Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Fakta Gempa NTT yang Capai 7,7 Magnitudo
Peta wilayah terdampak gempa Flores. (BMKG)
  • Gempa tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 akibat aktivitas Sesar Naik Flores, dengan guncangan terasa hingga NTB dan Sulawesi Selatan.
  • Gempa memicu tsunami kecil setinggi 0,14–0,54 meter di sejumlah pesisir; BMKG mengakhiri peringatan dini setelah mencatat 1.598 gempa susulan hingga 17 Agustus.
  • BNPB melaporkan 54 korban meninggal, sekitar 5.000 pengungsi, dan 1.543 rumah rusak; NTT menetapkan tanggap darurat 14 hari untuk mempercepat penanganan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gempa tektonik magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur, memicu tsunami kecil, gempa susulan, korban jiwa, pengungsian, serta kerusakan rumah dan fasilitas publik.
  • Who?
    Warga NTT terdampak; BNPB melaporkan 54 orang meninggal dan sekitar 5.000 orang mengungsi. Gubernur NTT Melki Laka Lana menetapkan tanggap darurat, sementara BMKG memantau gempa dan tsunami.
  • Where?
    Dampak utama terjadi di Nusa Tenggara Timur, terutama Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Guncangan juga terasa di Nusa Tenggara Barat hingga Sulawesi Selatan; tsunami kecil tercatat di sejumlah pesisir NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
  • When?
    Gempa utama terjadi Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. Gempa susulan masih berlangsung hingga Senin, 17 Agustus 2026. Status tanggap darurat berlaku 15–28 Agustus 2026.
  • Why?
    Gempa terjadi akibat aktivitas Sesar Naik Flores atau Flores Back-Arc Thrust, dengan mekanisme pergerakan naik pada kedalaman dangkal.
  • How?
    BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami setelah gelombang 0,14–0,54 meter dilaporkan. Penanganan dilakukan melalui tanggap darurat, pencarian korban, pengungsian, serta pengerahan alat berat Kementerian PU untuk membuka ruas jalan yang longsor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gempa besar 7,7 mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026. Air laut sempat naik kecil. Rumah, sekolah, kantor, dan jalan rusak. Ada 54 orang meninggal dan 5.000 orang pergi ke tempat aman. Gempa kecil masih datang. Sekarang orang-orang masih mencari korban dan memperbaiki keadaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gempa bumi berkekuatan 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/26). Gempa tersebut juga memicu gelombang tsunami kecil di beberapa titik pesisir.

Bukan hanya kerusakan materi, gempa bumi yang bersumber dari aktivitas Sesar Busur Belakangan Flores ini juga memakan korban jiwa dan ribuan warga harus mengungsi. 

Saat proses penanganan di beberapa titik, gempa susulan bahkan kembali berlangsung pada Senin (17/8/26) dengan kekuatan 5,8 magnitudo.

Simak rangkuman Popmama.com berikut ini seputar fakta gempa NTT yang capai 7,7 magnitudo.

1. Gempa tektonik disebabkan aktivitas sesar

Warga Kabupaten Bima mengungsi ke dataran tinggi imbas gempa bumi magnitudo 7,7 yang melanda provinsi NTT. (dok. BPBD Kabupaten Bima)

Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 disebabkan oleh aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Bak-Arc Thrust) dengan mekanisme pergerakan naik di kedalaman dangkal.

Diketahui zona sesar aktif ini juga memiliki catatan serupa 30 tahun lalu, tepatnya pada 12 Desember 1992 terjadi gempa dahsyat dengan magnitudo 7,5 hingga 7,8 dengan tsunami besar yang menyebabkan 2.500 korban jiwa. 

2. Sempat memicu gelombang tsunami kecil

Peta peringatan dini tsunami gempa Flores. (BMKG)

Gempa tektonik bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur tersebut memicu kenaikan air laut atau tsunami kecil di wilayah lain.

Terdapat laporan gelombang tsunami dengan  ketinggian 0,14 - 0,54 meter di wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Namun, BMKG telah resmi mengakhiri peringatan dini tsunami dan menghimbau masyarakat untuk tetap tenang.

3. Masuk dalam daftar gempa terbesar 2026

Pekerja berjalan di dekat bangunan Kantor Bupati Manggarai yang mengalami kerusakan akibat gempa di Kabupaten Manggarai, NTT, Minggu (16/8/2026). Hingga Minggu (16/8) sore tercatat lebih dari 2.000 unit bangunan mengalami kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di wilayah NTT yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Gempa bumi yang terjadi di NTT ini merupakan salah satu gempa terbesar yang terjadi di dunia sepanjang 2026. Gempa dengan magnitudo 7,7 tersebut berada satu tingkat dibawah gempa Pulau Mindanao, Filipina pada 8 Juni 2026 lalu yang dengan magnitudo 7,8.

Gempa dengan titik pusat sesar flores ini diketahui bukan hanya berdampak di Nusa Tenggara Timur saja, tetapi juga terasa guncangannya di Nusa Tenggara Barat hingga Sulawesi Selatan.   

4. Terdapat ribuan gempa susulan

Rumah warga di Bima yang mengalami kerusakan dampak gempa NTT, Sabtu (15/8/2026). (dok. BPBD NTB)

Setelah gempa M7,7 pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB, terdapat gempa susulan yang masih terjadi hingga Senin (17/8/26).

BMKG mencatat terdapat 1.598 gempa susulan yang terjadi di NTT selama tiga hari terakhir. Gempa dengan magnitudo besar terjadi pada Senin pagi bermagnitudo 6,2 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur. 

5. Jumlah korban jiwa sejauh ini

Personel TNI ikut terlibat dalam tim SAR untuk mencari korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Dokumentasi Puspen TNI)

Jumlah korban jiwa pasca gempa bumi Nusa Tenggara Timur bertambah menjadi 54 orang berdasarkan data terbaru BNPB pada Senin (17/8/26). Menurut laporan, sebaran korban jiwa terbanyak di wilayah Kabupaten Manggarai dengan total 25 jiwa dan Manggarai Timur sebanyak 20 jiwa.

Sementara itu, dilaporkan sebanyak 5.000 orang harus mengungsi ke tempat yang lebih aman pasca terjadinya gempa tersebut. Pencarian korban masih terus berjalan hingga saat ini.

6. NTT Tetapkan status tanggap darurat 14 hari

Gubernur NTT salam jumpa pers bersama Forkompinda NTT terkait gempa Flores. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Sebagai langkah penanganan bencana alam yang terjadi, Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lana menetapkan status tanggap darurat di NTT selama 14 hari.

Status tanggap darurat ini dilakukan untuk mempercepat penanganan dampak bencana dan telah diberlakukan mulai 15 - 28 Agustus 2026.

Status tanggap darurat ini diberlakukan berdasarkan Keputusan Gubernur NTT Nomor 305/KEP/HK/2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Nusa Tenggara Timur.

7. Ribuan rumah warga dan fasilitas publik rusak akibat gempa

Pegawai dan wisatawan asing melihat gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). (ANTARA FOTO/Gecio Viana)

Laporan dari BNPB mencatat ribuan rumah rusak akibat terguncang gempa. Data yang terakhir di update pada Minggu (16/8/26) melaporkan total rumah rusak di Nusa Tenggara Timur mencapai 1.543 unit, dengan catatan rusak sedang 328 unit dan rusak ringan 532 unit.

Fasilitas umum juga ikut terdampak, sebanyak 87 unit fasilitas pendidikan, 76 unit kantor pemerintahan, 50 unit tempat ibadah, dan fasilitas kesehatan seperti RSUD dan puskesmas ikut terdampak gempa tersebut. 

Sejumlah ruas jalan nasional pun mengalami longsor dan sempat memblokade akses bantuan. Kementerian PU akhirnya mengerahkan alat berat untuk mempercepat proses evakuasi.

Demikian informasi mengenai fakta gempa NTT yang capai 7,7 magnitudo.

Kita doakan semoga NTT lekas pulih dan tidak ada bencana susulan lagi, ya, Ma.

Curated For You

Editorial Team

Related Article