Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Stroke Kuping Apakah Ada? Gangguan Pendengaran yang Jarang Diketahui
Freepik/katemangostar

  • Stroke Kuping adalah hilangnya pendengaran mendadak akibat gangguan pada telinga dalam atau jalur saraf ke otak, setara dengan stroke otak.

  • Gejala utama meliputi tuli mendadak, sensasi telinga penuh, tinnitus intens, vertigo, dan distorsi suara.

  • Penyebab utama termasuk gangguan vaskular, infeksi virus, reaksi autoimun, tumor saraf, dan trauma mekanis.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bayangkan kamu sedang berbicara di telepon atau baru saja terbangun di pagi hari, lalu menyadari bahwa salah satu telinga kamu menjadi sunyi total, seolah-olah ada pintu tebal yang tertutup rapat secara permanen.

Banyak orang melakukan kesalahan fatal dengan mengira bahwa ini hanyalah penyumbatan kotoran telinga biasa, efek kemasukan air, atau flu ringan, sehingga mereka memilih untuk menunggu beberapa hari hingga gejala hilang sendiri.

Namun, dalam dunia medis modern tahun 2026, fenomena ini dikenal sebagai Sudden Sensorineural Hearing Loss (SSNHL) atau secara populer disebut "Stroke Kuping".

Kondisi ini adalah krisis kesehatan yang sebenarnya setara dengan stroke otak, yang di mana setiap jam penundaan dalam mencari bantuan medis berarti kehilangan permanen atas kemampuan kamu untuk mendengar suara dunia.

Kecepatan tindakan adalah satu-satunya garis pertahanan antara pemulihan fungsional dan ketulian seumur hidup. Untuk lebih dalam, Popmama.com akan membahas tentang stroke kuping apakah ada? Yuk cari tahu jawaban medisnya dibawah ini.

Apa Itu Stroke Kuping?

Freepik/drobotdean

Secara klinis, fenomena yang disebut masyarakat sebagai "Stroke Kuping" ini didefinisikan oleh National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD) sebagai Sudden Sensorineural Hearing Loss (SSNHL).

SSNHL ini memiliki arti hilangnya pendengaran secara mendadak yang terjadi dalam hitungan jam atau maksimal 72 jam akibat gangguan pada telinga dalam atau jalur saraf pendengaran ke otak.

Penggunaan istilah "stroke" dalam kondisi ini didasarkan pada mekanisme patologis yang serupa dengan stroke serebral, yakni adanya kegagalan sirkulasi darah akut yang mengancam nyawa sel-sel saraf.

Menurut penjelasan dari Mayo Clinic, telinga dalam manusia (koklea) sangat bergantung pada asupan oksigen yang dibawa oleh Arteri Labirin.

Pembuluh darah ini bersifat sangat unik sekaligus berisiko karena merupakan arteri terminal, yang artinya ia adalah satu-satunya jalur tunggal tanpa adanya pembuluh darah cadangan (collateral).

Jika terjadi hambatan pada arteri ini, baik karena sumbatan plak (iskemia) maupun perdarahan mikro, sel-sel rambut halus di dalam Koklea akan mulai mati dalam hitungan menit hingga jam.

Tanpa fungsi sel-sel rambut ini untuk mengubah getaran mekanis menjadi sinyal listrik saraf, otak tidak akan bisa menerima informasi suara, yang mengakibatkan kondisi ketulian permanen jika tidak segera mendapatkan intervensi medis darurat.

Telinga dalam manusia, khususnya organ Koklea (rumah siput), mendapatkan nutrisi eksklusif dari Arteri Labirin. Pembuluh darah ini sangat unik sekaligus rentan karena ia merupakan "arteri terminal" yang sangat tipis dan tidak memiliki jalur cadangan (collateral circulation).

Jika arteri ini tersumbat oleh plak, gumpalan darah, atau mengalami spasme (iskemia), sel-sel rambut halus di dalam Koklea akan mulai mati hanya dalam hitungan jam.

Tanpa sel-sel rambut ini, getaran suara fisik tidak dapat diubah menjadi sinyal listrik untuk dikirim ke otak, mengakibatkan tuli permanen yang tidak dapat diperbaiki jika sel-sel saraf tersebut sudah mengalami nekrosis atau kematian total.

5 Gejala Utama Stroke Kuping

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Mengenali gejala awal bukan sekadar untuk diagnosis, melainkan kunci utama penyelamatan saraf pendengaran sebelum kerusakan menjadi permanen.

Berdasarkan protokol terbaru dari American Academy of Otolaryngology (AAO-HNS), terdapat 5 gejala klinis yang harus kamu waspadai secara serius, diantaranya:

  1. Tuli mendadak pada satu sisi

Gejala yang paling klasik adalah kehilangan pendengaran yang signifikan (minimal penurunan 30 desibel pada tes audiometri) yang biasanya hanya menyerang satu telinga. Kamu mungkin merasa suara orang di sekitar tiba-tiba terdengar sangat jauh atau hilang sama sekali.

  1. Sensasi telinga penuh (Aural Fullness)

Pasien sering melaporkan perasaan seperti telinga tersumbat air, tertekan udara, atau "bindeng". Perbedaan utamanya dengan kotoran telinga adalah sensasi ini tidak hilang meskipun Kamu mencoba menelan ludah, menguap, atau melakukan manuver valsalva.

  1. Tinnitus (berdenging) yang intens

Munculnya suara berdenging, menderu, atau mendesis secara tiba-tiba dengan intensitas tinggi. Tinnitus ini sering kali menjadi tanda bahwa saraf pendengaran sedang mengalami stres atau kerusakan hebat.

  1. Vertigo dan gangguan keseimbangan

Pusing berputar yang hebat sering menyertai kasus SSNHL yang parah. Ini menandakan bahwa gangguan aliran darah tersebut tidak hanya merusak sistem pendengaran, tetapi juga memengaruhi sistem vestibular (keseimbangan) yang terletak di telinga dalam.

  1. Distorsi suara (Diplacusis)

Jika kamu masih memiliki sisa pendengaran, suara yang masuk mungkin terdengar pecah, tidak selaras, atau menyerupai suara robot yang terdistorsi, yang menandakan sel-sel saraf tidak lagi mampu mengirimkan sinyal suara dengan akurat.

5 Penyebab Utama Stroke Kuping

Freepik/8photo

Hingga tahun 2026, meskipun banyak kasus dikategorikan sebagai "idiopatik" atau tidak diketahui penyebab pastinya secara spesifik karena keterbatasan penglihatan langsung ke telinga dalam yang hidup, riset medis telah mengidentifikasi beberapa pemicu dominan yang sering terjadi.

Berikut 5 penyebab utama stroke kuping:

  1. Gangguan vaskular dan sirkulasi

 Ini adalah penyebab yang paling mendekati mekanisme stroke. Adanya mikrotrombosis (gumpalan darah mikroskopis) atau penyumbatan pembuluh darah kecil yang dipicu oleh penyakit degeneratif seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, atau penyakit jantung sistemik.

  1. Infeksi virus pada saraf

Beberapa virus, termasuk Herpes Simplex, Varicella-Zoster, hingga virus pernapasan varian terbaru, diketahui dapat menyebabkan peradangan akut (neuritis) pada saraf pendengaran (Nervus Auditorius), yang menghambat transmisi sinyal pendengaran.

  1. Reaksi autoimun telinga dalam 

Suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh penderita secara keliru menyerang sel-sel sensitif di telinga dalam, menyebabkan peradangan hebat yang merusak struktur koklea.

  1. Tumor saraf (Acoustic Neuroma) 

Adanya tumor jinak yang tumbuh perlahan namun tiba-tiba mencapai titik tekan kritis pada saraf pendengaran. MRI sering kali diwajibkan untuk menyingkirkan kemungkinan ini pada penderita tuli mendadak.

  1. Trauma mekanis dan tekanan 

Perubahan tekanan udara yang terlalu ekstrem secara tiba-tiba (seperti saat menyelam atau penerbangan/barotrauma) atau cedera kepala yang menyebabkan robekan pada membran telinga dalam (perilymph fistula).

4 Penanganan Medis Stroke Kuping

Freepik/Freepik

Penanganan medis terhadap "Stroke Kuping" harus dilakukan dalam periode yang disebut Masa Emas (Golden Period).

Peluang terbaik untuk pendengaran bisa kembali normal adalah jika terapi dimulai dalam waktu 48 jam pertama dan peluang tersebut akan menurun drastis setelah melewati 14 hari.

  1. Terapi Steroid Intratimpani 

Dokter spesialis THT akan menyuntikkan cairan kortikosteroid dosis tinggi langsung menembus gendang telinga menuju ruang telinga tengah.

Metode ini memungkinkan obat meresap langsung ke saraf pendengaran dengan konsentrasi maksimal tanpa menimbulkan efek samping sistemik pada organ tubuh lainnya.

  1. Terapi Oksigen Hiperbarik (HBOT)

HBOT digunakan sebagai terapi tambahan di mana pasien ditempatkan dalam ruangan bertekanan tinggi.

Tujuannya adalah memaksa oksigen larut ke dalam cairan telinga dalam guna memberikan "napas buatan" bagi sel-sel rambut saraf yang sedang sekarat akibat iskemia (kekurangan darah).

  1. Kortikosteroid Oral Dosis Tinggi

Penggunaan prednison atau metilprednisolon dosis tinggi selama beberapa hari untuk meredam peradangan saraf secara menyeluruh dari jalur aliran darah sistemik.

  1. Pencitraan MRI dan Evaluasi Laboratorium

Prosedur ini wajib dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan stroke batang otak atau adanya tumor saraf pendengaran yang mendasari gejala tuli tersebut.

Meski istilah “stroke kuping” tidak dikenal secara medis, gangguan pendengaran mendadak tetap merupakan kondisi serius yang tidak boleh diabaikan. Penanganan yang cepat dan tepat sangat menentukan peluang pemulihan fungsi pendengaran.

Itulah jawaban pembahasan menurut medis mengenai stroke kuping apakah ada. Semoga bermanfaat.Karena itu, penting untuk tidak menyepelekan gejala seperti telinga tiba-tiba tuli, berdenging hebat, atau disertai pusing.

Dengan memahami fakta medisnya, kita bisa lebih waspada dan segera mencari pertolongan saat tanda-tanda tersebut muncul. Semoga bermanfaat.

Editorial Team