“Kalau ke daerah buat promo, sebelum filmnya selesai kita itu udah nunggu di ujung bioskop. Kita udah denger mereka kesel ke aku (di film). Pas lampu nyala justru mereka bilang ‘I love you’, jadi aku tahu itu cuman kesel di mulut saja ke karakternya. Di lubuk hati mereka sayang,” ungkap Deva.
Kerap Dicubit Ibu-Ibu, Suka Duka Deva Mahenra Perankan Karakter 'Red Flag'

- Deva Mahenra sukses memerankan karakter Mas Aris di film Ipar Adalah Maut hingga membuat penonton terbawa emosi dan bereaksi kuat terhadap perannya.
- Saat promosi ke berbagai daerah, Deva sering mendapat reaksi unik dari ibu-ibu yang menegurnya agar tidak bersikap seperti karakter red flag yang ia perankan.
- Beragam interaksi seperti dicubit, ditepuk bahu, hingga didoakan penonton menjadi pengalaman berharga bagi Deva sebagai bukti aktingnya mampu menyentuh emosi publik.
Memerankan berbagai karakter yang berbeda akan menjadi kamus pengalaman yang sangat berguna bagi seorang aktor. Ini yang membuat Deva Mahenra tidak ragu untuk memerankan berbagai karakter dan tokoh berbeda di film atau series yang selama ini ia terima.
Salah satu yang cukup ikonik adalah peran sebagai Mas Aris di film Ipar Adalah Maut. Sebagai aktor yang memerankan karakter red flag, ia mesti totalitas dengan mendalami emosi yang kompleks. Saking meyakinkannya, respons penonton di dunia nyata juga bisa ikut terbawa nih.
Karakter itu sangat dibenci ibu-ibu lho! Deva mengungkapkan kalau ia punya banyak cerita saat promo film tersebut ke daerah-daerah di Indonesia.
Ia mengaku sering mendapat reaksi tak terduga dari penonton, mulai dari dicubit hingga didoakan, karena perannya yang begitu membekas.
Berikut Popmama.com rangkum cerita Deva Mahenra selengkapnya.
1. Deva merasa aktingnya berhasil saat penonton terbawa emosi

Saat melakukan promosi film ke berbagai daerah, Deva biasanya sudah berdiri di ujung lorong untuk mendengar respons penonton sebelum film selesai. Uniknya, penonton kerap menghujat karakter itu saat film diputar.
Namun, ketika lampu bioskop menyala ternyata respons mereka justru berbeda. Saat Deva bertemu langsung dengan penonton, mereka jauh lebih hangat dan tidak ‘marah-marah’ ke dirinya.
2. Sering diingatkan langsung oleh ibu-ibu soal karakter ‘red flag’

Selama promo itu banyak cerita yang dialami Deva nih. Ternyata ibu-ibu yang menggemari film dan gemas dengan karakter red flag-nya, kerap menerima reaksi ‘unik’ dari penonton. Deva mendapat “peringatan” terhadap karakter yang ia perankan.
“Jadi tiap ketemu tangan aku diremas dan ditatap matanya dalam-dalam, ‘Mas Deva, jangan begitu ya’. Aku jawab: ‘Nggak bu, motivasi saya hanya berkarya aja’. Itu banyak dan sering terjadi,” cerita Deva.
Meski terdengar cukup ekstrem, Deva justru menganggap hal ini sebagai bukti bahwa aktingnya berhasil menyampaikan emosi yang kuat kepada penonton.
3. Dari dicubit hingga didoakan agar tidak ‘red flag’ di dunia nyata

Interaksi ‘unik’ lainnya juga kerap ia alami, seperti ditepuk bahu hingga didoakan langsung oleh penonton. Mereka tampak benar-benar khawatir Deva memiliki sifat yang sama seperti karakternya
Situasi ini sering kali membuatnya tersenyum, karena menunjukkan betapa dalamnya penonton terhubung dengan karakter yang ia bawakan di dalam film.
“Ketemu tuh sering dipegang bahu, ‘Mas Deva jangan kayak gitu ya, kasihan mbak Mikha’. Aku jawab: ‘Didoakan saja bu’, gitu sih,” ujar Deva.
Bagi Deva, berbagai reaksi tersebut menjadi pengalaman berharga. Ia melihatnya sebagai bentuk apresiasi sekaligus tantangan sebagai aktor untuk terus menghadirkan karakter yang kuat dan berkesan ke penonton secara luas.
POPMAMA TALK April 2026 - Deva Mahenra
Aktor
Senior Editor - Novy Agrina
Editor - Onic Metheany & Denisa Permataningtias
Content Writer - Putri Syifa Nurfadilah & Sania Chandra Nurfitriana
Script - Sania Chandra Nurfitriana
Social Media - Mayang Ulfah
Photographer - Hari Firmanto
Videographer - Hari Firmanto
Video Editor - Hari Firmanto
Design - Aristika Medinasari






-laR90WXTRD0kL0Buj2S3SUrxoxETD5iK.png)











