Bayangkan ini, dua orang saling mencintai, tetapi saat pertandingan el clásico tiba, satu pakai jersey merah, satunya lagi biru. Candaan soal klub yang tadinya ringan bisa tiba-tiba berubah jadi perang dingin setelah peluit akhir berbunyi.
Di balik keseruan rivalitas sepak bola, perbedaan klub favorit ternyata menyimpan potensi gesekan yang cukup nyata dalam sebuah hubungan. Terlebih saat musim bola besar seperti Piala Dunia berlangsung, emosi suporter cenderung berada di titik paling intens.
Fenomena ini bukan sekadar drama receh yang bisa diabaikan begitu saja. Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan mengapa perbedaan klub favorit bisa memengaruhi keharmonisan pasangan, dan bagaimana cara menyikapinya.
Yuk, disimak beberapa faktanya!
