Duh! Olahraga dan Diet yang Salah Sebabkan Serangan Jantung Mendadak

Yakin masih mau melakukan kebiasaan orang Indonesia yang satu ini?

4 September 2020

Duh Olahraga Diet Salah Sebabkan Serangan Jantung Mendadak
Pixabay/Pexels / 9152 foto

Meskipun saat ini telah banyak masyarakat yang peduli terhadap gaya hidup sehat, namun ternyata masih banyak juga yang masih salah dalam mengaplikasikannya.

Niat baik untuk menjaga kesehatan dengan melakukan diet dan olahraga ternyata dapat berdampak buruk bagi kesehatan, salah satu penyakit yang mengancam adalah serangan jantung mendadak.

Beberapa waktu lalu, Rumah Sakit Awal Bros mengadakan diskusi dengan mengangkat tema “Diet dan Olahraga yang Salah Sebabkan Serangan Jantung”.

Diskusi tersebut bertujuan untuk membangun awareness kepada masyarakat akan pentingnya menjalani gaya hidup dengan menjaga keseimbangan hidup sehat dan mengatur perilaku yang seimbang.

Nah, agar tidak salah kaprah lagi soal olahraga dan diet, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa fakta yang perlu kamu ketahui.

Editors' Picks

Olahraga Tanpa Pemanasan

Olahraga Tanpa Pemanasan
Dok. Rumah Sakit Awal Bros Tangerang

Sesuai dengan namanya, pemanasan adalah kegiatan yang dilakukan sebelum olahraga untuk membantu meningkatkan suhu tubuh. 

Kegiatan ini dipercaya dapat membantu mempersiapkan tubuh atau membuat tubuh beradaptasi dengan kegiatan olahraga yang akan kamu lakukan,  sehingga tubuh tidak kaget saat olahraga.

Pemanasan juga dapat membantu mempercepat detak jantung dan pernapasan sehingga aliran darah yang kaya nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan otot-otot saat berolahraga dapat mengalir dengan lancar. Sesi pemanasan yang baik berlangsung dalam waktu 5-10 menit

Bayangkan saja jika kamu tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum olahraga, hal terburuk yang bisa saja terjadi adalah serang jantung mendadak.

“Olahraga tanpa pemanasan dan cenderung berlebihan melebihi batas kemampuan jantung dapat berakibat serangan jantung,” terang dr. Yudistira Panji Sentosa SpPD-KKV, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular Rumah Sakit Awal Bros Tangerang.

Tak hanya mengakibatkan serangan jantung, berikut beberapa dampak buruk yang dapat terjadi ketika kamu tidak melakukan pemanasan sebelum olahraga:

  • Mengalami cedera
  • Meningkatkan rIsiko kram otot
  • Gangguan pernapasan
  • Pusing dan sakit kepala
  • Tendinitis atau rasa sakit pada bagian otot

Diet Tanpa Olahraga

Diet Tanpa Olahraga
Dok. Rumah Sakit Awal Bros Tangerang

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular Rumah Sakit Awal Bros Tangerang dr. Yudistira Panji Sentosa SpPD-KKV mengatakan bahwa 
serangan jantung bisa muncul tanpa gejala dan kita harus mulai mewaspadai dengan rutin untuk memeriksakan kesehatan jantung kita. 

Banyak orang yang ingin memiliki berat badan ideal namun dengan cara yang instan seperti melakukan diet tanpa olahraga, diet dengan mengkonsumsi lemak saja, diet dengan tinggi protein yang tanpa pengawasan dokter dapat berakibat muncul berbagai macam penyakit termasuk kegagalan jantung. 

Kurangnya pengetahuan tentang cara diet yang benar akan membuat banyak orang melakukan diet yang salah dan bisa berakibat buruk bagi tubuh dan kesehatan, berikut beberapa dampak buruk diet tanpa olahraga selain serangan jantung:

  • Sakit maag
  • Daya tahan tubuh melemah
  • Tidak ada tenaga
  • Kurang gizi

“Diet yang rendah karbohidrat dan tinggi lemak dapat berakibat meningkatkan kolesterol sehingga berisiko terkena serangan jantung,” ujar dokter Yudistira.

Sebenarnya diet itu bukanlah tidak makan atau mengurangi jatah makan tetapi dengan mengatur asupan nutrisi dan pola makan berdasakan jenis dan waktunya. Tidak hanya itu diet juga harus diselingi dengan olahraga dan istirahat yang cukup agar tubuh tetap bugar. 

Nah, itulah informaasi mengenai pentingnya menjalankan olahraga dan diet secara tepat. Yuk, Ma lakukan bersamaan agar tujuan hidup sehat bisa tercapai dengan baik. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.