Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mirip Padel, Studi Ungkap Pickleball Bisa Kurangi Stres dan Depresi
Pexels/Lindsey Flynn
  • Pickleball, olahraga mirip tenis dengan paddle dan bola plastik berlubang, semakin populer karena mudah dimainkan dan cocok untuk semua usia, termasuk pemula.
  • Studi menunjukkan bermain pickleball rutin dapat menurunkan stres dan depresi melalui pelepasan hormon endorfin serta peningkatan kebahagiaan dan kesehatan mental.
  • Interaksi sosial dalam permainan ganda pickleball membantu mengurangi rasa kesepian, memperkuat dukungan emosional, serta meningkatkan suasana hati dan rasa percaya diri pemain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ada olahraga namanya pickleball. Mainnya pakai paddle dan bola plastik di lapangan kecil. Banyak orang suka karena gampang dan seru. Orang yang main ini jadi lebih senang dan tidak mudah stres. Katanya bisa bantu orang tua juga biar tidak sedih. Sekarang banyak orang main bareng supaya tidak kesepian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Artikel ini menampilkan sisi positif dari pickleball sebagai olahraga yang tidak hanya mudah diikuti, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan mental. Melalui kombinasi aktivitas fisik ringan, interaksi sosial yang hangat, dan suasana permainan yang menyenangkan, pickleball terbukti membantu menurunkan stres, meningkatkan suasana hati, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan kebersamaan antar pemain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Olahraga tak hanya bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mental. Salah satu olahraga yang kini tengah naik daun, yaitu pickleball

Sebuah studi mengungkapkan bahwa olahraga yang dikenal ramah bagi pemula ini dapat membantu mengurangi tingkat stres hingga gejala depresi. Pickleball bisa menjadi pilihan menarik bagi siapa saja yang ingin mulai aktif bergerak tanpa merasa terbebani.

Lantas, bagaimana pickleball dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan mental? Simak penjelasan lengkapnya telah Popmama.com siapkan. 

1. Apa itu olahraga pickleball?

Pexels/Anh Lee

Pickleball adalah olahraga yang dimainkan menggunakan paddle dan bola plastik berlubang di lapangan kecil. Ukuran lapangannya lebih kecil daripada lapangan tenis. Permainan ini dapat dimainkan dalam format single maupun double

Olahraga asal Amerika Serikat ini semakin populer di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Salah satu alasan pickleball banyak diminati adalah karena aturannya terbilang sederhana dan mudah dipelajari bagi pemula. 

Meski mirip dengan tenis, pickleball menggunakan paddle yang lebih kecil dan bola lebih ringan. Ukuran lapangannya juga lebih kecil, sehingga pemainnya tidak perlu bermain terlalu jauh untuk mengejar bola. 

2. Perbedaan padel dan pickleball

Pexels/Lindsey Flynn

Banyak orang mengira pickleball dan padel adalah olahraga yang sama karena sama-sama menggunakan raket dan sering dimainkan secara berpasangan.

Padahal, keduanya memiliki karakteristik permainan yang berbeda.  Perbedaan paling mudah dikenali terletak pada lapangannya. Pickleball dimainkan di lapangan yang lebih kecil tanpa adanya dinding pembatas.

Sementara itu, padel dimainkan di lapangan yang dikelilingi dinding kaca atau pagar, sehingga bola dapat dipantulkan ke dinding sebagai bagian dari strategi permainan. 

Selain lapangan, peralatan yang digunakan juga berbeda. Pickleball memakai paddle ringan dan bola plastik berlubang, sedangkan padel menggunakan raket khusus dengan bola yang bentuk dan karakteristiknya menyerupai bola tenis. 

Cara bermain kedua olahraga ini pun tidak sama. Padel mengandalkan pantulan bola dari dinding, sehingga strategi permainannya cenderung lebih kompleks. 

Sebaliknya, pickleball lebih berfokus pada kecepatan reaksi, ketepatan pukulan, serta kemampuan menempatkan bola di area yang sulit dijangkau lawan.

Meski memiliki perbedaan, baik padel maupun pickleball sama-sama mampu membantu meningkatkan kebugaran fisik apabila dilakukan secara rutin.

3. Bermain pickleball berpotensi menurunkan depresi

Pexels/Anh Lee

Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan yang kuat antara frekuensi bermain pickleball dengan kesehatan mental. Salah satunya adalah studi dalam jurnal Frontiers in Psychology yang mengamati kebiasaan bermain pickleball di Amerika Serikat.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang bermain pickleball sedikitnya tiga kali dalam seminggu dengan durasi lebih dari dua jam setiap sesi memiliki tingkat kebahagiaan dan skor kesehatan mental yang lebih baik dibandingkan mereka yang jarang bermain. 

Aktivitas fisik yang dilakukan secara konsisten membantu tubuh melepaskan hormon endorfin dan dopamin, yaitu zat kimia di otak yang berperan menciptakan rasa senang sekaligus mengurangi persepsi terhadap rasa sakit dan stres.

Penelitian lain yang melibatkan kelompok lanjut usia juga menemukan hasil serupa. Lansia yang menjadikan pickleball sebagai hobi secara serius memiliki tingkat depresi lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak rutin bermain.

4. Interaksi sosial saat bermain pickleball membantu mengurangi rasa kesepian

Unsplash/Venti Views

Kesepian dan perasaan terisolasi merupakan salah satu faktor yang dapat memicu stres berat maupun depresi. Menariknya, pickleball merupakan olahraga yang secara alami mendorong pemain untuk terus berinteraksi dengan orang lain karena umumnya dimainkan dalam format ganda atau dua lawan dua.

Ukuran lapangan yang relatif kecil membuat jarak antar pemain menjadi lebih dekat. Kondisi ini memudahkan komunikasi, kerja sama tim, hingga terciptanya suasana santai yang dipenuhi canda selama pertandingan berlangsung. 

Para peneliti menemukan bahwa unsur kebersamaan atau social enjoyment dalam permainan pickleball mampu membantu menurunkan kadar hormon kortisol yang dikenal sebagai hormon stres.

Selain itu, hasil survei mengenai kesejahteraan emosional menunjukkan bahwa lebih dari 66 persen pemain mengaku mendapatkan dukungan sosial baru setelah bergabung dengan komunitas pickleball. 

Kehadiran komunitas yang ramah dan inklusif membuat para pemain merasa diterima serta memiliki rasa memiliki (sense of belonging). Bagi seseorang yang sedang mengalami kecemasan sosial maupun tekanan emosional, lingkungan yang suportif tersebut dapat menjadi bentuk terapi kelompok secara alami. 

Interaksi positif yang terjalin selama bermain membantu memperkuat ketahanan mental sekaligus mengurangi rasa kesepian.

5. Pickleball membuat tubuh lebih berenergi, suasana hati membaik, dan rasa percaya diri meningkat

Pexels/Lindsey Flynn

Sebuah pilot study di Jepang yang meneliti dampak psikologis dari turnamen pickleball berdurasi singkat menemukan hasil yang menarik. 

Setelah mengikuti satu sesi permainan saja, para peserta melaporkan bahwa mereka merasa lebih segar secara mental dan mengalami peningkatan suasana hati yang cukup signifikan.

Karakter permainan pickleball yang dinamis, tetapi tetap mudah dipelajari membuat perhatian pemain sepenuhnya tertuju pada bola dan jalannya pertandingan. 

Kondisi ini membantu mengalihkan pikiran dari berbagai kekhawatiran sehari-hari, sehingga menghadirkan efek yang menyerupai praktik mindfulness.

Tak hanya berdampak pada suasana hati, berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa pickleball dapat membantu meningkatkan harga diri (self-esteem) dan rasa percaya diri. 

Ketika seseorang berhasil menguasai teknik baru atau memenangkan pertandingan, otak akan memberikan respons berupa rasa pencapaian (accomplishment) yang memicu perasaan positif.

Perasaan bahwa tubuh tetap kuat, mampu bergerak aktif, serta memiliki keterampilan fisik menjadi modal penting untuk melawan pola pikir negatif yang kerap dialami oleh orang dengan gejala depresi. 

Karena itulah, pickleball tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh, tetapi juga dapat menjadi salah satu aktivitas yang mendukung kesehatan mental secara menyeluruh.

Nah, itu dia penjelasan mengenai pickleball bisa kurangi stres dan depresi. Apakah kamu termasuk yang menggemari olahraga ini?

Curated For You

Editorial Team

Related Article