Bukan Pilihan Terbaik, Ini Bahaya Membuat Hand Sanitizer Sendiri

Ada takaran yang harus diperhitungkan dan ada bahaya yang mengintai jika buat sendiri

31 Maret 2020

Bukan Pilihan Terbaik, Ini Bahaya Membuat Hand Sanitizer Sendiri
Freepik

Saat penyebaran virus corona mewabah, seruan pemerintah hingga WHO meminta kita untuk lebih memerhatikan kebersihan, cara paling sederhana adalah rajin mencuci tangan. Seolah seperti perintah, cuci tangan pun menjadi salah satu kebiasaan yang wajib dilakukan untuk menangkal virus corona. 

Agar praktis, banyak orang memilih hand sanitizer untuk membersihkan tangannya. Alhasil, hand sanitizer diborong hingga yang biasanya diabaikan kini banyak yang nggak bisa mendapatkannya. 

Melihat kondisi ini, banyak dari kita berinisiatif untuk membuat sendiri hand sanitizer. Ternyata, ini bukan pilihan yang tepat karena kompesisinya harus sesuai takaran pabrik yang baiknya tidak dibuat di rumah. 

Sebelum berpikir untuk meracik hand sanitizer di rumah, cek informasi dari Popmama.com berikut ini!

1. Hand sanitizer memiliki takaran komposisi yang harus dipatuhi

1. Hand sanitizer memiliki takaran komposisi harus dipatuhi
Popmama.com/Bima Bintoro
This article supported by vivo as Official Journalist Smartphone Partner IDN Media

Membuat hand sanitizer buatan sendiri tampaknya cukup mudah. Kalau kita cari di Google atau YouTube semua panduan bisa ditemukan dengan uraian langkah-langkah yang lengkap, tapi apakah semua panduan itu didasari dengan komposisi yang sesuai atau adakah keterlibatan medis di dalamnya?

Dilansir dari Yahoo Lifestyle, John Whyte, M.D.,Kepala petugas medis WebMD mengatakan bahwa ia tak mendukung untuk membuat pembersih tangan sendiri. 

"Masalahnya saat membuat ini (hand sanitizer )sendiri adalah banyak dari kita tidak pandai matematika dan tidak mengukur proporsi dengan benar dan juga tidak mengikuti arahan dengan baik, membuat hand sanitizer ini kurang efektif atau tidak efektif sama sekali," kata John. 

Dilansir dari cnn.com, Organisasi Kesehatan Dunia bahkan memiliki panduan resmi untuk membuat pembersih tangan. Tapi ini ditujukan untuk populasi yang tidak memiliki air bersih atau produk kelas medis lainnya.

Jika dibuat dengan benar, solusi DIY dapat membantu dan bahkan efektif. Tetapi jika dibuat secara tidak benar, itu bisa sangat berbahaya.

"Saya khawatir orang membuat hand sanitizer sendiri, karena akan sulit untuk memastikan bahwa konsentrasinya benar," kata Daniel Parker, asisten profesor kesehatan masyarakat di University of California, Irvine saat diwawancarai CNN. 

Agar pembersih tangan efektif, Hand Sanitizer harus memiliki setidaknya 60% kandungan alkohol, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Editors' Picks

2. Jika tetap memakai hand sanitizer buatan rumahan, apa yang terjadi?

2. Jika tetap memakai hand sanitizer buatan rumahan, apa terjadi
goodhousekeeping.com

Pembersih tangan yang dibeli di toko juga sering memiliki emolien untuk melawan kerasnya alkohol pada kulit. Nah, kalau kandungan ini tidak ada, risiko melukai tangan saat sering digunakan bisa terjadi lho. 

Selain itu, ada juga risiko keracunan saat menggunakan hand sanitizer buatan sendiri. Seperti kita tahu, kita sering kali menggunakan hand sanitizer sebelum menyentuh makanan. Ini akan sangat bahaya, jika komposisi dari hand sanitizer buatan sendiri tidak tepat, potensi keracunan bisa saja terjadi, Ma. 

Dr. Whyte saat diwawancarai oleh Yahoo Lifestyle mengatakan bahwa hand sanitizers diatur oleh Food and Drug Administration sehingga bahan dan jumlah yang digunakan akurat dan berdasarkan manufaktur yang baik.

Kandungan alkohol, bahan aktif, dan kandungan pembunuh kuman di pembersih tangan, adalah alasan hand sanitizer buatan pabrik bisa bekerja. Tetapi pembersih juga dicampur dengan emolien atau pelembab yang melembutkan kulit. Ya, emolien menangkal seberapa keras alkohol yang seharusnya ada di tangan kita.

"Menggunakan jumlah alkohol yang salah dapat membuat pembersih tangan buatan sendiri tidak efektif dan memberi rasa aman yang salah, dan menggunakan keseimbangan emolien yang salah akan membuat kulit kering dan kering," kata Dr. Whyte pada Yahoo Lifestyle. 

Kembali lagi diingat bahwa, WHO memang memberikan cara membuat hand sanitizer tapi takaran dan bahan direkomendasikan harus sangat tepat.

WHO hanya menganjurkan pembuatan hand sanitizer sendiri untuk negara atau wilayah yang benar-benar kekurangan air bersih. Kalau kita masih tersedia air yang bersih dan mengalir, mengapa susah membuat sendiri hand sanitizer?

3. Apa yang harus kita lakukan agar tetap sehat?

3. Apa harus kita lakukan agar tetap sehat
Freepik

Jika kita khawatir terkena virus corona, flu, atau pilek, hal terbaik yang dapat kita lakukan untuk tetap aman adalah mencuci tangan sangat sering.

Bukan hand sanitizer sebagai pelindung atau pembersih tangan kita, melainkan cuci tangan di bawah air mengalir dengan sabun kesehatan.

Cuci tangan jauh lebih efektif daripada menggunakan hand sanitizer. Jangan lupa juga untuk melakukan tiga protokol ini:

1. Bersin dan batuk dengan menutupinya pakai lekukan lengan 
Jika harus batuk atau bersin, penting untuk melakukannya di lekukan lengan. Tekuk lengan, batuk serta bersin di tekukan tersebut.

Jangan menutup bersin dan batuk dengan telapak tangan, karena telapak tangan bisa mentransfer virus ke seluruh tubuh. Jika terpaksa, gunakan tisu untuk menutup bersin dan batuk, lalu buang bekasnya ya.

2. Berhenti menyentuh wajah 
Tanpa disadari, kita sering banget menyentuh wajah kita.pada sebuah studi tahun 2015 yang dilakukan oleh para peneliti di Australia memperkirakan bahwa rata-rata orang menyentuh wajah mereka hampir 24 kali per jam!

Mereka juga menemukan bahwa separuh dari waktu kita meletakkan tangan kita di atau di mulut kita dan di dekat mata atau hidung kita, jadi nggak mengherankan kalau kita jadi cepat sakit. Jauhkan tangan dari wajah agar tetap sehat.

3. Bersihkan ponsel secara rutin
Berbicara tentang semua yang kita sentuh, ponsel juga jadi sering menempel di tangan dan wajah. Gunakan pembersih dengan kandungan disinfektan dan gosok setiap hari.

Sementara Mama melakukannya, bersihkan gagang pintu, keyboard, remote dan apa pun yang sering kita sentuh. 

4. Cuci tangan secara rutin
Kembali lagi pada anjuran diawal, kita harus sering mencuci tangan untuk menjaga tubuh agar tetap sehat. Gunakan sabun yang cukup membuat busa dan gosokkan kedua telapak tangan setidaknya selama 20 detik.

Kita bisa sambil menyayikan Selamat Ulang Tahun untuk diri sendiri dan pastikan untuk mencuci punggung tangan, ujung jari, dan sampai pada kuku kita ya Ma. 

Nah Ma, jadi jangan sampai ide untuk membuat hand sanitizer malah membuat risiko baru untuk kita dan keluarga. Cuci tangan sudah paling terbaik ketimbang dari menggunakan hand sanitizer. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.