Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

8 Gejala GERD yang Tidak Boleh Diremehkan

8 Gejala GERD yang Tidak Boleh Diremehkan
Magnific/jcomp
Intinya Sih
  • Artikel menjelaskan bahwa GERD terjadi ketika asam lambung sering naik ke kerongkongan dan menimbulkan berbagai gejala yang tidak selalu terasa berhubungan langsung dengan lambung.
  • Disebutkan delapan gejala utama GERD, mulai dari dada terasa terbakar, mulut pahit, sulit menelan, batuk kronis, suara serak, hingga gangguan tidur dan mual berulang.
  • Penulis menekankan pentingnya mengenali gejala sejak dini dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar kondisi tidak semakin parah atau disalahartikan sebagai penyakit lain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Pernah merasa dada seperti terbakar setelah makan, tenggorokan terasa asam, atau tiba-tiba sering berdehem tanpa sebab yang jelas? banyak orang menganggap keluhan seperti ini hanya maag biasa atau efek telat makan.

Padahal, bisa jadi tubuh sedang memberi sinyal adanya Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), yaitu kondisi ketika asam lambung terlalu sering naik ke kerongkongan.

GERD memang sering dikaitkan dengan rasa perih di dada. Namun kenyataannya, gejalanya bisa jauh lebih beragam dan kadang tidak langsung terasa berhubungan dengan lambung.

Supaya tidak salah mengira, Popmama.com akan membahas 8 gejala gerd yang harus diwaspadai berikut ini.

Table of Content

1. Dada terasa panas dan terbakar

1. Dada terasa panas dan terbakar

Gejala GERD 2.jpg
Magnific/jcomp

Salah satu gejala GERD yang paling sering dirasakan adalah heartburn, yaitu sensasi panas atau terbakar di area dada, tepatnya di belakang tulang dada. Rasa tidak nyaman ini biasanya muncul setelah makan, terutama jika mengonsumsi makanan pedas, berminyak, asam, atau minuman berkafein.

Dilansir dari Harvard Health, sensasi terbakar ini cenderung terasa lebih buruk ketika seseorang membungkuk atau langsung berbaring setelah makan. Hal ini terjadi karena posisi tubuh membuat asam lambung lebih mudah naik kembali ke kerongkongan. 

Tidak sedikit orang yang panik karena rasa sakitnya kadang cukup tajam hingga mirip gejala gangguan jantung. Bedanya, pada GERD keluhan biasanya membaik setelah duduk tegak atau minum obat penetral asam lambung.

2. Mulut terasa asam atau pahit

Gejala GERD 3.jpg
Magnific/stockking

Kalau pernah tiba-tiba merasakan cairan asam naik sampai ke tenggorokan atau mulut, kondisi ini dikenal sebagai regurgitasi asam. Gejalanya bisa berupa rasa pahit, asam, atau seperti ada makanan yang naik lagi setelah makan.

Kondisi ini terjadi karena katup antara lambung dan kerongkongan tidak menutup sempurna, sehingga isi lambung bisa bergerak ke atas.

Selain membuat tidak nyaman, regurgitasi yang terjadi terus-menerus juga bisa memicu bau mulut dan perlahan merusak lapisan pelindung gigi akibat paparan asam lambung yang berulang.

3. Susah menelan atau terasa mengganjal

Gejala GERD 4.jpg
Pexels/cottonbro studio

Pada sebagian orang, GERD tidak hanya menimbulkan rasa panas, tetapi juga membuat proses menelan terasa aneh atau menyakitkan. Ada sensasi seperti makanan tersangkut di dada atau tenggorokan, padahal sebenarnya tidak ada apa-apa.

Hal ini disebabkan karena paparan asam lambung secara terus-menerus yang menyebabkan iritasi dan peradangan pada kerongkongan. Jika berlangsung lama, saluran kerongkongan bisa menjadi lebih sempit sehingga makanan terasa sulit lewat. 

Karena makan jadi tidak nyaman, beberapa penderita akhirnya kehilangan nafsu makan atau mulai menghindari makanan tertentu.

4. Batuk tidak kunjung sembuh dan sesak napas

Gejala GERD 5.jpg
Pexels/Vlada Karpovich

Batuk yang tidak kunjung hilang ternyata tidak selalu berasal dari flu atau alergi. Pada beberapa orang, GERD juga bisa menjadi penyebabnya, terutama jika batuk muncul tanpa dahak dan terasa makin parah di malam hari.

Riset dari Houston Regional Gastroenterology Institute menyoroti bahwa cairan asam lambung yang naik bisa masuk ke saluran napas dan memicu iritasi. Akibatnya, penderita bisa mengalami batuk kronis, mengi, atau napas terasa lebih berat.

Bahkan, GERD juga dapat memperburuk kondisi asma yang sudah ada sebelumnya karena saluran napas menjadi lebih sensitif terhadap iritasi.

5. Suara serak dan tenggorokan terasa tidak nyaman

Gejala GERD 6.jpg
Magnific/Lifestylememory

Kalau belakangan suara terasa lebih serak padahal tidak sedang flu, GERD juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Asam lambung yang naik hingga mencapai area tenggorokan dan pita suara dapat menyebabkan iritasi ringan yang berlangsung terus-menerus.

Menurut University of Utah Health, sebagian penderita GERD sering merasa ingin berdehem terus atau seperti ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan. Kondisi ini dikenal sebagai sensasi globus, yaitu rasa mengganjal tanpa adanya benda asing yang sebenarnya. 

6. Masalah pada gigi dan mulut

Gejala GERD 7.jpg
Pexels/cottonbro studio

GERD ternyata juga bisa memengaruhi kesehatan mulut. Ketika asam lambung sering naik hingga mencapai rongga mulut, lapisan enamel atau pelindung gigi bisa perlahan terkikis.

University of Utah Health menjelaskan bahwa dokter gigi terkadang justru menjadi orang pertama yang mencurigai adanya GERD kronis, terutama saat menemukan tanda erosi enamel yang tidak biasa.

Selain gigi terasa lebih sensitif, sebagian penderita juga mengeluhkan mulut terasa asam atau bau mulut yang sulit hilang meski sudah rutin menyikat gigi.

7. Nyeri dada yang mirip serangan jantung

Gejala GERD 8.jpg
Magnific/Dragen Zigic

Salah satu alasan GERD sering membuat panik adalah karena nyeri dadanya bisa terasa sangat mengganggu. Pada beberapa orang, rasa sakitnya bahkan menjalar hingga membuat dada terasa sesak atau seperti ditekan.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease menekankan bahwa nyeri dada tetap perlu diperiksa oleh tenaga medis untuk memastikan penyebabnya, karena gejalanya bisa mirip dengan serangan jantung.

Pada GERD, nyeri biasanya membaik ketika tubuh berada dalam posisi tegak atau setelah mengonsumsi antasida. Namun, jika nyeri dada terasa berat, menjalar ke lengan, atau disertai sesak berat, jangan tunda untuk mencari pertolongan medis.

8. Sulit tidur dan sering mual

Gejala GERD 9.jpg
Pexels/Kampus Production

Banyak penderita GERD mengeluhkan gejala terasa lebih mengganggu saat malam hari. Hal ini disebakan karena ketika tubuh berbaring, isi lambung juga akan ikut naik, sehingga asam lebih mudah naik ke kerongkongan.

Kondisi ini sering membuat penderita terbangun di malam hari karena rasa panas di dada, tenggorokan terasa asam, atau napas terasa tidak nyaman. Akibatnya, kualitas tidur menurun dan tubuh terasa lelah di siang hari.

Selain itu, beberapa orang juga mengalami mual yang datang berulang tanpa penyebab yang jelas, terutama setelah makan atau ketika lambung kosong terlalu lama.

Itu tadi 8 gejala gerd yang perlu diperhatikan. Jika gejala ini muncul pada kamu atau orang sekitar, segera konsultasikan dengan tenaga medis, ya!

Share Article
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias

Related Articles

See More