Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kota Besar yang Terancam Akan Tenggelam Menurut NASA, Ada Jakarta
Pexels/K
  • NASA mencatat lima kota besar dunia—Mexico City, New York, Jakarta, New Delhi, dan Bangkok—mengalami penurunan tanah signifikan akibat faktor manusia dan geologis yang berbeda-beda.
  • Mexico City dan Jakarta menjadi contoh ekstrem dengan laju ambles mencapai puluhan milimeter hingga sentimeter per tahun karena eksploitasi air tanah berlebihan serta beban pembangunan berat.
  • Bangkok berhasil menekan laju penurunan tanah lewat regulasi ketat air tanah, sementara kota lain seperti New Delhi dan New York masih menghadapi risiko struktural jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    NASA melaporkan lima kota besar dunia—Mexico City, New York, Jakarta, New Delhi, dan Bangkok—mengalami penurunan muka tanah signifikan yang berpotensi menyebabkan sebagian wilayahnya terancam tenggelam.
  • Who?
    Lembaga antariksa NASA bersama lembaga penelitian seperti ISRO serta sejumlah ilmuwan dari jurnal Science Advances dan Nature Sustainability mencatat fenomena penurunan tanah di berbagai kota tersebut.
  • Where?
    Kota-kota yang terdampak meliputi Mexico City di Meksiko, New York di Amerika Serikat, Jakarta di Indonesia, New Delhi di India, dan Bangkok di Thailand.
  • When?
    Data terbaru berasal dari periode Oktober 2025 hingga Januari 2026 untuk Mexico City, dengan riset pendukung lain dipublikasikan pada tahun 2023 dan beberapa dekade sebelumnya.
  • Why?
    Penyebab utama meliputi eksploitasi air tanah berlebihan, beban bangunan berat, proses geologis alami peninggalan zaman es, serta karakteristik tanah lunak di kawasan delta sungai.
  • How?
    Satelit pengamatan bumi seperti NISAR milik NASA-ISRO mendeteksi laju amblesan mulai dari milimeter hingga sentimeter per tahun; beberapa pemerintah daerah menerapkan regulasi untuk menekan laju penurunan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Beberapa kota besar di dunia bisa tenggelam karena tanahnya pelan-pelan turun. Ada Mexico City, New York, Jakarta, New Delhi, dan Bangkok. Tanah mereka turun karena banyak ambil air dari bawah tanah atau karena beban bangunan dan hal alam. Sekarang para ahli dari NASA melihat ini pakai satelit supaya tahu seberapa cepat tanahnya turun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau selama ini kamu berpikir ancaman tenggelamnya sebuah kota cuma soal naiknya permukaan air laut akibat pemanasan global, ternyata ada faktor lain yang jauh lebih dekat dan tidak kalah mengkhawatirkan, yaitu tanah yang perlahan-lahan ambles ke bawah. 

Fenomena ini disebut land subsidence atau penurunan muka tanah dan sudah terjadi di sejumlah kota besar di dunia selama puluhan tahun.

Melansir data dari NASA, sejumlah kota metropolitan dengan jutaan penduduk kini tercatat mengalami penurunan tanah dengan kecepatan yang bervariasi, mulai dari hitungan milimeter sampai belasan sentimeter per tahun. 

Penyebabnya beragam, mulai dari eksploitasi air tanah secara besar-besaran, beban bangunan yang terus bertambah, hingga proses geologis alami peninggalan zaman es. 

Penasaran kota mana saja yang masuk daftar ini? Berikut Popmama.com merangkum 5 kota besar yang terancam akan tenggelam menurut NASA. Yuk, simak sampai habis!

1. Mexico City, Meksiko

Pexels/Andres Ordaz Vega

Dibangun di atas bekas danau purba, Mexico City menjadi salah satu ibu kota yang penurunan tanahnya paling ekstrem di dunia. Kondisi ini sudah terdeteksi sejak tahun 1925 dan makin parah seiring bertambahnya penduduk yang kini mencapai sekitar 20 juta jiwa.

Melansir NASA, satelit NISAR milik NASA dan ISRO (Lembaga Antariksa India) mencatat sejumlah area di Mexico City yang ambles hingga beberapa sentimeter per bulan pada periode Oktober 2025 sampai Januari 2026. 

Bahkan pada era 1990-an dan 2000-an, sebagian wilayah kota ini pernah turun sampai 35 sentimeter per tahun akibat pengambilan air tanah secara berlebihan.

Salah satu bukti nyatanya bisa dilihat dari monumen Angel of Independence di sepanjang Paseo de la Reforma, yang sampai harus ditambah 14 anak tangga di bagian dasarnya karena tanah di sekitarnya terus turun sejak dibangun pada 1910.

2. New York, Amerika Serikat

Pexels/Federico Abis

Beranjak ke belahan bumi utara, New York ternyata juga nggak luput dari masalah serupa. Berbeda dengan Mexico City yang penyebab utamanya adalah eksploitasi air tanah, penurunan tanah di New York justru sebagian besar berasal dari warisan zaman es purba dan tumpukan tanah urukan lama.

Mengutip NASA, riset yang dipublikasikan di jurnal Science Advances pada 2023 menemukan bahwa wilayah metropolitan New York rata-rata ambles sekitar 1,6 milimeter per tahun.

Meski terlihat kecil, sejumlah titik justru turun jauh lebih cepat, seperti landasan pacu 13/31 di Bandara LaGuardia yang menyusut 3,7 milimeter per tahun dan Stadion Arthur Ashe yang bahkan sampai memerlukan desain atap lebih ringan supaya bebannya tidak mempercepat penurunan tanah di bawahnya.

3. Jakarta, Indonesia

Pexels/Tom Fisk

Kalau bicara soal kota yang terancam tenggelam, nama Jakarta rasanya selalu masuk daftar teratas. Ibu kota yang dihuni sekitar 32 juta jiwa di kawasan metropolitannya ini menghadapi kombinasi masalah yang cukup rumit, mulai dari banjir rob, curah hujan ekstrem, sampai penurunan tanah akibat pengambilan air tanah yang masif.

Melansir NASA, sebagian wilayah Jakarta bahkan diperkirakan sudah berada di bawah permukaan laut, dengan sebagian kawasan pesisir utara ambles puluhan milimeter per tahun. Di pulau-pulau reklamasi baru di Teluk Jakarta, angkanya bahkan bisa melonjak sampai 80 milimeter per tahun karena tanah urukan yang masih terus memadat. 

Kondisi inilah yang menjadi salah satu alasan besar di balik rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan yang sempat ramai dibicarakan beberapa tahun terakhir.

4. New Delhi, India

Pexels/Keith Cyrus

Bergeser ke Asia Selatan, New Delhi juga masuk dalam daftar kota yang perlahan ambles. Sama seperti Jakarta, biang keladinya adalah eksploitasi air tanah yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan kebutuhan air yang makin tinggi.

Mengutip riset yang dipublikasikan di jurnal Nature Sustainability, wilayah Delhi tercatat mengalami laju penurunan tanah tertinggi di antara kota-kota besar India lainnya, dengan angka mencapai 51 milimeter per tahun di sejumlah titik. 

Beberapa kawasan seperti Kapashera dekat Bandara Indira Gandhi bahkan pernah mencatat penurunan sampai 17 sentimeter per tahun pada periode tertentu. Ribuan bangunan di kota ini pun diperkirakan berisiko mengalami kerusakan struktur dalam beberapa dekade mendatang kalau tren ini terus berlanjut.

5. Bangkok, Tailan

Pexels/DUYTRG TRUONG

Terakhir, ada Bangkok yang dibangun di atas lapisan tanah liat lunak khas delta Sungai Chao Phraya. Sejak akhir 1960-an, kota ini sudah mulai menunjukkan tanda-tanda ambles dan sempat mencapai titik terparah pada awal 1980-an dengan laju penurunan sampai 12 sentimeter per tahun akibat eksploitasi air tanah yang nggak terkendali.

Untungnya, pemerintah Tailan mengambil langkah tegas lewat regulasi harga air tanah dan pengawasan ketat terhadap sumur-sumur pompa, sehingga laju penurunan tanah di pusat kota berhasil ditekan menjadi sekitar 1 sentimeter atau bahkan mendekati nol per tahun. 

Meski begitu, sejumlah laporan internasional tetap menyebut Bangkok sebagai salah satu kota delta yang paling rentan terhadap kombinasi penurunan tanah dan kenaikan permukaan laut dalam beberapa dekade mendatang.

Nah, itulah pembahasan mengenai 5 kota besar yang terancam akan tenggelam menurut NASA. Semoga bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article