Eksklusif: Cerita Nina Zatulini Hadapi Body Shaming yang Mengubahnya Menjadi Pribadi yang Lebih Bersyukur

Sempat tidak percaya diri dan memikirkan berlebihan kini Nina Zatulini berfokus untuk mengembangkan kemampuan dirinya yang positif

20 Oktober 2020

Eksklusif Cerita Nina Zatulini Hadapi Body Shaming Mengubah Menjadi Pribadi Lebih Bersyukur
Instagram.com/ninazatulini22

Sepak terjang Nina Zatulini di layar kaca memang sudah tidak sebanyak dulu. Namun, Mama 2 anak ini masih tetap aktif di Instagramnya. Ia kerap membagikan keseharian dan aktivitasnya di media sosial.

Melalui wawancara khusus dengan Popmama.com, Nina mengungkapkan kalau dirinya pernah mengalami body shaming. Tentu itu membuat dirinya sedih dan menjadi tidak percaya diri. Namun, bagaimana pun Nina tidak bisa menghalangi perkataan orang-orang kepadanya.

“Banyak sekali orang yang gampang berkata (hal buruk) kayak itu, tapi dia tidak memikirkan efeknya akan seperti apa,” jelas Nina.

Ia becerita jika pada awalnya ia kerap uring-uringan dan gampang terpancing dengan perkataan netizen di kolom komentar Instagramnya. Namun, lama-lama ia juga belajar bahwa ternyata meladeni hal itu tidak ada gunanya.

Sebagai Millennial Mama of The Month Oktober 2020, ini cerita Nina Zatulini kena body shaming dan caranya menghadapi komentar negatif netizen. Berikut Popmama.com rangkum cerita lengkapnya.

1. Akibat sering kena komentar negatif, Nina sempat ‘insecure’

1. Akibat sering kena komentar negatif, Nina sempat ‘insecure’
Dok. Pribadi

Perjalanan hamil Nina Zatulini hingga melahirkan dua anak kerap mendapat cibiran dari netizen. Diungkapkan Nina jika awal mendapat komentar negatif dia sangat terluka. Namun, makin ke sini ia makin santai menanggapi hal tersebut.

“Jadi awal-awal itu saya cukup baperan, cuma sekarang lebih tertawakan saja gitu. Padahal yang berbicara itu juga cewek, tapi mungkin karena masih muda jadi dia belum pernah merasakan. Jadi saya suka dibanding-bandingkan gitu,” jelas Nina.

Bahkan tak hanya dirinya, kadang anak-anak juga menjadi korban body shaming orang-orang yang mengikuti kesehariannya di Instagram.

“Jadi kadang bukan hanya ke kita, tapi juga lari ke anak. Mereka body shaming ke anak juga. Dulu saya Apaan sih, kok orang gampang banget ya berbicara gitu’. Tapi ya kita juga harus bisa menyadari dan harus bisa menerima karena (media sosial) memang seperti itu (orang bebas berbicara),” ungkpanya.

Editors' Picks

2. Berusaha fokus untuk mengembangkan kemampuan diri yang positif

2. Berusaha fokus mengembangkan kemampuan diri positif
Dok. Pribadi

Dari pada mempermasalahkan soal kekurangan diri, kini Nina lebih ingin fokus untuk melihat potensi-potensi lain dalam dirinya. Selain itu, penting sekali menyadari kalau kita perlu mencintai diri kita ada adanya. Sebagai perempuan, menurut Nina kita perlu sadar bahwa kita memang tidak sempurna.

“Jadi saya suka berpikir makin ke sini yang penting kita cintai diri kita sendiri. Menurut saya kalau kita sendiri tidak percaya diri, akan berpengaruh ke berbagai hal lain, jadi tidak bagus juga. Intinya, berusaha menerima, misal bentuk badan, jika tidak bisa seperti dulu ya tidak apa-apa,” tutur Nina.

Sebagai pribadi, kini Nina ingin berfokus untuk membentuk dirinya menjadi versi terbaik saat ini. Ia merasa diluar bentuk tubuh, masih banyak hal yang bisa disyukuri.

“Masih banyak hal-hal yang masih bisa saya syukuri di luar itu. Jadi tidak fokus ke (body shaming) saja, karena menjadi bahagia bukan berarti harus punya bentuk tubuh tertentu. Semua orang punya referensinya masing-masing,” jelas Nina.

3. Mengubah cibiran menjadi semangat untuk menjadi lebih baik

3. Mengubah cibiran menjadi semangat menjadi lebih baik
Dok. Pribadi

Bagi Nina cibiran yang sering dilontarkan netizen bisa menjadi pemicu dirinya bekerja lebih keras. Mengingat baginya, orang lain tidak pernah tahu dirinya dan keluarga seperti apa. Begitu pun dengan hal-hal yang pernah ia lewati sejauh ini.

“Ketika komentar orang lain justru bisa menjadi pecutan bagi kita untuk lebih baik. Menurut saya bisa saja. Selama itu jadi tidak membuat kita menjadi lebih tertekan dan banyak pikiran. Jadi bergantung juga penerimaan dirinya seperti apa. Selama tidak membuat stres,” tutur Nina.

Namun, bagi Nina jika memang sudah cukup menyakitkan maka memberikan jarak juga perlu. Karena menjaga dirinya tetap sehat secara pikiran lebih penting. Kunci bagi Nina adalah jika komentarnya terlalu menyakitkan maka tidak dibaca atau diabaikan lebih baik.

“Mereka itu hanya bisa komentar, sedangkan kita yang menjalani hidup kita seperti apa,” tutur Nina.

4. Dukungan dan semangat suami menjadi penting untuk Nina Zatulini

4. Dukungan semangat suami menjadi penting Nina Zatulini
Instagram.com/ninazatulini22

Ketika Nina Zatulini pertama kali mendapatkan body shaming , ia kerap bercerita ke suami. Namun, saat ini ia sudah lebih bijak menanggapinya sendiri. Nina dulu sering menceritakan komentar negatif itu kepada suami dan meminta saran.

“Kalu dulu ya (sering cerita), bahkan hal kecil cerita ke suami. Dulu sering dilebihkan gitu, apalagi karena lagi hamil lebih sensitif jadi apa-apa dibaperin,” tutur Nina.

Namun, suami Nina Zatulini, Chandra Tauphan Ansar tidak mempermasalahkan perubahan pada diri Nina. Menurut suaminya, tidak peduli bagaimana perubahan fisik Nina ia bersyukur karena Nina menjadi Mama yang baik dan menjaga anak-anak tetap sehat.

“Suami saya tidak komplain (soal bentuk badan), yang penting saya menjaga agar hidup sehat. Maksudnya tidak harus diet yang berlebihan banget, tapi yang penting pola hidup sehat,” tutur Nina.

5. Harapan Nina ingin membuat bisnis miliknya sendiri

5. Harapan Nina ingin membuat bisnis milik sendiri
Instagram.com/ninazatulini22

Dari pada fokus dengan komentar netizen saat ini, Nina lebih ingin fokus mengembangkan hal-hal yang bisa ia lakukan. Menurut Nina dirinya sudah cukup bangga dengan apa yang sudah ia lewati sebagai perempuan dan seorang Mama.

“Saya bersyukur, alhamdulillah masih bisa produktif di saat saya sudah akan punya 3 anak. Bagi saya, itu adalah yang membuat saya sangat bangga bagi diri sendiri,” tutur Nina Zatulini.

Kini sebagai Mama ada satu harapan Nina yang belum kesampaian. Nina menyebut dirinya ingin memiliki bisnis sendiri suatu saat ini. Ia berharap rencana ini ingin bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

“Salah satu pencapaian yang belum saya dapat, saya ingin punya bisnis sendiri. Saya ingin membangun benar-benar dari nol sampai jadi besar banget,” cerita Nina.

Meski begitu, ia mensyukuri segala hal yang membentuk dirinya hingga saat ini. Ia percaya semua proses tersebut akan membuat dirinya menjadi pribadi yang lebih baik dan membuat dirinya akan mendapatkan hasil yang besar di kehidupannya.

“Sebenarnya saat ini sudah punya usaha kecil. Saya selalu bersyukur karena saya yakin semua punya proses dan memang harus ada cobaannya dulu biar bisa besar,” jelas Nina.

Itulah tadi cerita Nina Zatulini yang menghadapi body shaming dan bagaimana cara Nina menghadapinya. Sebagai public figure, Nina Zatulini sadar bahwa segala hal yang ia lakukan bisa menjadi pusat perhatian. Oleh karenanya, ia berusaha selalu menebarkan hal positif untuk para pengikutnya meski kadang menjadi bahan omongan negatif.

#MillennialMama of the Month Edisi Oktober 2020 – Nina Zatulini

Editor in Chief - Sandra Ratnasari
Fashion & Beauty Editor - Onic Metheany  
Content Writer – FX Dimas Prasetyo, Putri Syifa Nurfadilah, Karsa Adiguna
Social Media - Sekar Retno Ayu
Art Designer – Baskoro Bayu Harymurti 

Baca juga:

#MillennialMama of the Month

Nina Zatulini
Millennial Mama

Nina Zatulini

"Pilihan persalinan caesar atau normal, saya berharap yang terbaik untuk saya dan si Kecil"

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.