Tidak semua ereksi yang berlangsung lama merupakan hal yang normal. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai priapismus, yakni ereksi berkepanjangan yang dapat terjadi meski tanpa rangsangan.
Priapismus adalah ereksi abnormal yang berlangsung lebih dari empat jam tanpa rangsangan seksual dan terbagi menjadi dua tipe: iskemik serta noniskemik.
Gejala utama meliputi ereksi berkepanjangan, nyeri, pembengkakan, atau rasa tidak nyaman pada penis.
Penanganan priapismus mencakup pengeluaran darah terjebak, penyuntikan obat ke penis, kompres es, hingga operasi bila metode lain tidak efektif.
Agar tidak menimbulkan komplikasi, yuk kenali apa itu priapismus dan cara mengatasinya dengan menyimak penjelasan dari Popmama.com berikut ini.
Table of Content
Apa Itu Priapismus?

Dilansir dari Mayo Clinic, priapismus atau priapisme adalah ereksi yang berlangsung abnormal, yakni dapat berlangsung lebih dari 4 jam.
Ereksi ini tidak berkaitan dengan hasrat atau rangsangan seksual, dan tidak akan mereda bahkan setelah orgasme.
Ada 2 tipe priapismus, yakni priapismus iskemik dan priapismus noniskemik. Priapismus iskemik terjadi ketika aliran darah tersumbat dalam penis, sedangkan priapismus noniskemik terjadi ketika pembuluh darah di dalam penis pecah atau robek.
Gejala Priapismus

Dilansir dari Harvard Health, gejala utama priapismus adalah ereksi yang berlangsung 4 hingga 6 jam tanpa adanya rangsangan seksual.
Pada priapismus iskemik, penis umumnya terasa nyeri dan batang penis menjadi kaku, sementara kepala penis (glans) masih terasa lebih lunak. Sementara itu, pada priapismus noniskemik, ereksi biasanya tidak terlalu kaku dan cenderung tidak menimbulkan rasa nyeri.
Selain ereksi yang berkepanjangan, penderita juga dapat mengalami penis yang terasa nyeri, bengkak, atau tidak nyaman.
Jika gejala tersebut muncul, terutama ereksi yang terjadi lebih dari 4 jam, segera cari pertolongan medis untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Cara Mengatasi Priapismus

Priapismus tidak boleh ditangani sendiri di rumah, terutama jika ereksi berlangsung lebih dari 4 jam. Segera cari pertolongan medis agar dokter dapat menentukan penyebab sekaligus memberikan penanganan yang tepat.
Dilansir dari Cleveland Clinic, beberapa penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi priapismus adalah sebagai berikut:
Mengeluarkan darah yang terjebak di penis
Dokter akan membius area penis terlebih dahulu, lalu menggunakan jarum kecil untuk mengeluarkan darah yang terperangkap. Prosedur ini dilakukan berulang kali jika ereksi belum mereda.
Menyuntikkan obat ke penis
Dokter dapat menyuntikkan obat untuk mempersempit pembuluh darah sehingga aliran darah kembali normal dan ereksi berangsur menghilang.
Kompres es
Pada beberapa kasus, terutama priapismus noniskemik, kompres es pada penis dan area di antara skrotum dan anus dapat membantu mengurangi pembengkakan
Operasi
Jika priapismus disebabkan oleh cedera atau penanganan lain tidak berhasil, dokter mungkin akan melakukan operasi untuk memperbaiki aliran darah atau membuat jalur baru agar darah yang terjebak dapat mengalir keluar dengan normal.
Itulah penjelasan mengenai apa itu priapismus, gejala, dan cara mengatasinya. Jika mengalami ereksi yang tidak kunjung mereda selama lebih dari empat, jangan menunda untuk mencari pertolongan medis, ya!






















