Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Jenis Keputihan dan Cara Mengatasinya
Pexels/Tima Miroshnichenko
  • Artikel menjelaskan tujuh jenis keputihan berdasarkan warna, tekstur, dan gejala yang menyertainya, mulai dari yang normal hingga tanda infeksi jamur, bakteri, atau penyakit menular seksual.
  • Setiap jenis keputihan memiliki penyebab dan cara penanganan berbeda, seperti menjaga kebersihan area intim, penggunaan obat antijamur atau antibiotik sesuai anjuran dokter.
  • Penulis menekankan pentingnya mengenali perubahan pada keputihan dan segera memeriksakan diri ke tenaga medis bila muncul bau menyengat, rasa gatal berlebih, nyeri, atau warna tidak biasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau bicara soal keputihan, masalah ini sering jadi langganan yang cukup sering membuat perempuan khawatir. Pasalnya, keputihan bukan cuma soal cairan yang keluar dari vagina, tapi kadang juga bisa disertai rasa gatal, bau yang mengganggu, perih, sampai bikin tidak nyaman saat beraktivitas sehari-hari. 

Belum lagi kalau warnanya berubah atau teksturnya terasa berbeda dari biasanya. Banyak yang bertanya-tanya apakah ini masih normal atau tanda masalah kesehatan.

Karena itu, penting untuk tahu seperti apa ciri keputihan yang masih aman, mana yang perlu diwaspadai, dan bagaimana cara menanganinya dengan tepat. Nah, kali ini Popmama.com telah menyiapkan 7 jenis keputihan dan cara mengatasinya yang perlu kamu pahami. Simak sampai habis ya!

1. Keputihan jernih atau putih encer

Pexels/Nguyễn Lâm

Menurut Cleveland Clinic, keputihan yang bening, putih encer, atau sedikit licin seperti putih telur umumnya masih termasuk normal. Biasanya kondisi ini muncul saat masa subur (ovulasi), kehamilan, atau ketika tubuh mengalami perubahan hormon. 

Selama tidak disertai bau menyengat, rasa gatal, atau nyeri, keputihan seperti ini sebenarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. 

Dilansir dari National Health Service UK, keputihan normal umumnya tidak membutuhkan obat khusus. Cukup dengan menjaga kebersihan area intim dengan cara sederhana seperti berikut:

  • Bersihkan area kewanitaan menggunakan air bersih dari depan ke belakang.

  • Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang mudah menyerap keringat.

  • Hindari penggunaan sabun kewanitaan beraroma atau douching karena bisa mengganggu pH alami vagina.

2. Keputihan putih kental dan menggumpal

Pexels/Wisnu Phaewchimplee

Kalau keputihan berubah jadi putih pekat, menggumpal seperti potongan keju, dan terasa sangat gatal, ini bisa menjadi tanda infeksi jamur Candida.

Healthline menyebutkan bahwa kondisi ini sering kali disertai rasa panas, bengkak di area vagina, atau nyeri saat buang air kecil maupun berhubungan intim. Namun jangan khawatir, keputihan jenis ini masih bisa diatasi dengan obat antijamur untuk melawan infeksinya.  

  • Gunakan obat antijamur sesuai anjuran dokter, baik berupa krim, ovula, maupun obat minum.

  • Jaga area intim tetap kering dan tidak lembap.

  • Kurangi makanan tinggi gula karena dapat memicu pertumbuhan jamur berlebih.

3. Keputihan abu-abu dengan bau amis

Pexels/🇻🇳🇻🇳Nguyễn Tiến Thịnh 🇻🇳🇻🇳

Jika keputihan terlihat lebih encer, agak abu-abu, dan mengeluarkan bau amis yang cukup kuat terutama setelah berhubungan intim, kondisi ini bisa mengarah ke vaginosis bakterial (BV).

Dalam jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh PubMed Central, kondisi ini terjadi karena keseimbangan bakteri baik dan bakteri jahat di vagina terganggu. Vaginosis bakterial sendiri biasanya perlu ditangani dengan antibiotik. Penanganan ini tentu tidak sembarangan dan perlu berkonsultasi dengan ahli medis. 

  • Periksakan diri ke dokter untuk mendapat antibiotik yang sesuai.

  • Habiskan obat sesuai anjuran, meski gejala sudah membaik.

  • Hindari penggunaan produk pembersih kewanitaan berlebihan.

4. Keputihan kuning, hijau, atau berbusa

Pexels/Picas Joe

Kalau kamu mengalami keputihan berwarna kuning kehijauan, berbusa, dan berbau tidak sedap, jenis ini perlu lebih diwaspadai. Medical News Today menjelaskan bahwa kondisi ini bisa menjadi tanda trikomoniasis, yaitu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. 

Selain perubahan cairan, keputihan jenis ini biasanya juga dibarengi dengan muncul rasa gatal, perih, atau nyeri di area intim. Kondisi ini perlu mendapatkan pengobatan medis lebih lanjut.

  • Segera periksa ke dokter untuk mendapat obat antiparasit atau antibiotik.

  • Pasangan seksual juga perlu diperiksa dan diobati agar tidak saling menularkan kembali.

  • Hindari hubungan intim sementara sampai pengobatan selesai.

5. Keputihan cokelat, merah muda, atau disertai bercak darah

Pexels/cottonbro studio

Meski terlihat mengkhawatirkan, keputihan yang berwarna cokelat, pink, atau sedikit bercampur darah ternyata tidak selalu berbahaya. Kondisi ini kadang hanya berupa sisa darah menstruasi, tanda ovulasi, atau perubahan hormon. 

Pada sebagian orang, keputihan merah muda juga bisa muncul di awal kehamilan karena proses implantasi. Tapi, kalau muncul terus-menerus di luar jadwal haid, disertai nyeri panggul, atau terjadi setelah menopause, kondisi ini tetap perlu diperiksa.

  • Amati dulu apakah muncul mendekati atau setelah menstruasi.

  • Catat pola keputihan dan gejala lain yang menyertainya.

  • Jika terjadi berulang, nyeri, atau tidak biasa, segera periksa ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut seperti pap smear atau USG.

6. Keputihan kuning kental seperti nanah

Pexels/JESSICA TICOZZELLI

Kalau warna keputihan kuning pekat, teksturnya kental, dan terkadang disertai nyeri panggul atau perdarahan setelah berhubungan intim, ini bisa menjadi tanda infeksi pada leher rahim (servisitis) atau penyakit menular seksual seperti klamidia dan gonore. 

Mengutip dari Cleveland Clinic, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena bisa berdampak pada kesehatan reproduksi jika dibiarkan. Berdasarkan protokol medis dari Healthline, berikut cara mengatasinya:

  • Lakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

  • Konsumsi antibiotik sesuai resep dokter sampai tuntas.

  • Pasangan seksual juga perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan.

  • Tunda hubungan intim selama masa penyembuhan.

7. Keputihan yang disertai gatal, perih, dan bau menyengat

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Apa pun warnanya, keputihan yang menimbulkan rasa gatal, panas, perih, atau mengeluarkan bau menyengat di area intim sebenarnya sudah jadi tanda bahwa tubuh sedang memberi sinyal ada sesuatu yang tidak beres. 

Menurut National Health Service, kondisi ini paling sering berkaitan dengan infeksi jamur, bakteri, atau iritasi akibat produk tertentu. Keputihan seperti ini bisa diatasi dengan cara berikut ini:

  • Hindari memakai produk berpewangi di area kewanitaan.

  • Ganti pakaian dalam secara rutin, terutama setelah berkeringat.

  • Jangan menggaruk area yang terasa gatal agar tidak makin iritasi.

  • Periksa ke dokter bila keluhan tidak membaik dalam beberapa hari.

Itu dia 7 jenis keputihan dan cara mengatasinya. Keputihan memang bisa menjadi hal yang normal, tapi kalau terasa tidak biasa atau mengganggu aktivitas, jangan ragu untuk memeriksakan diri agar penyebabnya bisa diketahui lebih cepat.

Editorial Team

Related Article