Indonesia Hentikan AstraZeneca Batch CTMAV547, Apa Saja Dampaknya?

Vaksin AstraZeneca lainnya dianggap aman

18 Mei 2021

Indonesia Hentikan AstraZeneca Batch CTMAV547, Apa Saja Dampaknya
Pexels/Nataliya Vaitkevich

Vaksin AstraZeneca menjadi pro dan kontra. Sejak masuk ke Indonesia, vaksin AstraZeneca menjadi perhatian akibat beredarnya kabar bahwa dampak dan efeknya setelah disuntikkan dapat menyebabkan penggumpalan darah.

AstraZeneca berhasil membuktikan sebagai vaksin yang aman setelah diuji coba. Penggumpalan darah tidak terbukti.

Meski begitu, pemerintah Indonesia tetap waspada dengan penggunaan vaksin AstraZeneca. Apalagi AstraZeneca Batch (Kumpulan Produksi) CTMAV547. Setelah melakukan berbagai penelitian dan pertimbangan, vaksin ini terpaksa dihentikan sementara distribusi dan penggunaannya.

Sebeum digunakan, CTMAV547 harus mendapatkan pengujian toksisitas dan sterilitas oleh BPOM untuk memastikan keamanan vaksin ini. Popmama.com akan mengulas informasinya degan lengkap!

1. Menanti hasil investigasi

1. Menanti hasil investigasi
Pexels/Nataliya Vaitkevich

CTMAV547 masih diuji kelayakannya. Batch CTMAV547 yang dihentikan sementara sambil menunggu hasil investigasi dan pengujian dari BPOM memerlukan waktu satu hingga dua minggu.

Melansir dari situs resmi Kemenetrian Kesehatan (Kemenkes), ada beberapa laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius yang diduga berkaitan dengan AstraZeneca Batch CTMAV547.

Komnas KIPI telah merekomendasikan BPOM untuk melakukan uji sterilitas dan toksisitas terhadap Kelompok tersebut dikarenakan tidak cukup data untuk menegakkan diagnosis penyebab dan klasifikasi dari KIPI yang dimaksud.

Editors' Picks

2. Sudah dikirimkan ke beberapa tempat

2. Sudah dikirimkan ke beberapa tempat
Pexels/Gustavo Fring

CTMAV547 masih diuji kelayakannya. Batch CTMAV547 yang dihentikan sementara sambil menunggu hasil investigasi dan pengujian dari BPOM memerlukan waktu satu hingga dua minggu.

Melansir dari situs resmi Kemenetrian Kesehatan (Kemenkes), ada beberapa laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius yang diduga berkaitan dengan AstraZeneca Batch CTMAV547.

Komnas KIPI telah merekomendasikan BPOM untuk melakukan uji sterilitas dan toksisitas terhadap Kelompok tersebut dikarenakan tidak cukup data untuk menegakkan diagnosis penyebab dan klasifikasi dari KIPI yang dimaksud.
 

3. Kemenkes: vaksin AstraZeneca tetap terus berjalan

3. Kemenkes vaksin AstraZeneca tetap terus berjalan
Pexels/Alena Shekhovtcova

Masyarakat diharapkan tidak termakan kabar palsu soal vaksin yang berbahaya bagi tubuh. Batch AstraZeneca selain CTMAV547 aman digunakan sehingga masyarakat tidak perlu ragu.

“Ini adalah bentuk kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini. Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tenang dan tidak termakan oleh hoax yang beredar. Masyarakat diharapkan selalu mengakses informasi dari sumber terpercaya,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi.

“Penggunaan vaksin AstraZeneca tetap terus berjalan dikarenakan vaksinasi Covid-19 membawa manfaat lebih besar,” tambahnya.

Hingga saat ini, berdasarkan data Komnas KIPI belum pernah ada kejadian orang yang meninggal dunia akibat vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Dalam beberapa kasus sebelumnya, meninggalnya orang yang statusnya telah divaksinasi Covid-19 adalah karena penyebab lain, bukan akibat dari vaksinasi yang diterimanya.

4. Efek samping ringan

4. Efek samping ringan
Unsplash/engin akyurt

Seperti semua obat, vaksin dapat menyebabkan efek samping. Begitu juga saat mendapatkan vaksin AstraZeneca.

Melansir dari hse.id lsebih dari 1 dari 10 orang dapat mengalami beerapa gejala di bawah ini setelah divaksin:

  • Lelah
  • Pegal
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Nyeri sendi
  • Mual
  • Demam (suhu 38 derajat Celcius atau lebih)

5. Reaksi sedang hingga berat yang jarang terjadi

5. Reaksi sedang hingga berat jarang terjadi
Pexels/cottonbro

Setelah menapatkan suntikan vaksin AstraZeneca, beberapa orang mungkin memiliki reaksi yang bereda, mulai dari ringan hingga sedang.

Reaksi sedang dialami satu dari 100 orang, dengan ciri-ciri:

  • Kemerahan atau bengkak Diare
  • Muntah
  • Jumlah trombosit yang rendah (itu tidak menyebabkan gejala apa pun)
  • Efek Samping Langka.

Lebih dari 1 dari 1.000 orang mungkin mengalami:

  • Mengantuk
  • Berkeringat
  • Kelenjar getah bening bengkak
  • Ruam

Sebelum vaksin diberikan ke masyarakat, ada proses panjang untuk mengetahui risiko juga keamanannya, termasuk AstraZeneca. Jadi, kamu tidak perlu takut lagi divaksinasi ya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.