7 Gejala Gangguan Tidur dan Cara Mengatasinya

Mulai dari mimpi buruk hingga tertidur saat menyetir

20 November 2020

7 Gejala Gangguan Tidur Cara Mengatasinya
Freepik/jcomp

Seringnya, gangguan tidur hanya dikaitkan dengan insomnia saja. Padahal, ada banyak gejalanya dan mungkin beberapa tak kamu sadari. 

Gangguan ini bisa cukup ringan hingga berat. Bahkan, bisa membahayakan keselamatan kamu dan orang sekitar. 

Ada banyak diagnosa saat kamu mengalami gangguan tidur. Beberapa contohnya seperti masalah emosional, menderita penyakit tertentu, atau menggunakan obat-obatan tertentu. 

Dirangkum Popmama.com, inilah gejala gangguan tidur dan apa yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya. 

1. Kesulitan tidur dan bangun 

1. Kesulitan tidur bangun 
istockphoto
Ilustrasi tidur diatas jam 12 malam

Saat mengalami insomnia, kamu sudah yakin bahwa sedang mengalami gangguan tidur. Namun tahukah bahwa, sulit bangun juga termasuk gangguan tidur. 

Ada kalanya, kamu sulit sekali tertidur dan tetap segar meski sudah begadang. Namun di lain waktu, kamu begitu mengantuk sampai sulit sekali untuk bangun dan beraktivitas. 

Apalagi jika kamu tidur dan bangun pada waktu yang tidak teratur. Ini juga termasuk dalam gangguan tidur.

Dengan begitu, tubuhmu kebingungan mengatur jam biologis untuk istirahat dan aktif. 

2. Mengalami mimpi buruk saat tidur

2. Mengalami mimpi buruk saat tidur
Freepik/Katemangostar

Kamu tak bisa mengatur mimpi yang datang ke dalam tidurmu. Namun jika mimpi buruk kerap datang ke dalam tidurmu, bisa jadi kamu tengah mengalami gangguan tidur. 

Saat mimpi buruk, kamu sering merasa ketakutan dan bangun dalam keadaan menangis, berkeringat, atau bahkan teriak. Kamu bisa bertanya pada pasangan, apakah kamu juga tidur dengan napas tidak teratur, karena itu bisa jadi tanda selanjutnya.

Jika sudah begini, jangan ragu untuk mencari pertolongan profesional, ya!

Editors' Picks

3. Tubuh bergerak tidak sesuai keinginan dan kesadaran

3. Tubuh bergerak tidak sesuai keinginan kesadaran
Freepik/Amenic181

Jika kamu sering berjalan ketika tidur, jangan anggap itu wajar. Berarti kamu mengalami gangguan tidur. Selesaikan masalahnya dengan ahlinya, agar kualitas tidur membaik dan tidak membahayakan orang sekitarmu. 

Selain itu, jika kamu merasa tungkai suka bergerak tanpa perintah saat ingin tertidur, berarti kamu mengalami gangguan tidur. Tanda lainnya adalah, tidur dengan menggertakkan gigi atau bahkan sampai berhenti bernapas sesaat saat sedang lelap tidur. 

Saat mengalami gangguan tidur, kamu jadi suka merasa kesemutan atau sensasi yang menjalar ke tangan dan kaki. 

4. Merasa lemah dan suka tertidur di waktu yang tidak tepat

4. Merasa lemah suka tertidur waktu tidak tepat
Freepik/Yanalya

Gejala gangguan tidur adalah termasuk mengantuk saat bangun. Tak peduli apakah kamu sudah cukup tidur atau belum, tetap saja merasa ngantuk dan lemas. 

Selain itu, kamu merasa otot tubuhmu lebih lemah. Alhasil, kamu pun jadi malas bergerak. Di beberapa kasus, orang dengan gangguan tidur sering merasa tidak bisa menggerakkan badan saat bangun tidur. 

Yang lebih parah, orang dengan gangguan ini suka tidur di waktu yang tidak tepat, seperti saat mengemudi. Daripada membahayakan nyawa, segera cari pertolongan dokter, ya!

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

5. Mengubah gaya hidup

5. Mengubah gaya hidup
Freepik/benzoix

Salah satu hal yang paling mudah dilakukan saat mengalami gangguan tidur adalah dengan merubah gaya hidup. Pola hidup sehat bisa membantu tubuh dan pikiran lebih sehat juga. 

Kamu bisa mulai mengonsumsi makanan yang tinggi serat, membatasi asupan gula, dan mengurangi konsumsi kafein serta alkohol. 

Rutin berolahraga dan mengelola stres dengan baik bisa jadi kunci yang penting juga. 

Usahakan tidak memegang gadget setidaknya 1 jam sebelum tidur, dan hindari menonton berita yang meresahkan sesaat sebelum tidur. 

6. Melakukan psikoterapi dan menggunakan obat-obatan yang disarankan

6. Melakukan psikoterapi menggunakan obat-obatan disarankan
Freepik/Iaros

Jika menurut dokter gangguanmu cukup serius, bisa menggunakan psikoterapi untuk proses penyembuhannya. 

Salah satu contoh psikoterapi yang bisa dilakukan adalah dengan terapi perilaku kognitif untuk mengubah pola pikir penderita gangguan tidur. 

Selain itu, jika masalah ini berpengaruh dari hal lain, dokter atau psikiater akan memberikan obat khusus untuk mengatasi gangguan tidur. Beberapa contohnya adalah obat penenang dan juga obat antidepresan. 

7. Menggunakan alat khusus ketika tidur

7. Menggunakan alat khusus ketika tidur
Freepik/drobotdean

Pada penderita hipersomnia, dokter bisa saja menganjurkan menggunakan alat khusus saat tidur. Alat tersebut terdiri dari masker oksigen yang tersambung ke alat yang dinamakan continuous positive airway pressure (CPAP). 

Terapi ini berguna untuk membuat saluran pernapasan tetap terbuka. Sehingga kamu yang suka berhenti bernapas sesaat ketika tidur bisa menggunakan alat ini juga. 

Itulah beberapa gangguan dan cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kualitas tidur.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.