“Dengan bermain game, orang-orang akan berlatih keterampilan yang rumit di sebuah lingkungan simulasi,” kata Seitz.
Menurut Riset: Main Game Bikin Otak 4 Tahun Lebih Muda! Ini Penjelasannya

- Main game dapat melatih otak dan memperlambat penuaan otak hingga empat tahun lebih muda, menurut penelitian para ahli di beberapa universitas dunia.
- Game StarCraft II membuat pemain lebih efisien dalam memproses informasi, bermain game aksi dapat meningkatkan keterampilan kompleks dalam lingkungan simulasi.
- Bermain game aksi terbukti baik untuk pembelajaran dengan hasil yang baik untuk cara kerja otak, namun tetap perlu diimbangi dengan aktivitas lainnya agar tidak berlebihan.
Selama ini, orang yang bermain game sering kali dianggap tidak produktif dan banyak membuang waktu. Padahal, riset terbaru telah membuktikan bahwa bermain video game dapat membuat penuaan otak melambat, bahkan tampak empat tahun lebih muda.
Penelitian yang dilakukan menyoroti hubungan antara jenis video game tertentu dengan cara kerja otak.
Para peneliti setuju bahwa game yang membuat otak harus cepat berpikir, membuat strategi, dan mengambil keputusan yang kompleks dapat melatih otak bekerja lebih efisien sehingga tampak empat tahun lebih muda dari usia seharusnya.
Penjelasan selengkapnya telah Popmama.com rangkum berikut ini soal riset buktikan main video game bikin otak 4 tahun lebih muda.
Main Game Dapat Melatih Otak, Benarkah?

Penelitian dari para ahli di beberapa universitas dunia mengungkapkan game terbukti menjadi salah satu stimulan otak yang dapat melatih cara berpikir. Mengutip dari The Washington Post, penelitian menunjukkan bahwa dalam beberapa kondisi, game dapat membantu memperlambat penuaan otak.
Seorang profesor psikologi di Wisconsin University, C. Shawn Green membuktikan bahwa bermain game aksi dapat bermanfaat untuk berbagai keterampilan, contohnya meningkatkan perhatian terhadap informasi visual dan kemampuan dalam belajar.
Hal ini juga diperkuat dengan penelitian dari Aaron Seitz selaku profesor psikologi dan direktur Brain Center for Mental Fitness yang mengatakan game dapat melatih keterampilan kompleks.
Game StarCraft II Jadi Objek Penelitian

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal NeuroImage tahun 2024 meneliti bagaimana konektivitas otak dari 31 orang yang bermain game StarCraft II. Diketahui permainan strategi di mana pemain harus mengelola sumber daya dan memanipulasi pasukan secara real time.
Hasilnya, orang-orang yang bermain StarCraft II tampak lebih efisien dalam memproses informasi jika dibandingkan dengan non-gamer atau tidak memainkan game serupa.
Hal ini diperkuat dengan penelitian dari 24 non-gamer yang menghabiskan 30 jam bermain StarCraft II selama tiga hingga empat minggu memiliki usia otak yang melambat dibandingkan dengan permainan yang lebih lambat dan berbasis aturan seperti Hearthstone.
Game tersebut membuat otak dipenuhi dengan banyak konektivitas yang penting untuk perhatian visual dan fungsi eksekutifnya.
Lindungi Saraf Rentan Penuaan, Otak Jadi 4 Tahun Lebih Muda

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature Communications (2025) juga membuktikan bahwa terdapat keterkaitan dengan banyaknya keahlian dalam bermain game dengan penuaan otak yang lebih lambat.
Riset yang dilakukan oleh peneliti di Trinity College Dublin dan Universitas Adolfo Ibáñez Santiago, Carlos Colonel ini melihat otak para pro-gamer terlihat sekitar empat tahun lebih muda.
Colonel juga menambahkan, melakukan hobi kreatif termasuk dengan bermain video game dapat membantu melindungi koneksi saraf yang rentan terhadap penuaan. Selain itu, hobi ini juga dapat meningkatkan kemampuan otak untuk mengirimkan dan memproses informasi.
Game Aksi Pengaruhi Cara Kerja Otak, Baik untuk Pembelajaran

Untuk meningkatkan cara kerja otak, keterampilan kognitifnya harus ditantang dengan ditempatkan di bawah beban kognitif.
Dalam sebuah studi, para peneliti menemukan bahwa pemain catur berpengalaman dapat mengingat hingga empat kali lebih banyak bidak catur. Namun, ingatan ini dapat terhapus jika potongan bidak catur ditempatkan secara acak.
Game dengan genre aksi, terutama permainan menembak yang mengharuskan pemain membuat keputusan sepersekian detik dalam lingkungan yang terlihat kacau justru menunjukan hasil yang baik untuk cara kerja otak.
Penelitian juga menemukan bahwa gamer yang bermain game aksi memiliki penglihatan yang lebih baik, kinerja dalam tugas spasial juga lebih baik, dan memiliki kontrol visual yang lebih baik. C. Shawn Green dan rekan-rekan menyimpulkan bahwa game aksi dapat membantu dalam pembelajaran.
Hal ini semakin diperkuat dengan studi di jurnal Communications Biology yang melibatkan 52 peserta yang bukan gamer pro memainkan game aksi atau game simulasi yang lebih lambat selama 45 jam dalam tiga bulan. Hasilnya, mereka yang bermain game aksi dapat belajar dan berkembang lebih cepat saat dites dengan dua tes kognitif untuk persepsi visual dan memori.
Tetap Dalam Batasan yang Wajar, Jangan Main Game Berlebihan

Meski bermain game, terutama yang bergenre aksi terbukti memengaruhi cara kerja otak, tetap saja bermain game tidak disarankan secara berlebihan. Hal ini perlu diperhatikan karena bermain game secara berlebihan dapat menyebabkan kecanduan yang merusak otak bahkan kehidupan.
“Saya tidak bisa mengatakan bahwa bermain video game selama berjam-jam akan baik untuk kesehatan otak Anda,” kata Carlos Coronel, peneliti di Trinity College Dublin dan Universitas Adolfo Ibanez Santiago.
Kemudian, variasi dalam bermain game juga diperlukan untuk menjaga sistem kognitif di otak. Sebaiknya cobalah permainan lainnya seperti Call of Duty, Fortnite, Overwatch, dan lainnya.
Penting juga untuk menyeimbangkan dengan aspek kehidupan lainnya karena otak yang sehat harus mencakup semua kegiatan yang bermanfaat. Jangan hanya bermain game, tetapi juga isi kehidupan dengan aktivitas fisik, tidur, dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
Demikian penjelasan dari riset yang buktikan main video game bikin otak 4 tahun lebih muda. Penelitian tersebut menyoroti hubungan cara kerja otak dengan game aksi atau yang melibatkan strategi.
Bermain game dengan strategi atau perlu berpikir cepat untuk mengambil keputusan terbukti mencegah penuaan pada otak sehingga akan tampak empat tahun lebih muda.
FAQ Seputar Game
| Game mana yang memiliki IQ tertinggi? | Dalam survei IQ terhadap para gamer, pemain League of Legends terbukti paling cerdas, dengan skor rata-rata 120,4. Dilaporkan bahwa bermain video game dapat bermanfaat bagi otak dan fungsi kognitif. |
| Apa permainan yang sulit bagi otak? | Beberapa permainan asah otak terbaik meliputi Sudoku, Wordle, teka-teki silang , dan permainan lainnya yang menantang berbagai aspek berpikir. Permainan-permainan ini dapat memperkuat keterampilan seperti fokus, memori, dan kecepatan pemrosesan. |
| Apa game yang bikin emosi? | Game yang bikin emosi biasanya punya tingkat kesulitan tinggi, gameplay kompetitif, atau sering bikin frustrasi karena jebakan tak terduga, seperti PUBG Mobile, Spelunky, Getting Over It, Super Cat World (Cat Mario), dan Flappy Bird, yang sering disebut karena tantangan dan elemen kekesalannya yang tinggi. |


















