7 Tips Menjaga Privasi di Media Sosial dan Aplikasi Chattingan

Perketat upaya orang lain tahu password Mama ya!

24 November 2021

7 Tips Menjaga Privasi Media Sosial Aplikasi Chattingan
Freepik/rawpixel.com

Beredarnya data pribadi yang diunggah oleh pengguna Instagram menuai banyak perbincangan di jagat maya.

Tren add yours di Instagram memang seperti sepele dan tidak berbahaya, namun banyak yang mengunggah data pribadi termasuk tanda tangan dan identitas lainnya.

Dikhawatirkan data yang bocor bisa jadi celah bagi penipuan, nah untuk menjaga privasi ketika bermain media sosial, ada tips nya nih buat Mama!

Popmama.com akan membagikan beberapa tips dan cara melindungi privasi kita di media sosial maupun aplikasi chat seperti WhatsApp, Line, Telegram, Facebook dan lainnya.

1. Memisahkan antara akun pribadi dan akun publik

1. Memisahkan antara akun pribadi akun publik
Pexels.com/MagnusMueller

Seperti dilansir dari panduan yang dibuat oleh SAFEnet, menggunakan beberapa akun untuk memisahkan hal-hal bersifat pribadi dan hal-hal yang bisa dibagi ke publik bisa menjadi alternatif untuk melindungi diri di dunia maya.

Misalnya Mama memiliki satu akun untuk interaksi dengan teman dekat dan keluarga, dan satu lagi untuk kebutuhan bisnis, belanja atau apapun yang berkaitan dengan khalayak.

Penting juga untuk memiliki beberapa email atau nomor ponsel khusus, seperti nomor ponsel untuk transaksi, agar tidak merasa terganggu ketika dikabari promo dari sebuah brand.

2. Gunakan password yang kuat dan nyalakan verifikasi dua langkah

2. Gunakan password kuat nyalakan verifikasi dua langkah
Freepik/Xb100

Jika Mama memiliki akun media sosial atau nomor telepon yang terdaftar di aplikasi chat, gunakan password yang kuat dan tidak mudah ditebak.

Selain itu, untuk menghindari peretasan akun media sosial, gunakan password login yang kuat (panjang dan mengandung unsur huruf, angka, dan simbol) dan aktifkan verifikasi login.

Dalam beberapa platform media sosial atau aplikasi percakapan verifikasi login disebut dengan istilah 2-Step Verification atau 2-Factor Authentication. Berlakukan juga hal ini untuk email pribadi ya!

Editors' Picks

3. Jangan mudah percaya website yang mengiming-imingi hadiah

3. Jangan mudah percaya website mengiming-imingi hadiah
Freepik/tirachardz

Ketika Mama sedang bermain Facebook, mungkin pernah menemukan beberapa kuis yang berhadiah jutaan rupiah dengan cuma-cuma.

Mama mesti berpikir ulang, biasanya ketika sudah di klik akan mengarah ke website atau pihak ketiga untuk meminta akun.

Jika Mama sampai memberikan data diri, aplikasi pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab ini bisa saja menggunakan informasi atau data pribadi yang mereka dapat bisa jadi berdampak pada kehidupan Mama baik online maupun offline.

4. Hindari berbagi lokasi di media sosial

4. Hindari berbagi lokasi media sosial
Pexels/RODNAE Production

Lokasi atau tempat seseorang sering kali Mama lewati atau kunjungi dapat menjadi informasi yang berharga bagi orang-orang yang ingin berniat jahat, misalnya penguntit.

Jangan gampang membagikan lokasi Mama berada kepada khalayak, dikhawatirkan menjadi celah bagi penguntit atau orang jahat.

Berikanlah beberapa lokasi dengan orang yang bisa dipercaya atau mengabari orang terdekat jika bepergian.

5. Berhati-hati dengan website bodong

5. Berhati-hati website bodong
Pixabay/B_A
Ilustrasi hacker

Mungkin Mama pernah melihat beberapa website seolah-olah resmi nama sebuah perusahaan atau media yang mengiming-imingi hadiah.

Jika Mama sampai percaya, klik karena tertarik hadiahnya, bisa-bisa data diri bahkan rekening raib dicuri orang yang tidak bertanggung jawab.

Bukan hanya website, akun juga banyak yang mencurigakan, bisa saja URL tersebut mengarahkan kita ke situs-situs berbahaya atau jahat yang dapat mencuri data pribadi kita.

6. Mengecek data diri kita di data detox

6. Mengecek data diri kita data detox
Unsplash/sigmund

Tactical Tech dan Mozilla telah menyusun data detoks untuk mengecek keberadaan data diri pribadi di internet.

Mama bisa coba data detox agar dapat menjadi pribadi yang lebih mempunyai kendali atas data diri di ranah online dengan mengakses https://datadetox.myshadow.org.

Website di atas tadi memberikan kita akses bagaimana caranya membatasi dan menjaga privasi di ranah digital.

7. Jangan berikan PIN atau password

7. Jangan berikan PIN atau password
Pexels/Life of Pix

Seringkali, pelaku Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) dan offline adalah orang-orang terdekat.

Untuk itu, perlu untuk memasang dan menjaga kerahasiaan PIN atau password pada gawai atau perangkat elektronik pribadi lainnya, terutama yang menyimpan data-data pribadi.

Jika Mama sering lupa password, simpan atau tulis di sebuah catatan, bisa di notes gawai Mama atau di buku catatan yang rahasia.

Menjaga privasi penting untuk keberlangsungan hidup, baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Upaya ini bisa dilakukan untuk meminimalisir kejahatan yang akan menyerang Mama melalui media sosial dan aplikasi pesan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.