Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
2 Waktu Mustajab di Hari Jumat untuk Berdoa, Jangan Sampai Terlewat!
Pexels/ds rexy
  • Hari Jumat disebut sebagai sayyidul ayyam dan memiliki dua waktu mustajab untuk berdoa, di mana doa lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
  • Waktu mustajab pertama terjadi di antara duduknya khatib setelah khutbah pertama hingga selesainya salat Jumat, cukup dengan berdoa dalam hati tanpa mengucapkannya.
  • Waktu mustajab kedua berlangsung setelah salat Asar hingga menjelang Magrib, dianjurkan memperbanyak doa dan zikir karena suasananya penuh ketenangan dan keberkahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Hari Jumat selalu memiliki tempat istimewa di hati umat Islam karena dikenal sebagai sayyidul ayyam atau rajanya hari. 

Selain dipenuhi dengan keberkahan dan kebaikan yang berlipat ganda, hari Jumat juga menyimpan waktu-waktu khusus di mana setiap harapan dan doa kita akan lebih cepat dikabulkan oleh Sang Pencipta.

Banyak bertanya-tanya, kapan sebenarnya momen terbaik tersebut datang menyapa kita? Menurut berbagai riwayat sahih dan penjelasan mendalam dari para ulama, setidaknya ada dua waktu paling utama yang bisa kamu manfaatkan secara maksimal untuk mengetuk pintu langit. 

Daripada kamu semkain penasaran, berikut Popmama.com mengulas 2 waktu mustajab di hari Jumat. Yuk, simak sampai habis!

1. Di antara khotbah pertama dan kedua pada salat Jumat

Pexels/Samiul Alam tahsan

Bayangkan suasana damai di dalam masjid saat ibadah salat Jumat berlangsung. Ribuan umat Islam duduk dengan tenang, menyimak pesan-pesan kebaikan yang disampaikan oleh khatib dari atas mimbar. 

Namun, tahukah kamu bahwa di tengah rangkaian ibadah yang sakral tersebut, ada jeda emas yang sangat dinantikan? Ya, waktu mustajab pertama jatuh tepat di antara duduknya khatib setelah khotbah pertama hingga selesainya pelaksanaan salat Jumat.

Momen ini sebenarnya berlangsung sangat singkat, namun memiliki nilai spiritual yang luar biasa tinggi. 

Mengutip dari NU Online, hal ini bersandar pada sebuah hadis sahih sebagai berikut:

Dari Abi Musa Al-Asy’ari, ia berkata, ‘Abdullah bin Umar berkata kepadaku, ‘Apakah kau pernah mendengar ayahmu bercerita dari Rasulullah Saw tentang waktu ijabah?’ Aku menjawab, ‘iya.’ Aku pernah mendengar ayahku mendengar dari Rasulullah bahwa beliau bersabda, ‘Waktu ijabah adalah waktu di antara duduknya imam sampai selesainya shalat Jumat,’” (HR Muslim dan Abi Dawud)

Saking singkatnya durasi tersebut, kamu dituntut untuk benar-benar fokus dan sudah menyiapkan doa apa yang ingin dipanjatkan jauh sebelum melangkah ke masjid.

Mungkin kamu bertanya-tanya, bagaimana caranya kita berdoa sementara di sisi lain kita dilarang keras untuk berbicara dan diwajibkan untuk diam menyimak khotbah? Bukankah berbicara saat khotbah berlangsung bisa merusak pahala salat Jumat itu sendiri? 

Ulama terkemuka Imam Al-Bulqini memberikan jawaban yang sangat melegakan. Beliau menegaskan bahwa syarat sahnya sebuah doa tidak selalu harus diucapkan lewat lisan atau bibir yang bergetar. Menghadirkan doa secara tulus di dalam hati pun sudah dinilai cukup. 

Jadi, saat khatib duduk sejenak di antara dua khotbah, kamu cukup menundukkan hati, meresapi setiap detik yang berjalan, dan memohonlah dalam diam dengan segenap keyakinan bahwa Allah SWT Maha Mendengar segala bisikan batin hamba-Nya.

2. Setelah waktu Asar menjelang Magrib

Pexels/aboodi vesakaran

Waktu sore di hari Jumat sering kali identik dengan rasa lelah setelah sepekan penuh bekerja atau belajar. Banyak dari kita yang mungkin sudah membayangkan akhir pekan yang santai atau sedang dalam perjalanan pulang menembus kemacetan jalanan raya.

Padahal, justru di detik-detik menjelang pergantian hari inilah tersimpan waktu mustajab kedua yang sangat istimewa, yakni setelah waktu Asar hingga tenggelamnya matahari.

Mengutip dari NU Online Lampung, anjuran untuk memperbanyak doa di penghujung hari Jumat ini berakar kuat dari sunah Nabi Muhammad SAW. Salah satu riwayat yang paling masyhur bersumber dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma. Beliau meriwayatkan sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

"Hari Jumat itu waktunya ada dua belas jam. Tiada seorang Muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah Azza wa Jalla. Carilah (waktu mustajab itu) pada akhir saat setelah salat 'Asar." (HR. Abu Dawud, An-Nasa'iy, Al-Hakim, dan Al-Baihaqy)

Gaya hidup modern yang serba cepat sering kali membuat kita abai akan hal ini. Padahal, jika kamu meluangkan waktu sejenak, mungkin sekitar lima belas hingga tiga puluh menit sebelum azan Magrib berkumandang untuk sekadar duduk tenang di atas sajadah, membaca zikir, dan menyuarakan keluh kesahmu kepada Tuhan, efeknya akan menenangkan jiwa. 

Pada waktu-waktu yang syahdu ini, kamu bisa memohon kemudahan rezeki, meminta kesehatan bagi kedua orang tua, memohon kelancaran urusan keluarga, atau sekadar meminta keteguhan hati dalam menghadapi rintangan hidup.

Satu hal yang membuat momen setelah Asar ini begitu magis adalah suasananya yang tenang. Cahaya matahari yang perlahan meredup seolah menjadi pengingat bahwa segala hal di dunia ini memiliki batas waktu, kecuali rahmat Allah yang tak terhingga. 

Manfaatkanlah waktu mustajab di hari Jumat ini untuk mengadukan segala beban yang tak mampu kamu ceritakan kepada sesama manusia. Percayalah, tidak ada satu pun doa baik yang dipanjatkan dengan penuh keyakinan akan kembali dalam keadaan tangan kosong.

Nah, itulah pembahasan mengenai 2 waktu mustajab di hari Jumat. Semoga bermanfaat!

Editorial Team

Related Article