Doa ketika Membayar atau Menagih Utang sesuai Anjuran Rasulullah

Ternyata ada doa bagi si pemberi pinjam dan orang yang berutang

28 September 2021

Doa ketika Membayar atau Menagih Utang sesuai Anjuran Rasulullah
Unsplash/Visual Karsa

Hubungan baik dengan orang lain mungkin harus senantiasa dijaga, karena menyambung silaturahmi juga sebagai anjuran dari Nabi Muhammad SAW.

Saat kehidupan ekonomi terhimpit pun, kita pasti mencari seseorang yang rela meminjamkan uangnya untuk keperluan kita.

Tergolong dalam sikap tolong menolong, kita juga harus membayar utang disertai membaca doanya, agar si pemberi pinjaman merasa senang dan tidak terbebani kembali.

Memangnya ada ya doanya? Ada dong, Ma. Nah, doa ini harus dibaca jika ingin membayar utang ya. Berikut Popmama.com rangkum dibawah ini!

Editors' Picks

1. Doa untuk orang yang memberikan kita pinjaman uang

1. Doa orang memberikan kita pinjaman uang
Pexels/Ahsanjaya

Seperti dikutip dari Bincang Syariah, dalam ajaran Islam, ketika kita hendak melunasi utang-utang kita kepada seseorang, dianjurkan untuk berterima kasih kepada orang tersebut sekaligus mendoakannya.

Mendoakannya ini agar orang yang meminjami kita uang diberi keberkahan dan kebaikan untuknya. Bahkan Imam Al-Nawawi dalam kitab Al-Azkar ada doa yang mesti kita baca lho, Ma.

Baarokallaahu laka fii ahlika wa maalika, wa jazaaka khoiron

Artinya:

“Semoga Allah menurunkan keberkahan bagimu terutama untuk keluarga dan hartamu. Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan–Nya.”

2. Doa untuk orang yang membayar utang

2. Doa orang membayar utang
Popmama.com/Putri Syifa N
This article supported by vivo as Official Journalist Smartphone Partner IDN Media

Nah, Islam juga tidak pilih-pilih dalam kemaslahatan setiap orang. Terbukti, orang yang membayar utang nya pun harus senantiasa didoakan.

Adapun doanya seperti di bawah ini:

Awfaitanii awfallaahu laka wa baarokallaahu laka

Artinya:

“Kamu telah menepati janji (membayar) padaku, semoga Allah membalas (kebaikan) untukmu dan semoga Allah memberikan keberkahan padamu.”

3. Kisah Rasulullah ketika berutang seekor anak unta kepada seseorang

3. Kisah Rasulullah ketika berutang seekor anak unta kepada seseorang
Pexels/pixabay

Perbuatan baik kepada sesama saudara mesti dijalin dengan erat, hal tersebut pun dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Pribadi yang hangat dan sopan selalu ditampilkan nabi akan membuat orang lain di sekelilingnya ingin meniru setiap akhlak baik yang ditunjukkan.

Tak terkecuali ketika seseorang yang menagih kepada Rasulullah seekor anak unta. Cerita ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari dari Abu Hurairah.

Pada satu waktu, Rasulullah SAW memiliki utang janji seekor anak unta pada seseorang, lalu orang tersebut menagihnya kepada beliau.

Kemudian nabi berkata kepada para sahabatnya “Berikanlah,” para sahabat mencarikan anak unta namun tidak mendapatkannya kecuali seekor anak unta yang umur nya tidak anak-anak lagi.

Rasulullah kemudian berkata “Berikanlah kepadanya” kemudian laki-laki tersebut berkata “Engkau telah menepati janji kepadaku, semoga Allah membalasnya untukmu”

Menimpali hal tersebut, kemudian nabi membalasnya “Sesungguhnya yang terbaik diantara kalian adalah siapa yang paling baik menepati janjinya”

Bahkan, Rasulullah pun tidak perhitungan dengan utang yang ia bayar, malah beliau memberikan unta yang sudah dewasa, bukan anak unta.

Pelajaran yang bisa kita ambil yakni setiap orang yang memiliki utang, harus saling berterima kasih, dan semoga Allah memberikan keberkahan kepada keduanya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.