Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Khasiat Daun Mangga bagi Kesehatan, Masih Jarang Diketahui

7 Khasiat Daun Mangga bagi Kesehatan, Masih Jarang Diketahui
Pexels/Tamanna Rumee
Intinya Sih
  • Daun mangga mengandung vitamin, antioksidan, dan senyawa aktif seperti mangiferin yang berperan penting menjaga kesehatan tubuh serta melawan stres oksidatif.
  • Penelitian menunjukkan daun mangga berpotensi membantu menstabilkan gula darah, tekanan darah, serta mendukung fungsi ginjal dan empedu secara alami.
  • Rebusan daun mangga sering dimanfaatkan untuk meredakan gangguan pernapasan ringan dan menenangkan saluran pencernaan dalam pengobatan tradisional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Siapa sih yang tidak suka buah mangga? aromanya yang harum dan rasanya yang manis membuat buah satu ini jadi favorit banyak orang. Selain rasanya enak, mangga juga dikenal punya banyak manfaat untuk tubuh karena kandungan vitamin dan antioksidannya.

Bukan cuma buahnya saja, ternyata daun mangga yang sering dianggap sebagai bagian dari pohonnya saja juga menyimpan potensi manfaat untuk kesehatan Lho! bahkan dalam pengobatan tradisional di beberapa negara, daun mangga sudah lama dimanfaatkan sebagai bahan herbal.

Menariknya lagi, beberapa penelitian modern mulai meneliti kandungan senyawa aktif di dalamnya dan menemukan potensi manfaat yang cukup menjanjikan. Kira-kira apa saja ya manfaatnya bagi tubuh? 

Nah, kali ini Popmama.com akan mengungkap 7 khasiat daun mangga bagi kesehatan yang belum banyak orang tahu. Yuk, simak!

Table of Content

1. Mengandung banyak senyawa baik untuk tubuh

1. Mengandung banyak senyawa baik untuk tubuh

Khasiat Daun Mangga 2.jpg
Pexels/Ketut Subiyanto

Selama ini banyak orang mengira manfaat terbesar pohon mangga hanya ada pada buahnya. Padahal, daun mangga juga mengandung berbagai senyawa aktif yang cukup menarik untuk diteliti. 

Times of India menyebutkan bahwa daun mangga kaya akan vitamin A, vitamin C, vitamin B, antioksidan, serta senyawa tumbuhan alami (fitokimia) yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh.

Kandungan tersebut membantu tubuh melawan stres oksidatif, kondisi yang muncul ketika jumlah radikal bebas terlalu tinggi dan bisa memicu kerusakan sel. Karena itu, daun mangga kini mulai banyak dilirik sebagai bahan herbal pendamping untuk menjaga kesehatan secara umum.

2. Berpotensi membantu mengontrol gula darah

Khasiat Daun Mangga 3.jpg
Pexels/Pavel Danilyuk

Salah satu manfaat daun mangga yang paling sering dibahas adalah potensinya dalam membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Dilansir dari NDTV Food, daun mangga muda mengandung senyawa alami bernama antosianidin serta mangiferin yang diduga punya peran dalam metabolisme gula darah.

Ekstrak daun mangga diduga dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa di saluran cerna. Efek ini dinilai bisa membantu mencegah lonjakan gula darah setelah makan.

Itu sebabnya, daun mangga cukup sering dijadikan teh herbal atau rebusan oleh orang yang ingin menjaga kadar gula darah tetap terkontrol. 

3. Membantu menjaga tekanan darah tetap stabil

Khasiat Daun Mangga 4.jpg
Pexels/Tahir Xəlfə

Bagi orang yang memiliki tekanan darah tinggi, daun mangga juga disebut memiliki potensi manfaat. Kandungan senyawa aktif di dalam daun mangga dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan mendukung sirkulasi darah yang lebih baik.

Selain itu, kandungan antioksidannya juga berpotensi membantu melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat peradangan dan stres oksidatif.

4. Kaya mangiferin, antioksidan alami yang baik bagi tubuh

Khasiat Daun Mangga 5.jpg
Pexels/Adil Asainov

Daun mangga mengandung senyawa penting bernama mangiferin. Senyawa ini termasuk senyawa polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi cukup kuat.

Itu berarti, senyawa ini dapat membantu tubuh melawan radikal bebas yang bisa merusak sel-sel sehat.

Selain itu, mangiferin juga sedang banyak diteliti karena potensinya dalam membantu mengurangi peradangan kronis yang berkaitan dengan berbagai penyakit, termasuk gangguan metabolik dan penyakit degeneratif.

5. Berpotensi membantu menjaga kesehatan ginjal dan empedu

Khasiat Daun Mangga 6.jpg
Pexels/Andrea Piacquadio

Dalam pengobatan tradisional, daun mangga juga sering digunakan untuk membantu menjaga kesehatan sistem pembuangan tubuh.

Daun mangga yang direbus atau bubuk daun mangga secara tradisional dipercaya dapat membantu mengurangi risiko pembentukan batu ginjal maupun batu empedu.

Namun, penting dipahami bahwa klaim ini masih membutuhkan penelitian yang lebih kuat pada manusia. Jadi, daun mangga sebaiknya dijadikan sebagai pendamping gaya hidup sehat, bukan pengganti pengobatan medis.

6. Meredakan gangguan saluran pernapasan

Khasiat Daun Mangga 7.jpg
Magnific/benzoix

Saat flu, batuk, atau tenggorokan terasa tidak nyaman, sebagian orang juga memanfaatkan rebusan daun mangga sebagai minuman herbal. Medindia menjelaskan, itu karena daun mangga dipercaya memiliki sifat yang membantu meredakan peradangan ringan di saluran pernapasan.

Kandungan alaminya dinilai dapat membantu mengencerkan lendir atau dahak, sehingga napas terasa lebih lega. Itu sebabnya, daun mangga cukup populer digunakan sebagai ramuan tradisional untuk membantu meredakan gejala flu, bronkitis ringan, atau batuk berdahak.

7. Membantu menenangkan lambung dan saluran pencernaan

Khasiat Daun Mangga 8.jpg
Magnific/lookstudio

Tidak hanya untuk pernapasan, daun mangga juga sering dimanfaatkan untuk membantu mengatasi masalah pencernaan ringan. Manfaat ini dapat diperoleh dari air rendaman daun mangga yang didiamkan semalaman secara tradisional.

Sebagian orang mengonsumsinya untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada perut kembung, atau keluhan maag ringan.

Kandungan antioksidan di dalamnya juga dinilai dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, meski tentu efeknya bisa berbeda pada setiap orang.

Itulah 7 khasiat daun mangga bagi kesehatan yang jarang diketahui. Meski punya banyak khasiat, tetap gunakan daun mangga secara bijak dan jangan menjadikannya obat utama, apalagi untuk kondisi medis tertentu tanpa arahan tenaga kesehatan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias

Related Articles

See More