Ma, Begini Cara Mendesain Kamar Tidur yang Tepat untuk Bayi

Bukan hanya nyaman tapi perhatikan juga segi keamanan dalam mendesain kamar

19 Maret 2019

Ma, Begini Cara Mendesain Kamar Tidur Tepat Bayi
pinterest

Membiasakan anak tidur di kamar sendiri perlu dilakukan sedini mungkin untuk membangun karakter mandiri pada anak.

Nah, agar Si Kecil nyaman dengan kamar barunya, saatnya Mama dan Papa mendesain kamar untuknya.

Bukan hanya membuatnya nyaman, tapi Mama dan Papa harus memperhatikan berbagai hal berikut ini! 

1. Mengapa harus tidur sendiri?

1. Mengapa harus tidur sendiri
thespinoff.com

Dilansir dari architectaria.com, menurut penelitian yang diterbitkan jurnal Sleep Medicine, 85% bayi yang tidur di kamarnya sendiri akan lebih cepat tidur.

Saat tidur ia akan lebih nyenyak dan lebih lama daripada bayi yang tidur bersama orangtua mereka.

Jadwal tidur bayi pun lebih teratur jika dibiasakan tidur di kamar terpisah dengan Mama dan Papa.

2. Umur yang tepat Si Kecil tidur sendiri

2. Umur tepat Si Kecil tidur sendiri
jennifergulleyphotography.com

Hasil penelitian menganjurkan bayi mulai tidur di kamar sendiri setelah usia 4 bulan.

Jika sudah terbiasa, saat anak memasuki usia maksimal boleh tidur bersama orangtua yaitu 5 tahun tidak akan sulit beradaptasi dengan kamarnya.

Editors' Pick

3. Atur pencahayaan yang baik

3. Atur pencahayaan baik
chuckragantix.com

Agar anak nyaman dengan kamarnya, Mama juga tidak bisa asal mendesain kamar anak, terutama kamar bayi.

Sebab bayi lebih sensitif daripada orang dewasa terutama dalam hal pencahayaan.

Pencahayaan di kamar bayi tidak boleh berlebihan maupun terlalu gelap.

Sesuaikan pencahayaan dengan luas kamar.

Kamar dengan ukuran besar sebaiknya menempatkan cahaya utama di bagian tengah ruangan.

Tambahkan beberapa lampu di setiap sudut ruangan atau lampu dinding dengan cahaya lebih redup.

Tapi jika kamar Si Kecil berukuran kecil, cukup berikan satu sumber cahaya, sertakan dimmer agar terang gelapnya cahaya bisa diatur.

4. Cahaya jangan mengenai mata

4. Cahaya jangan mengenai mata
lightingequipmentsales.com

Cahaya di kamar tidur bayi sebaiknya tidak langsung mengenai mata bayi yang masih sensitif karena akan membuatnya silau dan mengganggu kesehatan matanya.

Ranjang bayi justru harus terhindar dari paparan cahaya terang.

Sebaiknya bayi tidur dalam keadaan redup, pencahayaan seperti menciptakan efek hangat sehingga Si Kecil mudah tertidur.

Kondisi ini juga baik utuk metabolisme tubuh bayi dan perkembangannya.

Jika salah dalam mengatur dan memosisikan pencahayaan di kamar bayi dampaknya anak akan mengalami gangguan kesehatan yang bisa langsung timbul atau di kemudian hari.

Gangguan kesehatan yang sering muncul misalnya sakit kepala, otot mata tegang dan gangguan pada kulit, terutama pada bayi yang sudah menderita lupus atau eczema yang cenderung lebih peka pada cahaya.

5. Tambahkan barang-barang lucu

5. Tambahkan barang-barang lucu
vix.com

Agar lebih menarik, Mama bisa memasang decorativ lamp, seperti teddy night light, fairy light, atau turtle light dengan pantulan bayangan bintang di celling.

Untuk penambahan aksen, di area keluar masuk ruangan (en route lighting) bisa dipasangi stick glow-in the dark atau hallway nightlights agar terkesan artistik.

Letakan pigura foto bayi dan orangtua di tempat yang aman dari jangkauan bayi.

Keberadaan foto akan membuat bayi merasa dekat dengan Mama dan Papa.

Berilah sedikit sorot cahaya untuk dekorasi foto.

Hadirkan boneka atau karakter animasi lain yang lucu sebagai teman Si Kecil, bisa teddy bear atau tokoh kartun Disney.

6. Perhatikan keamanan

6. Perhatikan keamanan
nytimes.com

Selain kenyamanan, keamanan jauh lebih penting untuk kamar bayi.

Pastikan lokasi lampu dan kabelnya ditempat yang stabil, tidak mudah jatuh serta tidak mudah dijangkau anak-anak.

Agar tidak terjadi konsleting, kabel harus dalam posisi rapi dan jauh keberadaan ranjang bayi, lemari, gorden, tirai, atau benda–benda yang mudah terbakar.

Kamar bayi yang aman dan nyaman akan membuat bayi mudah tertidur.

Membiasakan bayi tidur sendiri juga akan membantu Mama mengatasi fase separation anxiety pada anak.

Separation anxiety adalah fase ketika anak tak mau berpisah dengan orangtuanya yang terjadi saat ia berusia 1 tahun.

The Latest