Vaksin Covid-19 Bisa Didapat Gratis dengan BPJS, Apa Saja Syaratnya?

Mulai akhir tahun ini akan dibagikan vaksin secara bertahap sampai 2022

23 November 2020

Vaksin Covid-19 Bisa Didapat Gratis BPJS, Apa Saja Syaratnya
Freepik

Pandemi Covid-19 masih berlangsung. Syukurnya, sudah banyak pilihan vaksin yang tersedia. 

Dari beberapa pilihan, Indonesia memutuskan menggunakan vaksin Sinovac asal China. Rencananya, vaksin akan mulai dibagikan bulan ini. 

Meski harganya belum ditentukan, vaksin ini bisa saja diberikan gratis dari pemerintah untuk kelompok masyarakat tertentu. 

Dirangkum Popmama.com, inilah kualifikasi penerima vaksin Covid-19 gratis.

1. Khusus untuk pengguna BPJS yang  menerima bantuan

1. Khusus pengguna BPJS yang  menerima bantuan
pcare.bpjs-kesehatan.go.id

Dalam BPJS, ada kelompok PBI atau Penerima Bantuan Iuran. Mereka adalah kelompok yang akan mendapat bantuan vaksin gratis dari pemerintah. 

Sejauh ini, rencana pemberian vaksin akan dilakukan secara bertahap, mulai dari akhir tahun ini hingga tahun 2022. Selain itu, ada juga skala prioritas kepada siapa saja akan diberikan, seperti untuk nakes dan garda terdepan penanganan Covid-19.

Editors' Picks

2. Data penerima akan disusun oleh BPJS sendiri

2. Data penerima akan disusun oleh BPJS sendiri
Pexels/Andrea Piacquadio

Per tanggal 31 Agustus 2020 kemarin, jumlah PBI BPJS mencapai 96,6 juta jiwa. Sementara untuk PBI yang dibiayai oleh APBD, jumlahnya sekitar 35,1 juta jiwa. 

Untuk sasaran yang tepat guna, BPJS akan melakukan sendiri penyusunan daftar siapa saja yang akan mendapat fasilitas vaksin gratis. 

Para peserta PBI harus melalui proses verifikasi data. Setelah itu, baru bisa mendapat vaksin gratis. 

3. Ada yang gratis ada yang bayar sendiri

3. Ada gratis ada bayar sendiri
Pexels/Cottonbro

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Erick Thohir mengatakan, ada vaksin bantuan untuk mereka yang sangat memerlukan. 

Jumlah vaksin bantuan ini sekitar 93 juta jiwa dan masuk dalam program pemerintah. 

Sedangkan, lanjut Erick, diharapkan para perusahaan besar bisa menyediakannya secara mandiri untuk para karyawannya. Dengan kata lain, para pekerja bisa mendapat vaksin gratis dari tempat ia bekerja. 

Di luar perusahaan yang diharapkan bisa membeli vaksin untuk karyawannya, vaksin berbayar ini memang ditujukan untuk masyarakat mampu secara ekonomi. 

4. Ini dia daftar prioritas penerima vaksin menurut WHO

4. Ini dia daftar prioritas penerima vaksin menurut WHO
Freepik

Karena diberikan secara bertahap, sudah tentu ada daftar prioritas pemberian vaksin, baik itu gratis ataupun berbayar. 

Menurut Direktur WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, semua negara harus memprioritaskan inokulasi pekerja garis depan yang terlibat dalam layanan sosial penting. 

Selain itu, diutamakan juga pada orang dewasa yang di atas 65 tahun, dan kategori rentan berisiko lainnya. 

Menurutnya, pemberian vaksin pada penduduk yang sehat akan mencegah penyebaran infeksi. Namun memprioritaskan lansia dan kelompok rentan akan membantu mengendalikan angka kematian akibat infeksi virus. 

Ini dikarenakan, mereka adalah kelompok yang memiliki risiko penyebaran virus terbesar. 

5. Mengenal vaksin Sinovac

5. Mengenal vaksin Sinovac
Freepik

Indonesia memilih vaksin Sinovac dari China untuk diberikan secara bertahap.

Vaksin virus corona eksperimental Sinovac Biotech adalah vaksin Covid-19 berasal dari China. Vaksin ini telah disuntikkan pada ratusan ribu orang di negara asalnya, di bawah program penggunaan darurat. 

Vaksin ini merupakan satu dari 3 vaksin yang telah disuntikkan kepada banyak orang di sana. Efek dari vaksin ini adalah memicu respon kekebalan atau imun yang cepat. 

Menurut salah satu peneliti yang bernama Zhu Fengcai, temuan mereka menunjukkan bahwa CoronaVac mampu memicu respon antibodi yang cepat dalam 4 minggu setelah imunisasi. Vaksin ini harus diberikan 2 kali dalam interval 14 hari. 

Sayangnya, tingkat antibodi yang dihasilkan Sinovac lebih rendah daripada orang yang telah pulih dari Covid-19.

Dilansir dari Reuters, para peneliti mengatakan vaksin dari Sinovac ini bisa memberikan perlindungan yang cukup. Ini didasarkan dari pengalaman mereka dengan vaksin lain dan data dari studi praklinis dengan kera.   

Saat ini Sinovac sedang menjalankan 3 uji coba Fase III di Indonesia, Brasil, dan Turki. 

Sejauh ini, vaksin covid-19 sudah siap didistribusikan di Indonesia. Tinggal bagaimana proses pemberian vaksin yang akan dijelaskan lebih lanjut lagi nanti. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.