudara. Nah, Popmama.com punya 10 cara untuk menghindari penyakit yang satu ini. 

Kanker payudara adalah salah satu penyakit yang banyak diderita perempuan di dunia. 

Menurut nationalbreastcancer.org, di tahun 2020 ini, diestimasikan ada lebih dari 200.000 perempuan yang akan terkena kanker payudara di AS. Bayangkan berapa banyak jika jumlah dari seluruh dunia digabung?

Meski kebanyakan penderitanya bisa mendeteksi dini dan kemungkinan sembuh dan jadi survivor cukup tinggi, tetap saja lebih baik menghindari daripada mengobati. 

Untuk itu, inilah 8 cara alami yang bisa dilakukan untuk menghindari kanker payudara.

1. Hindari daging yang dibakar

1. Hindari daging dibakar
Freepik

Meski steak dan sate terasa nikmat di lidah, namun bukan berarti bisa aman di tubuh. Menurut dr Iskandar Junaidi dalam bukunya Hidup Sehat Bebas Kanker (2014), daging yang dibakar sampai gosong bisa menyebabkan kanker. 

Ini disebabkan oleh adanya senyawa amino heterosiklik yang bersifat karsinogenik (penyebab kanker) saat daging dibakar sampai gosong. 

Jika ingin makan sesuatu yang dibakar, hindari yang gosong, ya!

2. Perbanyak konsumsi buah dan sayur

2. Perbanyak konsumsi buah sayur
freepikcom/freepik

Mengonsumsi sayur dan buah yang tinggi serat dan kaya vitamin bisa jadi salah satu cara menyelamatkan diri dari kanker payudara. 

Kandungan antioksidan seperti vitamin A, vitamin C, dan vitamin E yang ada di buah dan sayur bisa mencegah kerusakan sel yang bisa jadi pemicu kanker, termasuk kanker payudara.  

Namun, pastikan untuk mengonsumsi buah dan sayur dengan benar. Nikmati buah potong dan kunyah perlahan untuk mengeluarkan enzim yang penting bagi tubuh. 

Untuk sayur, lebih baik konsumsi yang mentah, seperti dibuat salad. Ingin yang matang? Masak dalam durasi yang sebentar agar vitamin dan kandungan gizinya masih lengkap. 

3. Batasi konsumsi alkohol dan rokok

3. Batasi konsumsi alkohol rokok
Freepik

Alkohol dan rokok adalah teman baik sel kanker. Apalagi jika digabungkan dengan gaya hidup yang jauh dari sehat. 

Sering begadang, sering makan junk food, dan senang mengonsumsi alkohol serta merokok, maka peluang terkena kanker payudara jadi lebih tinggi. 

Dilansir dari Mayo Clinic, merokok bisa menjadi pemicu beragam jenis kanker, termasuk kanker payudara. Tak hanya itu, jika rutin menghisap asap rokok (perokok pasif), pun bisa meningkatkan risiko terkena penyakit membahayakan itu. 

Editors' Picks

4. Rutin olahraga setiap hari

4. Rutin olahraga setiap hari
Freepik

Dari Health Line, semakin aktif seseorang bergerak, semakin besar kemungkinan dirinya terhindar dari penyakit, termasuk kanker payudara. 

Berolahraga bisa menurunkan kadar estrogen yang diproduksi tubuh. Efeknya, risiko kanker bisa menurun. 

Kamu bisa memilih jenis olahraga dan kapan waktu terbaik untuk melakukannya. Tak hanya sehat untuk tubuh, tapi berolahraga juga penting untuk kesehatan mental.

5. Rutin berjemur dan konsumsi vitamin D

5. Rutin berjemur konsumsi vitamin D
Freepik/maryamkevich

Tak hanya vitamin C yang berguna untuk meningkatkan imun, namun juga vitamin D. 

Kamu yang ingin terhindar dari serangan kanker yang jahat, bisa rutin berjemur setidaknya 3 kali seminggu. Durasinya maksimal 15 menit saja dan di waktu yang belum terlalu panas. 

Cara ini bisa membuat tubuh melengkapi kebutuhan vitamin D harian yang penting untuk tubuh. Namun, jangan lupa konsumsi vitamin D juga untuk gizi yang lebih sempurna. 

6. Pintar dalam mengelola stres

6. Pintar dalam mengelola stres
Freepik/cookie_studio

Stres tak hanya mengganggu pikiran, namun juga tubuh. Saat terlalu sering stres, maka hormon pun jadi terganggu. 

Sistem kerja tubuh jadi berubah dan mampu menurunkan sistem kekebalan tubuh. 

Inilah yang bisa jadi celah bagi sel kanker untuk bertumbuh di dalam tubuh. Oleh karena itu, perbanyak ilmu untuk mengelola stres agar tidak berlarut dan membahayakan diri sendiri. 

7. Menyusui setelah melahirkan

7. Menyusui setelah melahirkan
freepik.com


Virginia Borges, direktur pusat kanker Universitas Colorado, menyebutkan bahwa umur seorang perempuan saat melahirkan berpengaruh pada risiko kanker payudara. 

Saat melahirkan di umur yang lebih tua, maka risiko kanker payudara akan lebih tinggi. Saat menyusui, perubahan struktur payudara pada seorang perempuan jadi berubah. 

Bahkan setelah masa menyusui berakhir, perubahan mikroskopis pada sistem pengiriman susu melindungi payudara terhadap sel pra-kanker. 

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa perempuan yang menyusui setelah melahirkan bisa mengurangi risiko kanker payudara sebesar 20% dibanding yang tidak. 

8. Jaga berat badan dengan baik

8. Jaga berat badan baik
Pixabay/mojzagrebinfo

Tubuh yang sehat tidak melulu yang kurus, namun berat badan ada hubungannya dengan risiko kanker. 

Sebuah penemuan dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Radiological Society of North America. Isinya mengungkapkan bahwa perempuan yang mengalami obesitas lebih berisiko terkena kanker payudara. 

Alasannya, lebih sulit mendeteksi dini kanker karena berat badan yang berlebih. Para peneliti menyebutkan, perempuan yang obesitas memerlukan mammogram lebih sering untuk menemukan tumor lebih dini. 

Oleh karena itu, jagalah berat badan dengan baik agar tubuh selalu sehat dan lebih mudah dilakukan skrining saat dibutuhkan. 

Sehat selalu ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.