Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
5 Tanda Tubuh Kelebihan Garam yang Jarang Disadari
Pexels/Anna Shvets
  • Tubuh yang kelebihan garam bisa menunjukkan tanda seperti wajah sembab, pembengkakan di beberapa bagian tubuh, serta retensi cairan akibat kadar natrium yang terlalu tinggi.
  • Kelebihan natrium dapat menyebabkan rasa haus berlebih, kulit kering, perut kembung, hingga kenaikan berat badan mendadak karena penumpukan cairan dalam tubuh.
  • Asupan garam berlebih juga berdampak pada sakit kepala ringan, sulit fokus, gangguan tidur, dan frekuensi buang air kecil meningkat karena ginjal bekerja lebih keras membuang natrium.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tubuh manusia sebenarnya cukup pandai memberi sinyal ketika ada sesuatu yang tidak seimbang. Kadang tanda itu muncul lewat perubahan kebiasaan atau bahkan fisik. Hal serupa juga bisa terjadi ketika tubuh menerima terlalu banyak garam atau natrium.

Garam memang punya peran penting bagi tubuh. Natrium membantu menjaga keseimbangan cairan, mendukung kerja saraf, serta membantu otot bergerak dengan normal saat kita beraktivitas. Namun, seperti asupan lainnya, jumlahnya tetap perlu dijaga. 

Karena itu, penting untuk mengenali sinyal-sinyal yang mungkin sedang diberikan tubuh ketika asupan garam ternyata melebihi batas. apa saja ya tanda-tandanya? berikut 5 tanda tubuh kelebihan garam yang telah Popmama.com rangkum selengkapnya.

1. Wajah tampak sembab dan tubuh mudah bengkak

Pexels/Tima Miroshnichenko

Pernah bangun pagi lalu merasa wajah terlihat lebih bengkak dari biasanya, terutama di area mata? wajah sembab di pagi hari memang wajar, namun kalau terlalu sering, ini bisa jadi tanda kalau kamu terlalu banyak mengonsumsi garam.

Saat kadar natrium di dalam tubuh meningkat, tubuh akan cenderung menahan lebih banyak cairan. Inilah yang dikenal sebagai retensi cairan atau edema.

Centers for Disease Control and Prevention menjelaskan, natrium berlebih membuat tubuh menyimpan air lebih banyak untuk menjaga keseimbangan kadar mineral di dalam darah. Akibatnya, pembengkakan bisa muncul di beberapa area tubuh, seperti jari tangan, kaki, pergelangan kaki, hingga wajah.

Bahkan menurut pakar dari Westlake Dermatology, efek ini sering terlihat jelas pada area bawah mata yang tampak lebih sembap saat bangun tidur.

2. Haus terus-menerus dan kulit terasa lebih kering

Pexels/Ketut Subiyanto

Jangan anggap sepele kalau akhir-akhir ini kamu merasa cepat haus padahal hanya melakukan aktivitas biasa. Tubuh mungkin sedang berusaha memberikan sinyal soal kelebihan asupan garam.

Tubuh yang kelebihan natrium, cenderung mengalami gangguan keseimbangan cairan di dalam sel. Untuk menetralkannya, tubuh biasanya akan menarik cairan keluar dari sel. Proses ini kemudian mengirim pesan ke otak bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak air.

Melansir dari CarePlus Vietnam, kondisi ini kemudian membuat seseorang merasa haus terus-menerus, bahkan setelah minum. Kalau kebutuhan cairan tidak segera terpenuhi, dampaknya juga bisa terlihat di kulit. 

Kulit jadi terasa lebih kering, tampak kusam, dan terkadang lebih mudah mengalami iritasi karena kehilangan kelembapan alaminya.

3. Perut terasa kembung dan berat badan mendadak naik

Pexels/Andres Ayrton

Banyak orang langsung mengira berat badan naik disebabkan karena lemak bertambah. Padahal, angka timbangan yang tiba-tiba melonjak dalam satu atau dua hari bisa saja berasal dari cairan yang tertahan di tubuh.

Kelebihan natrium membuat tubuh mengikat lebih banyak air. Penumpukan cairan ini tidak hanya terjadi di tangan atau kaki, tetapi juga bisa terasa di area perut yang kemudian mengakibatkan perut terasa penuh, begah, atau kembung meskipun porsi makan tidak terlalu banyak.

Nah, karena cairan yang tertahan cukup besar, berat badan pun bisa naik secara mendadak dalam waktu singkat. Namun, kenaikan ini biasanya bukan disebabkan oleh lemak, melainkan retensi air yang terjadi akibat terlalu banyak asupan garam.

4. Sering sakit kepala ringan dan sulit fokus

Pexels/Andrea Piacquadio

Terlalu banyak makan asin ternyata juga bisa memengaruhi kepala, bukan cuma tekanan darah. Bahkan sebenarnya, keduanya sangat berkaitan lho.

Ketika natrium meningkat, volume cairan dalam pembuluh darah ikut bertambah. Hal ini membuat tekanan pada dinding pembuluh darah meningkat. Menurut HeartWest Cardiology, kondisi tersebut dapat memicu tekanan darah lebih tinggi, terutama jika terjadi terus-menerus.

Efeknya bisa berbeda-beda. Sebagian orang mulai mengalami sakit kepala ringan, rasa tidak nyaman di kepala, atau sensasi pusing yang datang dan pergi.

Tidak berhenti di situ, ketidakseimbangan cairan dan dehidrasi ringan juga bisa memengaruhi konsentrasi. Hal ini mengakibatkan otak terasa lebih lemot, cepat lelah, atau sulit fokus saat bekerja.

Kondisi ini kemudian sering disebut sebagai brain fog, karena ketidakseimbangan elektrolit tubuh.

5. Tidur jadi kurang nyenyak dan lebih sering buang air kecil

Pexels/cottonbro studio

Kalau belakangan tidur terasa kurang pulas atau jadi lebih sering terbangun untuk ke kamar mandi, coba perhatikan pola makan asin kamu belakangan ini.

Hal ini disebabkan karena ginjal yang memang punya tugas utama menyaring natrium dari tubuh harus bekerja ekstra untuk membuangnya lewat urine karena kadar natrium dalam tubuh terlalu tinggi.

Itu sebabnya, seseorang bisa jadi lebih sering buang air kecil, termasuk di malam hari. 

Penelitian dari The University of Edinburgh juga menemukan adanya hubungan antara konsumsi garam berlebih dengan peningkatan hormon stres kortisol. Kadar kortisol yang terlalu tinggi dapat membuat tubuh lebih sulit rileks, sehingga tidur menjadi tidak nyenyak atau mudah terbangun di tengah malam.

Itulah 5 tanda tubuh kelebihan garam yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Garam memang dibutuhkan tubuh, tetapi jumlahnya juga perlu dijaga. Perhatikan kebiasaan sehari-hari, terutama jika makanan olahan, camilan kemasan, atau makanan cepat saji sudah terlalu sering masuk menu harian.

Editorial Team

Related Article