Sering Konsumsi Kopi, Hati-Hati Kamu Memiliki Risiko Osteoporosis

Hati-hati bagi para pencinta gaya hidup ngopi nih Ma

20 Oktober 2021

Sering Konsumsi Kopi, Hati-Hati Kamu Memiliki Risiko Osteoporosis
Unsplash/rawpixel.com

Memeringati Hari Osteoporosis yang dirayakan seluruh dunia pada 20 Oktober, masalah kesehatan pada tulang ini tentunya menjadi perhatian kita semua. 

Betapa tidak keberadaan tulang dalam tubuh kita bukanlah hal main-main. Kamu tak akan kuat menopang badan dan beraltivitas tanpa tulang yang sehat juga kuat. 

Bertepatan itu ada bahasan bagus yang didapat dari konferensi pers yang digadang oleh CDR sebagai produsen suplemen Kesehatan tubuh dan tulang, dengan kampanye yang bertajuk ‘I am Smarter, Stronger, 
Happier’ pada Selasa (19/10/2021)

Seperti diketahui osteoporosis merupakan penurunan kualitas dan kepadatan tulang yang dapat membuat tulang lebih rapuh dan mudah patah.

Salah satu penyebabnya karena terlalu sering mengonsumsi kopi lho ma! Masa sih? 

Popmama.com akan bagikan rangkuman pemaparan dari Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, Sp.GK, yang menjelaskan salah satu dari faktor risiko osteoporosis yang berhubungan dengan gaya hidup hanya untukmu di rumah. Simak ya Ma! 

1. Gaya hidup merokok menjadi salah satu faktor risiko dari tercetusnya penyakit osteoporosis

1. Gaya hidup merokok menjadi salah satu faktor risiko dari tercetus penyakit osteoporosis
Pixabay/realworkhard

Mungkin asing bagi para Mama yang namanya merokok, tapi di era yang semakin maju ini justru kegiatan mengepul asap ini banyak diminati oleh kaum perempuan. 

Tengok saja temanmu Ma di kantor pasti ada yang beralasan untuk 'menggerakkan' pikirannya atau melepas penat, mereka memilih kegiaatan pembakaran tersebut. 

Melansir dari paparan Dr. dr. Luciana, menghisap rokok membantu mengurangi hormon esterogen di dalam tubuhmu yang berakibat panjang pada kesehatan tulang. 

"Merokok menyebabkan hormon esterogen (hormon reproduksi yang bertugas menjaga kesehatan tulang) berkurang jumlahnya di dalam tubuh," kata Luciana. 

Nikotin yang terkandung dalam rokok juga tak baik Ma. Luciana juga mengatakan melalui slide presentasinya apabila gaya hidup itu dilanjutkan, nikotin serta racunnya memberikan efek pada penyerapan kalsium dalam tubuh. Waduh!

"Nikotin dalam rokok menyebabkan terjadinya reabsorbsi kalsium dalam ginjal. Efek racun rokok memperlambat pembentukan sel tulang yang baru (osteoblast) dengan menghambat kerja hormon calcitonin," jelas Luciana mengenai bahaya merokok bagi tulang. 

Editors' Picks

2. Mengonsumsi kopi menjadi salah satu faktor risiko osteoporosis

2. Mengonsumsi kopi menjadi salah satu faktor risiko osteoporosis
Unsplash/JohnPrice

Dengan menjamurnya kedai kopi yang menawarkan berbagai kenikmatan biji kopi pilihan dari berbagai daerah di negeri ini. Ternyata membuat tren ngopi sendiri menjangkau berbagai kalangan termasuk juga para Mama. 

Sering dijumpai di outlet-outlet kopi kekinian perempuan memesan kopi, ya bukan? Hati-hati lho Ma. Karena kafein-nya bisa membahayakan kesehatan tulang Ma. 

"Kafein dan soda mengurangi penyerapan kalsium dalam tubuh," tambah Dr. Spesialis Gizi Klinis di RS. Mitra Kemayoran. 

3. Minuman alkohol juga berperan dalam faktor risiko penyakit osteoporosis

3. Minuman alkohol juga berperan dalam faktor risiko penyakit osteoporosis
Freepik

Selain kafein pada kopi dan juga soda, ternyata kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol juga menjadi salah satu konsentrasi materi yang dibawakan oleh Dr. dr. Luciana. 

Dirinya mengemukakan melalui slide presentasi, bahwa minuman beralkohol juga meningkatkan risiko osteoporosis lho! 

"Minum-minuman beralkohol >2 unit/hari meningkatkan risiko osteoporosis dan fraktur panggul pada pria dan wanita," ungkapnya. 

Dari faktor risiko yang dipaparkan oleh dokter yang juga konsultan @nutrihealthindonesia ini, kita harusnya juga mewaspadai bahaya osteoporosis yang mengincar kita.

Sering Konsumsi Kopi, Hati-Hati Kamu Memiliki Risiko Osteoporosis
Dok. CDR

Oleh karena itu, sesuai dengan kampanye “I am Smarter, Stronger, Happier” yang digaungkan  CDR, perempuan Indonesia yang memasuki usia 30 diajak untuk lebih memerhatikan kesehatan tulangnya. 

“Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi tulang, konsumsi suplemen tepat sangat diperlukan. Selain suplementasi, gaya hidup yang sehat juga diperlukan. Untuk memaksimalkan vitamin D dan pembentukan tulang, konsumsi makan bernutrisi dan berolahraga teratur,” tutup dr. Suci Sutinah, Medical Advisor Bayer Consumer Health Indonesia.

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.