Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Jenis Penyakit Lambung, Kebanyakan Dipicu Asam Lambung
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI
  • Artikel menjelaskan enam penyakit lambung umum, mulai dari GERD, gastritis, tukak lambung, gastroparesis, gastroenteritis, hingga kanker lambung yang perlu diwaspadai sejak dini.
  • Setiap penyakit memiliki penyebab berbeda seperti naiknya asam lambung, infeksi bakteri Helicobacter pylori, kerusakan saraf pada lambung, hingga pertumbuhan sel abnormal penyebab tumor.
  • Gejala yang muncul bervariasi dari nyeri ulu hati, mual, muntah, diare, hingga penurunan berat badan; penting menjaga pola makan dan gaya hidup agar kesehatan pencernaan tetap terjaga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lambung punya peran penting dalam proses pencernaan makanan. Organ ini bekerja untuk menampung sekaligus mengolah makanan sebelum diteruskan ke usus.

Karena fungsinya yang cukup berat, lambung juga rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan.

Masalah pada lambung bukan cuma menyebabkan sakit perut atau rasa tidak nyaman, tapi juga bisa memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan kalau dibiarkan.

Itulah mengapa, penting untuk mengenali berbagai jenis penyakit lambung beserta gejalanya sejak awal. Kali ini, Popmama.com akan membahas 6 jenis penyakit lambung yang harus diwaspadai. Simak berikut ini.

1. Penyakit refluks gastroesofageal (GERD)

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

GERD adalah salah satu gangguan lambung yang cukup sering dialami banyak orang. Kondisi ini terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan sehingga menimbulkan iritasi pada dinding saluran tersebut.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases menjelaskan, naiknya asam lambung secara berulang bisa memicu sensasi panas atau terbakar di dada (heartburn), rasa asam di mulut, hingga sulit menelan.

Meski gejalanya terlihat ringan, GERD dikategorikan sebagai penyakit kronis yang biasanya perlu dikendalikan lewat perubahan pola makan dan gaya hidup agar gejalanya tidak semakin parah.

2. Gastritis

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Gastritis merupakan kondisi ketika lapisan pelindung lambung mengalami peradangan atau iritasi. Masalah ini bisa muncul secara tiba-tiba maupun berkembang perlahan dalam jangka waktu yang lama.

Penyakit ini dapat dipicu oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori, penggunaan obat pereda nyeri tertentu dalam waktu lama, hingga kebiasaan mengonsumsi alkohol berlebihan.

Saat kambuh, penderitanya biasanya merasakan nyeri di ulu hati, mual, perut terasa tidak nyaman, atau cepat kenyang setelah makan.

3. Tukak lambung (peptic ulcer)

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Tukak lambung terjadi ketika lapisan dalam lambung atau bagian awal usus halus mengalami luka terbuka.

Kondisi ini muncul saat lapisan pelindung lambung melemah sehingga jaringan di bawahnya lebih mudah terpapar asam pencernaan.

Gejala yang paling umum adalah nyeri atau rasa perih di area perut. Rasa sakit ini biasanya terasa lebih mengganggu saat perut kosong atau pada malam hari, dan pada beberapa penderitanya bisa disertai mual maupun gangguan pencernaan lainnya.

4. Gastroparesis

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Berbeda dengan penyakit lambung yang disebabkan oleh asam lambung, gastroparesis terjadi karena pergerakan otot lambung menjadi lebih lambat dari lambung normal.

Gangguan ini membuat makanan bertahan lebih lama di dalam lambung sebelum masuk ke usus halus.

Dilansir dari UChicago Medicine Advent Health, gangguan ini sering dikaitkan dengan kerusakan saraf yang mengatur kerja lambung, termasuk pada orang dengan diabetes jangka panjang.

Akibatnya, penderita bisa mengalami mual, muntah, perut kembung, cepat kenyang meski makan sedikit, hingga penurunan berat badan.

5. Gastroenteritis

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Gastroenteritis sering dikenal sebagai flu perut. Healthdirect Australia menyebut penyakit ini merupakan infeksi yang menyerang lambung dan usus, biasanya disebabkan oleh virus, bakteri, atau makanan yang terkontaminasi.

Infeksi tersebut dapat memicu peradangan pada saluran pencernaan sehingga tubuh bereaksi dengan diare, muntah, dan kram perut.

Karena bisa menyebabkan kehilangan banyak cairan, kondisi ini sering membuat penderitanya merasa lemas dan membutuhkan waktu istirahat untuk pulih.

6. Kanker lambung

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Lambung juga bisa mengalami gangguan yang cukup parah seperti kanker. Kanker lambung terjadi ketika sel-sel abnormal di dinding lambung tumbuh tidak terkendali hingga membentuk tumor.

Pada tahap awal, penyakit ini sering kali tidak menimbulkan gejala yang khas sehingga kerap disalahartikan sebagai masalah lambung biasa.

Seiring perkembangannya, penderita dapat mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, sulit menelan, nyeri atau rasa tidak nyaman di perut bagian atas, hingga buang air besar berwarna hitam.

Karena gejalanya sering muncul secara bertahap, penting untuk segera memeriksakan diri kalau keluhan lambung berlangsung terus-menerus atau semakin memburuk.

Itu dia 6 jenis penyakit lambung. Untuk menghindari risikonya, jagalah kesehatan pencernaan secara keseluruhan dengan pola hidup sehat dan perhatikan juga makanan yang dikonsumsi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article